Posted in Self Challenge

Challenge #30 : Yogyakarta 

Yogyakarta 

Ribuan pelajar yang ingin mendatangi Kota Budaya ini. Bukan hanya pelajar lokal, pelajar dari berbagai negara pun  ingin belajar di Kota ini. Juga bukan hanya pelajar, penduduk asing dan penduduk lokal juga ingin berkunjung ke Kota ini. Menikmati berbagai wisata yang menarik dan asyik. Cocok sekali untuk berlibur bersama keluarga. Ah, sayang. Aku hanya berjalan sendiri terus-menerus di kota ini. Membuatku cukup bilang ‘Sepi di saat Jogja ramai’. 

Aku ingin mengajakmu kesini. Ke kota ini. Seperti dulu saat kita pergi bersama rombongan study tour. Ingatkah akan hal itu? Saat kita bersama memakan gudeg. Saat kamu dan aku menginginkan hal yang sama yaitu kuliner sedangkan teman-teman yang ikut bersama kita hanya menurut. Kita ingin mencoba bagaimana rasanya wedang jahe. Akhirnya kita mencari angkringan yang menjualnya. Untuk membayar rasa puas, kamu menginginkan pecel lele untuk di makan bersama. Kita menceritakan berbagai hal. Kita menceritakan siapakah yang akan nikah duluan. Dan adakah teman yang menikah dengan teman sekelasnya? Saat itu aku berfikir, kalau aku-lah yang akan menikah dengan teman sekelas. Apakah anganku terlalu tinggi? Oh, mungkin.

Sekarang aku hanya melihat bayang-bayang segerombolan siswa study tour yang memakai baju Akson dengan nuansa hitam dan di dukung Glow in The Dark. Hanya bayang. Aku rindu kalian. Aku rindu kamu. Mungkin kau tak merindu.  Ah sudahlah. Kenapa aku sesedih ini saat mengingatmu. Tak baik untuk kesehatanku. 

Advertisements
Posted in Self Challenge

Challenge #29 : Pertama Kali Naik Kereta 

Hari ini, aku akan pulang. Yeyeye. Pagi tadi aku sengaja bangun siang. Aku terbangun saat asma’an untuk persiapan ngaji bandongan pagi. Batinku ustadznya tidak akan rawuh. 

Bangun tidur beeeuh dingin banget. Alhamdulillah, hujan yang rintik-rintik masih membasahi bumi Jogja. Aku tiduran dulu sebentar sebelum akhirnya bangun. Aku bertanya dulu ke temenku, tadi ngaji atau engga. Takutnya kalo ngaji, hp ku jadi korban 2 hari. Tapi, hpku masih ada. Ternyata emang gak rawuh ustadznya. Alhamdulillah hp aman, tidur nyenyak. Hehe 

Pagi ini aku harus sowan ke Bu Nyai, alhamdulillah tidak ada pertanyaan lain. Malem juga ketika izin, di permudah. Karena aku izin untuk membuat KTP dan mengambil ijazah. 

Alhamdulillah hari ini cerah, walaupun tadi gerimis, cahaya matahari itu datang kembali. Tapi, ketika mau berangkat ke stasiun sekitar pukul 12.00 hujan kembali datang. Okelah aku tunggu reda dulu. Sampe Mba Muna yang mau nganter tertidur. Ngorok juga. Hahaha. Beberapa menit kemudian kita berangkat ke Stasiun Lempuyangan. 

Atas izin Allah, ada yang nyapa. Pas aku liat arah sumber suara, oalah ternyata dia teman SMA-ku yang sedang menghadiri acara di UIN Jogja. Oka, namanya. Kita pun ngobrol-ngobrol. Kebetulan kita satu kereta, tapi beda gerbong.

14.14 kereta mulai meninggalkan stasiun. Whoaaa so excited, tapi serasa pilu. Ah sudahlah, janga terlalu risau. 

Panas di pantat menjalar, ketika melakukan perjalanan selama 5 jam ini. Ingin segera membaringkan tubuh di atas kasur empuk. Tapi, alhamdulillah akhirnya aku bisa naik kereta. Setelah lamanya aku ingin mencoba naik kereta. Ah konyol sekali. 

Tiba di Banjar pukul 18.45. 

Welcome Banjar. 

Aku tidak akan lama. 

Posted in Self Challenge

Challenge #28 : My Last Day in Jogja? 

Ini cerita lanjutan dari yang kemarin. 

Allah lagi-lagi buat aku terpesona, Allah begitu sayang, sekalipun itu orang yang penuh dosa. Aku misalnya. Begitulah Maha Rahman-nya Allah. Alhamdulillah wa syukurillah. Allah tidak membuatku berlama-lama menunggu Trans Jogja. Belum 5 menit, TJ yang aku naiki datang. Aku menuju terminal Giwangan untuk transit ke 4B menuju UIN. Jalan menuju Giwangan banjir, hujan pun masih dengan setia menumpahkannya pada bumi. 

Terlihat genangan air

Masih ada orang yang rela hujanan demi mengamankan lalu lintas
Setelah turun di Halte Giwangan, aku bertemu teman kamarku, Nail, ia baru pulang dari UIN. Berniat mau cerita, trayek 4B sudah datang. Subhanallah, aku tidak perlu menunggu lama. Alhamdulillah. Aku pun naik TJ tersebut. 

Dingin dari AC nya gak kuaaaaaat
Kosong

Tanpa di luar dugaan aku tiba di UIN pukul 15.25. Padahal aku kira bakal melebihi jam 4. Alhamdulillah masih ada waktu untuk belajar dulu. Tapi, tak lama kemudian Miss Nana datang. 

“No problem if you want study first, i want pray first”

“Oh okay, I’m on periode. So, i will study”

Miss Nana pun pergi untuk sholat Ashar. Tidak terlalu jauh jaraknya. Karena aku ujian di Masjid UIN, tidak jadi ke Monalisa Cafe dekat UNY itu. 

Deg-degan banget soalnya takut gak bisa. Pas lagi baca dengan mimik serius Miss Nana datang dan langsung menasehatiku. 

“Hey, jangan terlalu serius lah. I think it easy for you”

Duh mudah-mudahan aja sih, seperti itu. Untuk ujian tulisnya tidak diberi waktu. Aku pun mengerjakan soal-soal sebanyak 20 itu. Cukup mudah. Hanya saja aku lupa tentang negara, bahasanya dan juga orangnya. Untuk ujian lisannya aku di beri waktu 2 menit untuk persiapan dengan tema “Opini tentang Yogyakarta”. Juga diberi waktu untuk bicara selama 5 menit. Alhamdulillah lancar semuanya walaupun ya sedikit berbelat-belit aku bicaranya. Haha. 

Setelah itu Miss Nana pamit pulang dan bertanya aku mau pulangnya kapan. Oh iya, sebelumnya aku bercerita tentang misi aku. Tentang kepulanganku. Tentang semuanya. Yang tidak pernah aku ceritakan kepada orang-orang se-pondok. Teman kamar pun belum tahu. 

Selesai ujian langsung selfie. Maafkan mukaku kucel sekali
Aku bilang ke Miss Nana kalo aku pengen makan di luar. Eh akhirnya di ajak Miss Nana buat makan bareng. Alhamdulillah. Nikmat Allah manakah yang kamu dustakan, Fet? Aku makan di Warung Seblak Sundanese dekat UIN, menunya ada Geprek Keju. Kebetulan aku mintanya sama Miss Nana pengen makan Geprek Keju. 

Geprek with Mozzarella
Cukup kenyang. Tapi, menurutku bumbunya kurang. Dan Mozzarella nya itu lho, beuuuuh. Cukup dengan membayar 18k, kita sudah mendapatkan es teh plus nasi. Nikmat. Setelah itu Miss Nana mengantarkan aku ke Halte. Aku menaiki 1A untuk transit ke Malioboro menggunakan 3A. Lagi-lagi aku tidak perlu menunggu terlalu lama. Alhamdulillah. 

Suasana TJ di sore menjelang malam itu
Suasana Jogja, mungkin aku akan rindu
Malam di Jogja kali ini sedikit sendu. Entah kenapa. Lagu yang selalu mengiri di bus ini biasanya lagu-lagu Noah atau Peterpan, kesukaanku. Tapi, sekarang lain. Membuat aku enggan untuk meninggalkan Jogja. Ah kasih Jogja. Aku akan kembali.  

Hidup ini penuh misteri, tak perlu banyak penjelasan. Cukup Pamit dan ucapkan selamat tinggal. 

Posted in Self Challenge

Challenge #27 : When Rain was Fall, and I Love it

Sejak pagi tadi sepulang lari, hujan tidak berhenti sampai saat ini jam 14.33. Puncaknya tadi sekitar jam 9an. Awalnya punya niat untuk mandi tapi, Allahu akbar untuk menginjakkan kaki di lantai saja dinginnya minta ampun. Akhir-akhir ini Jogja emang hujan terus dan sangat dingin, sekitar 25°C. Hari-hari biasa, biasanya sampe 33°C. Setelah makan pagi tadi, aku hanya tiduran di lantai tanpa alas. Lama kelamaan tubuhku menggigil kedinginan. Akhirnya aku mengambil selimut A’yun untuk di jadikan alas, kujadikan bantal Mba Tamah jadi tempat kepalaku. Aku hamparkan selimut tersebut lalu aku berbaring di atasnya dan aku mengambil sisa selimut tersebut untuk di jadikan penutup tubuhku. Jadilah selimut itu sebagai alas dan the real blanket. Kerjaanku hanya tiduran, mainin hp padahal chat tidak kunjung datang. 

Eh Mba Tamah menawarkan aku makan mie instan. Karena tidak boleh menolak rezeki, aku pun makan. Hanya sedikit. Akhirnya aku balik lagi ke tempat berlayar (Amazing Blanket). 

“Fet, kok udahan. Ini abisin. Aku kenyang” ucap Mba Tamah. 

“Oke tenang”

Akhirnya aku balik lagi ke tempat dimana mie itu berada. 

“Lho kok masih banyak” ucapku. 

“Halah paling juga abis” sindir A’yun. 

“Hehe pencitraan doang tadi”. 

Bagaimana kelanjutannya? Aku memakan mie instan tersebut yang di tambahkan tic-tac dan bon cabe *mohon maaf saya tidak di endorse*.

Aku kembali ke tempat pelayaran dan men-charger hpku karena nanti akan ada ujian English Cafe. Aku baca-baca materi, tetapi mataku tidak bisa di ajak kompromi akhirnya aku tertidur.  

Bangun tidur pas adzan Dzuhur dan hujan enggan berhenti. Aku bingung dan berdo’a semoga ujian hari ini lancar dan tidak boleh ada acara pembatalan. Aku telfon dulu lah Bapak, minta ridhonya semoga ujiannya lancar. Pas telfon malah nanya lagi dimana. Mungkin di kiranya aku pulang hari ini. Aku jawab ya masih di asrama. Aku bilang belum ujian, mau berangkat tapi hujan. Bapak juga bilang mengenai kepulanganku. Ya, aku suruh pulang. Dan mungkin tidak akan kembali. 

Pas cek hp. 

Liat WhatsApp dari Grup English Cafe, ujian di undur jadi hari Sabtu. Bingung. Padahal aku udah pesen tiket. Kemungkinan aku terjadi. Tuhkan pasti ada acara cancel-cancel-an. Ya Allah, aku harus gimana. 

Pasrah saja lah aku. Mungkin tidak bisa mengikuti ujian. Aku bilang ke Chef Nana (Tutor) juga ke grup. 

Alhamdulillah Allah masih sayang sama Fetty. 

Khusus kamu ujian hari ini ketemu di Monalisa Cafe jam 4 deket UNY. 

Aku langsung siap-siap setelah melihat kabar baik dari Miss Nana. Tak lupa aku membawa payung karena berniat untuk jalan dari asrama sampe halte. Padahal jarak lumayan cukup jauh. Soalnya takut seperti kejadian dulu. Ga ada Go-jek yang mau kalo lagi hujan. Tapi, aku mencoba untuk cari driver. Lagi-lagi Allah masih tetap sayang sama Fetty yang penuh dosa ini. Nemu driver. 

Walaupun memakai jas hujan, hujan tetap menampar wajah. Tapi, aku bersyukur karena Allah memberikan banyak nikmat hari ini. Aku suka hujan. Ternyata diem di rumah ga enak. Kamu perlu berjalan keluar. Menikmati setiap turunnya hujan. Walaupun kakimu akan gatal terkena air kotor, percayalah hatimu akan tenang. 

I love rain. 

Last day, November 28th 2017

Posted in Self Challenge

Challenge #26 : The Productive Morning Routines 

I love it. Yeah I love the productive activities. I’m so bored if I not doing activities. 

Today, I’m woke up at 5 o’clock because I’m on periode. As usual I went to bathroom for toothbrush And then i go to mushola for PQ (Reading Holly Qur’an). Because I’m on periode, so i can’t reading qur’an but reading asmaul husna. My friend and I went to Minggiran field for Jogging. 

But the weather is bad. And the atmosphere in Minggiran field is quiet. But we still enjoy for Jogging. Eh i think I’m not Jogging but walking 😥

Hehe maaf maaf aja nih kalo bahasa inggrisnya acak-acakan. Nah, lanjut aja kan ya. Pake indo aja deh. Hehe

Baru satu putaran berjalan, hehe. Aku males buat lari soalnya licin dan aku pake sandal, sepatuku rusak. Gerimisnya berbondong-bondong menghujam bumi. Aku pun menghentikan aktivitasku dan menunggu Muti, yang masih asyik berlari. 

Setelah berlari, kita pergi ke Angkringan sambil menikmati gerimis. Tidak terlalu deras menurutku. 

Si Mbah yang baik hati. Kita beli nasi kucing dan gorengan. Terkadang gorengannya suka di kasih bonus dan ngasihnya gak dikit, terbilang banyak lah ya. Kadang 3 atau 4. Setelah itu pulang. Nyampe asrama, langsung hujan deres. Alhamdulillah kita selamat 🙌

Let’s tell me you’re morning story! 

Posted in Self Challenge

Challenge #25 : Dara Haruka Nara

Dara panggilannya. Keponakan kesayanganku. Dari Kakakku yang ke-2. Dia lahir pada tanggal 22 Mei 2014. Dara di ambil dari nama sebuah lagu Noah kala itu, karena Ayahnya (Kakakku) suka sekali dengan Noah. Haruka di ambil dari member JKT 48, dan karena ibu dan ayahnya suka dengan Haruka, Nara entahlah dari apa. Ataukah ada nama Nara di film Naruto? Soalnya ayahnya suka juga dengan Naruto. 

Hari yang lalu, Dara menangis gara-gara aku harus pulang. Sampai bibinya (Wina, adikku) menghubungiku untuk video call. Ibunya juga. Tenang, Ra, bibi pulang. 

Dia itu anak yang aktif, gak bisa diem. Kebiasaan kalo udah di rumah sukanya main ke kamarku, dan ngobrak-ngabrik make-up. Brush yang aku punya di jadiin mainan buat dia pake make up. Aku lagi maskeran, selalu di bilang monster. 

Kala itu, mungkin karena dia masih kecil, dan jarang ketemu aku, karena aku mondok, dia tidak mau bersamaku. Huhu sedih. 

Gemesh banget sama ponakan aku yang satu ini. 

Udah kek orang dewasa

Senyumanmu mengalihkan duniaku

Di acara syukuran ulang tahunnya yang ke-3

Lucu banget

Posted in Self Challenge

Challenge #24 : Tergesa-gesa Dalam 5 Hal

Dalam sebuah hadits di sebutkan : 

العجلة من الشيطان

Tergesa-gesa merupakan dari Syetan. 

Dalam hadits tersebut di lanjutkan kembali kalimatnya yaitu :

 الا في خمس مواضع فانها من سنن ر سول الله صلي الله عليه و سلم

Kecuali dalam 5 tempat yaitu dari sunnah Rasulullah SAW. 

1. Memberi Makan Tamu

Abu Hurairah r.a dari Rasulullah SAW bersabda :

من اطعم اخاه المسلم شهوته حرمه الله تعالي علي النار

Barangsiapa yang memberi makan saudara muslimnya maka Allah mengharamkan baginya neraka. 

Subhanallah. Allah mengharamkan neraka bagi orang yang memberi makan saudaranya. Kebaikan yang mungkin sering kita lakukan tapi, tidak terasa faedahnya begitu besar. Nah, mungkin ini pelajaran untuk kita agar kita selalu ikhlas dalam berbuat. Salah satunya memberi makan saudara se-muslim. Jika kita selalu merasa tidak ikhlas saat memberi makan, atau merasa nanti kita makannya tidak akan kenyang, cobalah untuk tidak serakah. Bantu yang lain. Saling cicip mencicipi juga.

Mari, kita bantu saudara kita, dan teruslah saling berbagi. 

2. Merawat Mayit

Merawat di sini maksudnya adalah kewajiban bagi orang yang masih hidup untuk mengurus mayit, seperti memandikan, mengafani, menyolati sampai menguburkan mayit. Itu semua dilakukan sesegera mungkin. 

“Bagaimana kalau mayatnya dikuburkan 1 hari kemudian karena sanak saudaranya belum hadir?”

Jika saudaranya mengizinkan untuk di kuburkan langsung, ya harus sesegera mungkin untuk melaksanakan penguburan. Tapi, apabila saudaranya tidak mengizinkan, harus menunggu terlebih dahulu. Karena ini juga tidak termasuk wajib dalam menyegerakan penguburan, tapi sunnah. 

Sunnah adalah jika dikerjakan mendapatkan pahala, jika tidak dikerjakan tidak mendapatkan apa-apa. 

3. Menikahkan Anak Perempuan 

Poin ke-3 dalam tergesa-gesa adalah menyegerakan anak perempuannya untuk menikah dengan syarat sudah mencapai baligh. 

*Hayoloh, Mah. Aku kapan di segerakan. Eh*

4. Membayar Utang 

Membayar utang wajib hukumnya. 

Sering sekali dalam kehidupan ini saling utang-piutang. Jikalau sudah mampu untuk membayar, cepatlah bayar. Kalau perlu di catat, agar tidak lupa utang kita berapa ke siapa. Karena ada sebagian orang yang malu untuk menagih utangnya. Aku contohnya. Takut kalau misalkan orang itu lagi benar-benar tidak punya uang, takut menjadi bebannya, tapi sebenarnya lebih takut lagi kalau dia di siksa gara-gara utang yang belum dia bayar, di akhirat nanti. 
5. Menyegerakan Taubat dari Dosa Yang Sudah Berlalu 

Dalam sebuah hadits di riwayatkan Ibnu Umar r.a mendengar Nabi Muhammad SAW mengucapkan :

 رب اغفرلي و تب علي انك انت التوابالغفور

(Rabbig firlii wa tub ‘alayya innaka antat tawwabul ghafur) 

Do’ a tersebut dilakukan sebanyak 100x.

Masya Allah, Rasulullah sudah di jamin masuk surga, beliau sudah di hapus dosa-dosanya, beliau suci tapi masih tetap memohon ampunan kepada Allah. Coba lihat kita. Kita belum di jamin masuk surga, selalu melakukan dosa, kesucian kita belum terjamin, kita kotor, tapi memohon ampun kepada Allah kita jarang atau bahkan tidak pernah? Sungguh sombong. Sombong sekali kita ini. Sombong!!! Berdo’a tidak pernah, sombong!!! 

Siapa kita ini? Dari mana kita ini? Untuk apa kita hidup? Apa tujuan kita sebenarnya? 

Sungguh kita melupakan itu semua. 

Mulai detik ini, coba untuk memperbaiki diri. Siapa sih kita ini? Kita hanyalah makhluk yang di ciptakan oleh Allah dari bahan yang menjijikan tapi kita di golongkan ke dalam kategori makhluk yang paling mulia. Kita di beri nafsu, pikiran, hati. Untuk apa semua itu? Untuk berfikir, Allah lah yang meminjamkan semua ini. Untuk apa kita di ciptakan? Tidak lain adalah untuk beribadah. Masih sibuk dalam urusan duniamu? Masih sibuk memenuhi hawa nafsumu? Kita sedikit bersyukur. Tidak pernah puas dengan apa yang ada. Intropeksi lagi. Intropeksi lagi. 

Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik. 

(sumber : Kitab Nashoihul ‘Ibad) 

Wallahu a’lam bishowab.