Posted in Qur'an Is My Life

Tips dan Trik Menghafal Al-Qur’an

Setelah mengetahui betapa pentingnya, betapa agungnya menghafal qur’an, kali ini aku akan berbagi tips menghafal qur’an yang memang cocok untuk aku sesuai dengan kemampuanku. Menghafal sebenarnya tidak perlu cepat-cepat. Menghafal itu harus faham juga apa yang kita hafal. Nikmati setiap prosesnya, hafalkan meski tidak hafal-hafal.

Sebelum ke inti, aku akan memberi tahu qur’an apa, sih yang enak untuk menghafal? Menurutku, dan yang sekarang aku pakai adalah qur’an dari Syaamil Qur’an yang Tikrar.

Nah, biasanya aku memakai qur’an itu, jadi memudahkan dalam menghafal. Untuk tata caranya kita akan bahas di tips menghafal berikut ini.

1. Niat

Benahi niat terlebih dahulu. Karena Allah, semuanya hanya untuk Allah, dan yakin bahwa kamu pasti bisa. Kamu pasti bisa menghafalkan 30 juz dengan hafalan yang mutqin. Aamiin.

2. Baca Terjemah

Karena menghafal bukan sekedar menghafal saja, jadi wajib sekali untukembaca terjemahan terlebih dahulu. Qur’an yang di pakai bisa apa saja tapi di rekomendasikan terjemahannya yang per kata, agar membantu kita mengetahui pet katanya, insya Allah. Waktu yang di butuhkan tidak lama, kok. Biasanya hanya 5 menit saja sudah cukup.

3. Mengulang-ulang

Ini metode paling ampuh bagi semua kalangan. Dengan mengulang-ulang, otak kita seperti merekam apa yang kita ucapkan dan apa yang kita lihat. Masuk ke metode menghafal menggunakan qur’an hafalan Tikrar, seperti gambar di atas, dalam 1 halaman, terdapat 4 maqra (blok). Ini memudahkan kita untuk membagi-bagi dalam pengulangan. Setiap 1 maqra atau blok yang berwarna putih dan biru, dilakukan pengulangan 40 kali. Tapi, karena aku dikejar waktu, harus setoran 1 hari 1 halaman dan belum lagi muroja’ah, aku melakukan pengulangan sebanyak 20x. Itu pilihan kamu, tapi yang baik adalah 40x pengulangan. 10x pengulangan di baca dan 10x selanjutnya tanpa melihat, atau 30x selanjutnya tanpa melihat untuk yang melakukan 40x pengulangan. Tapi, ini juga tergantung kemampuan masing-masing.so, keep enjoy.

Setiap melakukan 5 pengulangan biasakan di beri tanda pada kolom yang di sediakan, untuk simbolnya bebas. Aku biasa menggunakan bintang, kadang kalau lagi alay pake love. Di atas halaman aku juga selalu menambahkan motivasi untuk diri sendiri. Hehe. Maklum jomblo.

Setelah selesai di blok yang pertama lakukan ke blok selanjutnya sampai 1 halaman. Atau kalau hanya bisa 1/2 halaman saja, tidak apa-apa. Yang penting istiqomah.

Oh, iya. Ciptakan suasana menghafal yang nyaman. Duduknya nyaman, tidak berisik, adem. Biasanya aku suka sambil minum kopi, atau minuman lainnya agar lebih konsentrasi, asal jangan minum yang haram, saja ya. Hehe.

Ya, begitulah tips-tips menghafal dariku. Ingat, hafalkan meski tidak hafal-hafal, karena hafalan ini datangnya dari Allah, jadi memohonlah kepada Allah agar semuanya di mudahkan dan di lancarkan, jangan lupa juga meminta doa dari kedua orangtua.

Wallahu a’lam bish-showab.

Advertisements
Posted in Qur'an Is My Life

Lelah Tapi Lillah Bersama Qur’an

Pernah gak, sih kamu menghabiskan waktu bersama qur’an? Sampai merelakan waktu mainmu terpakai untuk qur’an? Waktu nongkrongmu di pakai untuk qur’an? Maasya Allah ya? Jangan sampai kawan-kawan justru waktu mainnya terpakai habis sia-sia, banyak nongkrong, tidak dekat dengan Allah, mainnya di cafe bukan itikaf di masjid. Masa mudanya terbuang sia-sia.

Ah hidup hanya sekali, nikmatin saja. Enjoy broooo!

Lho, justru itu, hidup di dunia memang sekali, tapi kan ada kehidupan lagi nanti di akhirat? Percaya, gak kalau ada kehidupan setelah kita mati. Di hari nanti, setelah kematian, kita di bangkitkan lagi. Hidup di alam baru. Namanya alam akhirat. Keimanan kita, nih yang perlu di pertanyakan. Percayakah dengan adanya hari akhir? Harus percaya. Coba, deh baca qur’an terjemahan. Resapi. Baca yang bener. Banyak sekali Allah menginformasikan kepada manusia (ps: ingat ya manusia, bukan hanya muslim saja) bahwa adanya hari kiamat, hari akhir, hari pembalasan, ada semuanya. Dijelaskan semuanya. Bahkan sampai gambaran surga dan neraka yang maasya Allah kalau di bayangkan gak pernah terbayang keindahan di surga dan kekejaman di neraka. Di Qur’an semuanya sudah ada. Memang jelas-jelas Qur’an itu adalah pedoman hidup bagi manusia. Manusianya saja yang tidak mau membaca pedoman hidup, jadinya hidup berantakan. Tidak tahu arah dan tujuan. Coba, kalau kamu mempunyai hp baru, untuk menghidupkan hp itu kamu tidak tahu harus apa. Pastinya dalam kardus hp terdapat buku petunjuk. Kamu baca cara menghidupkan hp, setelah di baca di praktekkan langsung, akhirnya hidup tuh hp. Qur’an pun begitu. Sama halnya seperti buku petunjuk penggunaan hp. Insya Allah, atas izin Allah semuanya clear dengan Qur’an. Yang penting kita yakin. Yakin kalau Qur’an adalah kalam Allah, karena tidak mungkin kalau kita mempunyai masalah terus minta tolong sama Allah, Allah yang langsung nasehatin. Tapi, nasehatnya sudah terkumpul dalam syair-syair bait-bait yang indah dalam Al-Qur’anul Karim.

Jika petunjuk hidup semuanya ada di dalam Qur’an apakah kita bisa membawa Qur’an kemanapun kita pergi?

Tentu bisa. Yang tidak bisa adalah kita tidak mungkin selalu membawa mushaf. Mau zakat buka-buka dulu qur’an tentang zakat. Mau ke sekolah buka-buka dulu tentang mencari ilmu. Ribet. Tapi, dengan menghafal, dan hafalannya mutqin atau kuat. Maasya Allah. Tenang, dah hidup. Allah akan memuliakan seorang penghafal qur’an di dunia maupun di akhirat. Di dunia, banyak yang penghafal qur’an bisa keliling dunia berkat qur’an, biidznillah. Dapet beasiswa kuliah di luar negeri, banyak. Sukses bisnisnya, menjadi terkenal, banyak. Para ilmuwan pun banyak yang merupakan seorang penghafal qur’an. Itu baru dunia, akhiratnya, makin kece lagi. Tapi, jangan sampai niat untuk menghafal tercemari oleh keinginan dunia saja. Ikhlaskan menghafal hanya untuk Allah. Hanya untuk mencari ridho Allah. Di akhirat di beri mahkota dari cahaya. Sebelumnya kawan-kawan punya mahkota dari cahaya? Atau mahkota dari emas, aja dulu lah. Ada, gak? Gimana, tuh rasanya pakai mahkota dari emas? Uh bangga mungkin, ya. Sudah di beri mahkota, di beri jubah. Tidak hanya dirinya sendiri tapi orangtuanya juga. Dibawa seluruh keluarganya berduyun-duyun, bergandeng tangan melewati surga-surga lain sampai akhirnya berhenti di surga paling tinggi bersama Rasulullah. Maasya Allah. Siapa yang senang? Kita sendiri. Di hari nanti tidak akan menyesal karena masa mudanya dipakai untuk menghafal qur’an. Kantuknya ia tahan, laparnya ia tahan, suaranya sampai serak, bibir pecah-pecah sariawan, waktu nongkrong tidak ada, qur’an teruuuus. Allaaah terus. Walaupun ingin menangis karena susah menghafal, disitulah kenikmatannya. Bahkan jangan khawatir, balasannya surga.

Bagaimana? Masih ingin menjadi pemuda yang waktunya terbuang sia-sia? Ayo kita ke surga bareng-bareng. Penuhi surga jangan penuhi neraka.

Wallahu a’lam bish-showab