Posted in curhatan santri

Ayo Mondok!!!

Awalnya, aku tak pernah terbersit dalam benakku untuk mondok di Kota Metropolitan. Padahal, impianku adalah bisa mondok di Bandung. Allah merencanakan yang lain, aku di takdirkan mondok dimana jika aku menyebutkan kotanya pasti dikira tujuannya adalah untuk bekerja. Hm, Bekasi. Memang gudangnya orang pekerja. Seperti perkiraan sebelumnya dengan Jogja, cuacanya akan panas sekali, gerah, polusi udara, dan berbagai perkiraan lain. Jika dengan Jogja perkiraan yang aku pikirkan adalah salah, tapi tidak dengan Bekasi. Memang begini, Bekasi. Panas, gerah, kipas angin berputar terus selama 24 jam, tidak pernah merasa dingin, dan kalaupun hujan itu sebuah keajaiban bagi kami. Walaupun sekarang masuk musim hujan, disini masih jarang hujan. Hanya langit yang berwarna abu-abu dan matahari tidak lagi memancarkan sinarnya yang terasa panas sampai ubun-ubun. Bahkan santri baru mengatakan, sandal cepat kotor di karenakan debu-debu Bekasi. Tentang Bekasi, kenapa selalu buruk?

Allah pasti memberikan kelebihan juga kekurangan. Nah, itu salah satu kekurangan Bekasi. Kelebihannya adalah masjid disini makmur. Makmur di penuhi kalangan muda dan tua. Organisasi atau komunitas remaja masjidnya pun aktif mengadakan kegiatan sosial seperti kajian, bedah buku atau yang lainnya. Kaum yang sudah tidak dibilang muda pun masih ada wadah yang menampung untuk belajar tahsin (memperbaiki bacaan Al-Qur’an), dan juga belajar ilmu agama. Anak kecil apalagi, banyak sekali tempat untuk mereka belajar baca Al-Quran, dan belajar ilmu agama. Sekolah Dasar yang menunjang pelajaran seperti itu pun banyak, biasanya hanya orang yang perekonomian tinggi yang menyekolahkan anaknya ke sekolah yang berbasis Islamic School. Alhamdulillah, tempat untuk menghafalkan Al-Qur’an juga tersedia. Bahkan, gratis. Tanpa biaya pendaftaran, ataupun bulanan. Ya, itulah tempat kami.

Foto bersama Santri Akhwat dengan Umi

Pondok Pesantren yang di bawah bimbingan Ustadzah Umi Masbahah atau yang akrab dipanggil Umi dan juga Ustadz Najib Zaini yang akrab di panggil Abi ini menyediakan tempat untuk para huffadz, baik yang belum mempunyai hafalan ataupun yang sudah mempunyai hafalan. Tapi, pondok ini hanya khusus untuk menghafal jadi tidak di sediakan yayasan untuk sekolah formal. Usia santri yang ada pun beragam. Dimulai dari yang belum tamat SD sampai yang sudah berpengalaman banyak seperti usia 30an. Memang, Umi tidak membatasi orang yang ingin menghafalkan Al-Qur’an. Kami diberi fasilitas yang nyaman. Asrama kami sekarang baru ada 4. 1 asrama ikhwan dan 3 asrama akhwat. Untuk hafalan, Umi tidak mentargetkan. Hanya saja setiap setoran hafalan baru itu minimal 1 halaman. Sedangkan untuk setoran hafalan Sabiq, yaitu setoran juz yang sedang kita hafalkan minimal 2 halaman atau 1 lembar. Setoran hanya dari hari senin sampai kamis. Sedangkan hari lainnya kajian kitab. Untuk masalah hp, kami diberi keringanan memegang hp 1 minggu sekali. Jadi, kami tidak terlalu terkekang dengan aturan, tapi harus bisa mengatur waktu secara mandiri. Bisa juga sambil kuliah, asalkan mengambil kelas karyawan. Karena hanya jum’at sampai minggu libur setoran. Pergi keluar pun biasanya diizinkan asal tidak boleh sendiri. Dikarenakan di Kota rawan sekali penculikan. Iya, penculikan gadis cantik. Hiiiy serem, ya. Hehehe becanda, jangan terlalu serius gitu, ah.

Tertarik untuk menjadi penghafal Al-Qur’an? Ayo niatkan dan do it. Insyaallah menghafal Qur’an adalah cara untuk meraih SurgaNya. Karena akhirat kekal sifatnya dan dunia ini fana.

Wallahu a’lam.

Advertisements
Posted in curhatan santri

Si Akang Viral

Syairan ini sempat viral beberapa minggu kebelakang. Video yang awalnya dinyanyikan santri putri dari Sunda ini jadi banyak yang mengikuti dan banyak juga jawaban aneh dan lucu dari santri putra.

Aku dan kawan-kawan Bait Ahlil Qur’an sengaja ikut meramaikan syairan santri ini.

Berikut videonya semoga terhibur.

Lirik :

Aduh akang, Eneng rindu

Ka Akang nu sok ngarayu

Nu sok ngomong I love you

Jawab Eneng I love you too

Pan bareto Akang ntos janji

Bade sahidup samati

Bade nyandak wali ka bumi

Tapi dugi ayeuna can pasti

Eneng ngantosan di bumi

Akangna can dugi dugi

Nu sanesna kantos ka bumi

Tapi Eneng emut ka Akang.

Syairan tersebut menceritakan kerinduan si Eneng pada si Akang yang suka merayu dengan kata I Love you, lalu si Eneng menjawab I Love you too. Si Akang menjanjikan untuk sehidup semati, lalu mau bawa wali ke rumah tapi sampai sekarang belum pasti. *Uhuuuuk*

Si Eneng menunggu kedatangan si Akang di rumah, tapi si Akang nya belum nyampe juga. Yang lain sudah pernah ada yang datang ke rumah, si Eneng nya masih inget sama Akang.

Mengharukan, ya.

Apalagi yang mengalami. Ya menunggu memang sakit kalau tanpa kepastian.

Posted in curhatan santri, Daily Life, Sharing

Gelato is Delicious but… 

Gelato dan es krim itu beda ya. Gelato murni terbuat dari susu, gula, kuning telur dan buah-buahan sedangkan es krim terdapat tambahan krimnya. Melihat dari kadar lemak, es krim lah yang banyak terdapat lemak sedangkan gelato tidak. Lemak yang terdapat dalam gelato merupakan lemak nabati yang didapatkan dari susu dan buah-buahan. Jadi, bagi para wanita yang sedang menjalani diet mungkin gelato salah satu saran yang baik. 

Hampir semua orang tau kan kalo Gelato lagi hitz. Makanan khas dari Italia ini sudah menyebar di mana-mana. Rasanya yang wenak dan seger bisa bikin kamu lupain mantan. Ehhh… Nah beberapa hari yang lalu aku pergi ke tempat Gelato yang terkenal di Jogja, yaitu Tempo Gelato. Tempatnya berada di jalan Prawirotaman yang menjadi pusat para turis. Banyak sekali cafe cafe yang menjual berbagai makanan mulai dari western food sampe local food. Salah satu tempat yang paling digemari adalah Tempo Gelato. 

Tempat yang berukuran sedang dengan para pembeli yang bejibun ini membuat kurang menikmati si gelato ini. Lebih enaknya sih makannya sambil jalan-jalan gitu menyusuri jalan Prawirotaman. Harga Gelato ini mungkin bisa dianggap murah, tapi bagiku ini mahal. Karena prinsip murah bagiku adalah 20k ke bawah. Hahaha. Lupakan. Gelato yang memakai cone harganya 25k sedangkan yang memakai wadah ukuran small harganya 35k kalo yang big sekitar 100k kalo ga salah. Rasanya pun bermacam-macam. Kalian bisa pilih 2 rasa setiap pembeliannya. Yang aku pilih waktu itu ialah matcha dan dragon fruit.

Dah gitu aja tentang gelato yang menurutku enak tapi mahal 😂