Diposkan pada Qur'an Is My Life

#CGF : Yang Sering ditanyakan

Catatan Gus Faqih kali ini adalah mengenai hal yang sering ditanyakan. Karena, semua orang pasti ingin menghafal secara sempurna, baik, hafalannya bagus, maka dari itulah muncul sebuah pertanyaan untuk memberikan solusi tentang keadaan dirinya. Pertanyaan ini pun sering sekali aku tanyakan pada guruku. Sebenarnya jawabannya sederhana. Tapi, kita cek dulu, yuk beberapa catatan dari Gus Faqih.

  • Nderes juz awal, akhir keteteran. Nderes akhir, awal keteteran. Pripun solusinya?

“Hehe. Pengalaman saya dulu”. Wah ternyata Gus Faqih juga mengalami hal yang sama. Tapi, memang hampir semua orang pasti merasakan. Karena menghafal itu tidak mungkin langsung lancar di hari itu. Kalau langsung lancar, mungkin kita tidak pernah mau lagi untuk nderes, wong udah lancar kok. Jadi, teruntuk teman-teman yang mengalami seperti ini, kalian tidak sendiri. Yuk berusaha lebih keras lagi, murajaahnya ditingkatkan lagi, kurangi waktu mainnya, gunakan waktunya, prioritaskan diri kita hanya untuk mencari ridho Allah dengan cara terus bersama Al-Qur’an. Insya Allah, kalau seperti itu, hafalan pun akan dengan mudah bersemayam dalam hati.

Gus Faqih menyebutkan, sebagai penghafal Al-Qur’an, dalam kondisi apapun, milikilah 3 macam pembagian waktu dalam seharinya.

  1. Waktu untuk menambah hafalan
  2. Waktu murajaah hafalan yang sudah lancar
  3. Waktu murajaah hafalan yang belum lancar

Dalam pembagian waktu, setiap orang pasti berbeda. Jadi, kita harus pintar dalam mengatur waktu, mengatur strategi supaya hafalan kita tetap lancar. Tips yang di berikan beliau adalah satu hari minimal murajaah 3 juz, dilakukan kapan saja, yang terpenting nyaman. Kan, kalau nyaman pasti enggan untuk berpaling, hehe. Lalu waktu untuk menghafal, minimal 1 halaman. Gus biasanya menghafal setelah Sholat Subuh, kemudian setelah Sholat Dhuha, barulah ia melancarkan hafalan yang belum lancar. Istiqomah terus dengan estimasi waktu ideal masing-masing. Meskipun ayat yang belum lancar kita ulang lagi, kemudian hafal, tapi di keesokan harinya tidak lancar, tenang, jangan sedih. Mungkin Allah sedang rindu padamu. Asalkan kita istiqomah melaksanakan yang sudah kita rancang, insya Allah, Allah mudahkan semuanya. Tidak akan ada yang sia-sia.

  • Lupa ayat di awal halaman

Pasti ini sering terjadi. Lupa ayat di awal halaman. Makanya, kalau ada musabaqoh, pasti yang diuji dari ayat akhir pada halaman tersebut lalu disambung ke halaman selanjutnya, dan kalau tidak terlatih ya pasti bingung. Ada beberapa tips dari Gus Faqih mengenai masalah ini :

  1. Melancarkan 1 juz dengan bertahap. Misalnya dilancarkan 1/4 juz terlebih dahulu atau 5 halaman lalu 10 halaman.
  2. Menulis tiap ayat awal halaman lalu kita hafalkan urutannya
  3. Serung mengulang-ulang. Sering mengulang juz tersebut pasti pada akhirnya ayat awal halaman juga akan hafal. Cinta datang karena terbiasa, hehe. Ini kutipan dari si penulisnya.
  • Mengatasi ayat yang kembar

Wah ternyata bukan manusia saja yang punya kembaran. Bahkan ayat Al-Qur’an juga punya kembaran. Terkadang enak kalau menghafal hafalan baru ketemu ayat yang mirip dengan yang sudah kita hafalkan sebelumnya. Namun, suka bingung ketika murajaahnya. Kalo kata orang Sunda mah, pabuliwet. Tenang, ada persoalan pasti ada jawaban.

  1. Hafalkan baris/letak ayat. Karena itu, salah satu kunci utama menghafal adalah tidak berganti-ganti mushaf. Karena setiap mushaf biasanya beda cetakan, letak barisnya juga berbeda. Jadi, setialah dengan satu mushaf, jangan ganti-ganti.
  2. Jangan bosan mengulang.

Karena memang inti dari menghafal adalah tidak bosan mengulang hafalan. Ulang, ulang, ulang terus.

Ustadz Moh. Najib Zaini
  • Gus, bagaimana caranya agar nderes tetep asyiq?

Selain kita tanamkan rasa syukur dalam diri kita, agar terasa nikmat ketika nderes, ya nderes saja. Lancar gak lancar tetep nderes.

Meskipun awalnya terpaksa, nanti lama-lama akan terbiasa. Kenikmatan akan datang ketika kita terus berinteraksi dengan Al-Qur’an, sehingga Al-Qur’an menjadi teman karib, pasangan utama dan curhatan hati kita.

  • Pas nderes lancar pas tasmi’ ambyarrr

Ada yang pernah merasakan juga? Tasmi’ adalah sebuah kegiatan memperdengarkan dan mendengarkan hafalan. Biasanya dilakukan oleh dua orang atau lebih. Yang bikin deg-degan biasanya kalau di dengarkan oleh banyak orang. Udah nderes udah yakin lancar, eh pas tasmi’ berlangsung, karena grogi hafalannya malah ambyar. Mungkin beberapa tips di bawah bisa membantu.

  1. Murajaah dengan suara lantang
  2. Jangan di biasakan menggantungkan hafalan dengan memegang mushaf. Sesering mungkin, jika hafalan sudah dirasa lancar, maka murajaahlah tanpa melihat mushaf.
  3. Baca ayat-ayat yang baru kita hafal di waktu sholat Sunnah. Insya Allah jika terbiasa, kita tidak minder bacaan kita di simak orang lain.

Ayo, semangat nderes. Harus paksakan diri kita agar lebih giat lagi. Karena bagaimanapun tips yang sudah kita baca, sebagus apapun itu, kalau tidak mulai, tidak ada dorongan dari diri sendiri, akan percuma. Yuk, semangat semangat. Semua pasti berat di awalnya saja. Kalau udah terbiasa pasti enjoy.

Semoga bermanfaat. Terima kasih 🙌

Diposkan pada Qur'an Is My Life

#CGF : Menjaga Hafalan

Halo teman-teman!

Setelah kemarin membagikan postingan tentang bagaimana menghafal Al-Qur’an, sekarang waktunya membagikan postingan tentang bagaimana menjaga hafalan. Agar apa yang kita cari tidak hilang, yang di kejar tidak lari. Jangan seperti lagunya Kunto Aji “yang di cari hilang, yang di kejar lari, yang ditunggu yang di harap biarkan lah semesta bekerja”.

Poin terpenting dari menghafal Al-Qur’an adalah menjaganya. Karena, jika seseorang hanya mengandalkan menambah dan menambah hafalan, tanpa menjaganya, tanpa mengulang hafalan tersebut, akan tersisa apa dari hafalan itu?

Hafalan yang dijaga aja masih timbul tenggelam

Apalagi yang tidak dijaga?

Tenggelam berapa jauh?

Fettyls

Menurutku menghafal Al-Qur’an itu lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas. Jangan hanya mengejar garis finish yaitu 30 juz, tapi tidak pernah menjaganya. Karena yang baik adalah terus menambah hafalan mengejar 30 juz dan selalu murajaah. Lebih bagus lagi, murojaahnya sampe pol-polan.

Berikut ada beberapa tips yang sudah aku rangkum dari Gus Faqih.

1. Memasang target

Untuk murajaah yang masih menghafal, masih rentan sekali lupa, memasang target adalah hal yang harus dilakukan. Target bukan hanya untuk pencapaian kita dalam menghafal, tapi dalam murajaah juga perlu. Gus Faqih menyebutkan minimal murajaah dalam sehari idealnya adalah 3 juz.

“Kalau saya dulu 5 juz sehari. Jika dalam sehari belum mendapat 5 juz, maka saya tidak tidur. Jika pas malam sudah ngantuk, dan tidak bisa di tahan (belum dapat 5 juz), ya di hitung hutang”

Sebenarnya untuk yang sudah punya hafalan lebih dari 5 juz, sebaiknya murajaah sehari 5 juz. Ustadzah Umi Masbahah guruku pun menyarankan seperti itu.

Ada kutipan dari gurunya Ustadz Ibnu Syam suami dari istri Ustadzah Nabila (juri hafidz Indonesia).

“Barangsiapa yang membaca 5 juz (murajaah), Insya Allah ia tidak akan lupa”.

2. Murajaah dengan suara keras

Agar murajaah lebih efektif, murajaah dengan suara keras pilihannya. Tapi, bukan maksud teriak-teriak ya. Nanti, bukannya nikmat murajaah malah sakit tenggorokan dan mengganggu temannya yang sedang murajaah juga. Keras dalam arti sewajarnya, melafalkan bukan murajaah di dalam hati, hanya bibir yang di gerakkan.

Jangan malu dengan teman-teman jika hafalan kita belum lancar. Jangan malu salah, tetap percaya diri untuk murajaah dengan suara keras. Namanya juga manusia, tempat salah dan lupa. Hehe

3. Hafalkan barisan di mushaf

Misalnya pada juz 1 halaman 2 baris ke-1

ان الذين كفروا
Baris ke-2

ام لم تنذرهم

Dst

Sehingga ketika murajaah fikiran kita sambil berangan-angan dimana letak ayat yang kita baca.

Sehingga penting sekali untuk menghafal hanya memakai 1 mushaf saja, tidak lebih. Karena, bedanya cetakan pasti beda pula posisinya.

4. Luangkan waktu

Kalau di tanya kapan waktu untuk murajaah? Waktu murajaah terbaik adalah ketika kita mampu meluangkan waktu untuk Qur’an.

Penting juga meluangkan waktu saat sepi, dimana kita bisa fokus untuk melancarkan hafalan yang belum lancar. Misalnya waktu Dhuha atau ba’da ashar.

5. Membagi juz-juz yang kita deres

Nderes juz-juz yang belum lancar dan juz yang sudah lancar bisa di deres secara berputar. Masalah ini next akan di bahas, ya.

Intinya, semakin banyak kita murajaah maka otomatis perputaran untuk bertemu dengan juz tersebut semakin cepat dan hasilnya (masalah lupa) bisa di minimalisir. Karena kita sering berinteraksi dengan juz-juz tersebut.

7. Jangan bosan mengulang

Pesan dari guru, KH. Moh. Najib H. Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidh Bait Ahlil Qur’an, “Tips menghafal agar bisa mutqin adalah dengan mengulang. Tidak ada cara lain selain mengulang”.

Gus Faqih juga menyebutkan “jangan bosan mengulang dan harus belajar murajaah tanpa mushaf”.

“Jika satu halaman masih ada salahnya, maka saya ulangi lagi dari awal halaman sampai tidak ada salah. Baru lanjut ke halaman selanjutnya”

Untuk ukuran salahnya, bisa di lihat ketika kita lupa atau bacaan kita salah dan sampai melihat mushaf.

8. SABAR

Murajaah yang efektif, biar lengket, mutqin, tidak mudah lupa, ya harus menjalankannya dengan sabar🙃

Nah, itu saja yang bisa aku bagikan. Semoga teman-teman makin rajin lagi murajaahnya, makin Istiqomah lagi, insya Allah dengan Al-Qur’an tidak akan ada yang sia-sia.

Semoga bermanfaat.

Terima kasih 🙏

Diposkan pada Qur'an Is My Life

#CGF : Tips Menghafal

Assalamu’alaikum teman-teman!

Aku mendapatkan banyak ilmu dari Gus Faqih. Mungkin, kalau kalian bagian dari Santri Krapyak, tahu siapa beliau. Khotimin Qira’ah Sab’ah tahun 2020. Juga, telah menjuarai MHQ hingga tingkat internasional. Maasya Allah. Perjuangannya pasti tidaklah mudah. Dulu, aku penasaran sekali dengan beliau, seperti apa, sih menghafalnya, murajaahnya? Alhamdulillah, kemarin ketika aku cek Instagramnya ada banyak jawaban yang selalu aku tanyakan pada diri sendiri. Nah, karena aku juga ingin membagikan ilmu kepada teman-teman yang pastinya sedang sama-sama mempunyai cita-cita menjadi seorang penghafal Al-Qur’an.

Maksud dari CGF di sini adalah Catatan dari Gus Faqih. Jadi, karena banyak sekali ilmu yang beliau berikan, akan aku posting di beberapa postingan sesuai tema.

Banyak sekali metode atau tips-tips menghafal atau melancarkan hafalan. Semua metode itu pasti baik dan membuahkan hasil untuk kita. Jika kita benar-benar action / setia dan selalu semangat nderes, nderes, dan nderes.

والذين جاهدوافينالنهد ينهم سبلنا وأن الله لمع المحسنين

“Siapa saja yang bersungguh-sungguh di jalanKu, maka pasti akan Ku tunjukkan atau buka jalan-jalan mereka” Q.S. Al-Ankabut : 69

Tips Menghafal

Setiap orang pasti mempunyai cara yang berbeda, dan lama kelamaan pasti akan menemukan cara menghafal yang efektik bagi dirinya sendiri. Namun, berikut Gus Faqih memberikan catatan tips menghafal ala beliau.

1. Satu halaman di baca sebanyak-banyaknya. Biasanya 11x. Ingat ayat-ayatnya sedikit demi sedikit, lalu baca lagi.

2. Hafalkan ayat per ayat. Satu ayat kita baca minimal 11-20x. Jangan pindah ayat sebelum benar-benar hafal.

3. Jika sudah lancar, lanjut ke ayat berikutnya (sama seperti cara di atas. Ulangi sampai 11-20x) sampai ayat di pertengahan halaman (misal sampai 3 ayat).

4. Lalu gabungkan dari ayat pertama sampai pertengahan halaman, tanpa melihat mushaf. Ulangi sampai benar-benar hafal.

5. Jika sudah lancar, maka lanjutkan ke ayat berikutnya hingga akhir halaman, dengan cara seperti di atas.

6. Jadi, 1 halaman di bagi menjadi 2 bagian. Kalau sudah selesai sampai akhir halaman maka ulangi lagi ayat dari bagian ke-2.

7. Gabungkan 2 bagian itu atau 1 halaman sampai lancar.

8. Jika sudah lancar, maka mintalah teman untuk menyimak. Agar kita mengetahui letak kesalahan kita.

Karena menetapnya hafalan itu dengan mudzakarah (saling menyimak).

Gus Faqih

Semoga bermanfaat.

Untuk cara-cara mengulang hafalan akan di post di postingan selanjutnya. Terimakasih untuk Gus Faqih atas ilmunya, semoga berkah, dimudahkan segala urusannya. Aamiin

Note :

nderes = Muraja’ah

Diposkan pada Daily Life

Dua Puluh Satu

Terimakasih sudah mengambil keputusan yang benar. Walaupun perjalanannya tidak akan selalu mulus. Pasti capek, harus berjuang siang dan malam, tapi yakinlah kamu kuat, kamu hebat, kamu pasti bisa. Mungkin Allah tidak akan segera membalasnya, tapi lihatlah nanti. Pasti menjadi yang beruntung. Terimakasih sudah mau banyak belajar, belajar nahan ego, belajar menjadi dewasa, belajar menjadi seorang pemimpin, belajar segalanya. Tetaplah seperti Fetty yang selalu semangat, selalu ceria, selalu memberikan yang positif kepada yang lain.

Heeey, terimakasih untuk semua tokoh yang hadir di setiap episode kehidupanku. Terimakasih untuk teman asrama yang sering mendengar celotehanku, kegalauanku, keputus asaanku, kebahagiaanku dan yang lainnya. Karena ku rasa, kalian menjadi peranan yang terpenting dalam hidup. Tumbuh bersama seirama. Semoga kita sukses bersama untuk menggapai satu cita.

Tak lupa dong, sama keluarga. Lingkungan yang paling berpengaruh dalam tumbuhnya Fetty. Maaf, banyak dari harapan-harapan kalian yang belum aku wujudkan. Menjadi orang yang selalu mengamalkan ilmunya di hadapan banyak orang bukan suatu hal yang mudah untuk di gapai. Masih dangkal ilmuku, masih tipis pengetahuanku. Semoga kalian lebih sabar dan masih mengizinkanku untuk terus merantau mencari ilmu.

Teruntuk guru-guru yang memberi banyak ilmu kepada Fetty, terimakasih. Jasamu abadi. Wabil khusus KH. A. Bunyamin Ruhiat Cipasung, Hj. Husnul Khotimah Krapyak, KH. Moh. Najib dan Usth. Umi Masbahah BAQ yang menjadi orangtua keduaku terima kasih. Terutama untuk Umi, yang paling sering face to face, paling sering memberi nasehat, tau kelakuan Fetty seperti apa, tau ilmu Fetty sampai mana dan tau kejelekan Fetty di Asrama seperti apa, terima kasih dan maaf selama ini Fetty suka nyusahin Umi. Suka nangis di depan Umi, hehe.

Yang spesial, terima kasih untuk kamu. Yang dengan adanya sesosok orang sepertu, aku mampu membuat karya untuk diriku sendiri. Mungkin, suatu hari nanti bisa di baca dan di terima oleh banyak orang. Mungkin kamu tidak merasa banyak berkontribusi, tapi tetap aku harus haturkan beribu terima kasih untukmu.

Untukmu Fe, Semoga kedepannya mampu berjuang lebih lagi untuk sesuatu yang harus diperjuangkan. Jangan pernah mengenal kata lelah. Kamu pasti bisa. Kamu mampu, Allah mampu mampukan kamu. Tetaplah menulis walau hanya bisa untuk diri sendiri terlebih dahulu. Semoga suatu saat nanti tulisanmu menjadi tanda bahwa kamu pernah ada. Semangat selalu, jangan pernah merasa tidak aman. Cahaya akan terang pada saat yang tepat, juga cahaya akan redup pada waktunya. Jadi, janganlah merasa iri terhadap apa yang mereka capai, tapi berusahalah. Bahwa kamu mempunyai jalan untuk menuju suksesmu.

Salam komorebi.
Salam lestari.

Mei 17, 2020

Diposkan pada Puisi

Klandestin

Dalam ruang ruang hampa ku berpasrah
Pada cinta yang hampir punah
Kau hancurkanku tak berarah
Menyisakan sedih tak berdarah

Dalam pilu ku merindu
Padamu yang menjanjikan temu
Di malam kelabu

Dalam sujud ku bertanya
Masih adakah ruang ruang sama
Ruang ruang selesa
Untukku singgahi dengannya

Dalam Klandestin yang nestapa
Harap harap ku jadi doa
Untukmu yang disana
Yang dalam pengharapannya

Ruang rindu,
Mei 15, 2020

Diposkan pada Puisi

Gelungan Nafsu

Tak terbendung lagi
Resah, gundah
Semua terluapkan dalam luapan emosi
Sadar hati masih terdengar
Tapi pikiran tak lagi terbendung
Kilatan mata yang tak lagi teduh
Sengatan sinar mentari yang menyala
Aku dalam gelungan Nafsu Angkara
Sadar hati masih terdengar
Kalah oleh jiwa yang pasrah
Emosi tak dapat lagi tertahankan
Sepoi angin sejuk mengubah suasana
Sadar hati masih terdengar
Sadar hati sudah salah
Tersadar
Air mata penyesalan

Bjr, 18 April 2020

Diposkan pada Cerita Mereka

Dibalik Kejadian

Rumah ini di bangun tahun 1982, ketika Gunung Galunggung masih mengeluarkan sisa-sisa muntahnya. Di ceritakan Bapak, gunung tersebut masih mengeluarkan ledakan hampir 1 tahun lamanya. Abu vulkanik terus turun, sampai hari tidak pernah terlihat siang. Bapak dan teman-temannya saling menertawakan karena rambut, kulit semua berubah jadi abu-abu.

Saat pertama gunung meletus, Bapak lagi di Bandung, kerja di PT industri. Bapak juga lagi nabung buat memperbaiki rumah, karena yang Abah, Emak, dan saudaranya menempati rumah panggung waktu itu. Bapak pengen membahagiakan keluarganya dengan merenovasi rumah, pakai tembok bukan lagi pakai bambu. Perjuangan Bapak untuk membuat rumah sampai gak pernah makan enak, hobinya makan bakwan, biar hemat katanya. Uangnya disimpan di dalem tanah, biar gak ada yang nyuri. Wqwq. Oh iya, btw, Bapak ini di kenal sebagai Preman Sholeh. Suka berkelahi tapi suka ngajak pada kebaikan. Gak pernah meninggalkan sholat. Makanya, kegarangannya masih kelihatan sama orang yang baru kenal. Tapi, kalau udah di ajak ngobrol, pasti betah gak mau berhenti. Oke lanjut lagi.

Nah, karena gunung terus menerus mengeluarkan suara ledakan dan juga goncangannya, sampai hampir 1 tahun, warga yang awalnya panik akhirnya malah piknik. Ketika suara ledakan muncul, malah tertawa bahagia seperti mendengar suara petasan besok mau lebaran. Goncangan juga mungkin mereka anggap seperti goyangan yang terjadi di kapal. Alhasil, Bapak juga bisa pulang ke Tasik. Ceritanya mudik. Entah mulai kapan tepatnya membangun rumah. Katanya, rumahnya memang rapuh karena pasirnya bercampur abu vulkanik. Pembangunannya pun seperti saat malam hari, perlu penerangan lampu yang pakai minyak tanah itu, entah apa namanya. Tapi, Alhamdulillah dengan kerja keras itu, Abah, Emak seneng bisa menghuni di tempat yang layak. Juga kakak dan adiknya Bapak.

Setelah Bapak menikah dengan orang Cikarang, Bapak juga tinggal di rumah itu. Sampe akhirnya saudaranya udah banyak yang nikah, merantau, Bapak juga pindah ke rumah baru, Emak, Abah udah meninggal, tinggallah anak ke-3 dari Abah yang menempati rumah itu. Yang sering kami panggil Wa Cicih. Kebanyakan keluarga Abah pindah ke Banjar. Nah, sudah 2 tahun terakhir ini Wa Cicih ikut anak tunggalnya tinggal di Banjar, karena sekitar 3 tahun lalu suaminya meninggal.

Tapi, sayang rumah yang biasa aku dan keluarga singgahi saat lebaran, melepas penat sejenak di kampung halaman yang asri luluh lantah oleh si jago merah. Barang-barang peninggalan adik kesayangan Wa Cicih dan juga suaminya hangus terbakar. Tadi malam, saudara yang tinggal di sekitar rumah itu mengabarkan, terjadi kebakaran. Api sudah meninggi, Abangku yang di Banjar menelpon pemadam kebakaran. Akhirnya kita mengabari lewat chat, tanpa bisa melihat langsung ke tempat kejadian. Saudaraku yang di sana mungkin merasa sedih melihat api yang berkobar, ketika di telfon pun nangis. Sedangkan Wa yang mendengar kabar itu, hanya melamun tanpa bisa berkata. Katanya, kemarin siang tangan kanannya terus gemetar. Ah mungkin mau ada yang di buang. Cucunya menyahut “Atau mungkin yang di Tasik, nek?”. Wallahu a’lam.

Beribu syukur, Allah masih melindungi, hanya rumah yang terbakar, bukan orang-orang terkasih yang Allah ambil. Sekitar jam 3.30 Wa Cicih, anaknya dan Mamahku juga pergi ke Tasik, untuk melihat kondisi di sana.

Sayang, tidak ada yang bisa di selamatkan kecuali lemari. Semuanya berubah menjadi seperti arang.

Mungkin, tempat singgah nanti akan di alihkan ke rumahku yang di belakang rumah itu. Namun, harus di renovasi banyak. Ya begitulah rumah yang tidak di huni sekitar 13 tahun, rusaknya parah.

Semoga Allah tak pernah bosan untuk memberikan kita kenikmatan dan semoga kita bisa mensyukuri setiap apa yang terjadi, di mampukan mempunyai rasa ikhlas di setiap peristiwa yang terjadi. Aamiin 🙏

Mohon doanya untuk keluarga kami, semoga di berikan keselamatan dan dilindungi Allah. Untuk teman-teman juga yang sedang tertimpa musibah semoga Allah ganti yang lebih baik, semoga Allah limpahkan kepada keluarga kalian rezeki yang luas, kesehatan jasmani dan juga rohaninya dan di berikan kemudahan dalam setiap urusannya. Aamiin Allahumma Aamiin.

Diposkan pada Sharing

2020

Beberapa hari yang lalu, di Twitter trending 2020. Kebanyakan dari mereka yang mengeluh mengenai apa yang terjadi di tahun 2020. Bertepatan juga dengan meninggalnya musisi Glen Fredly. Juga karena di awal tahun, banjir melanda beberapa daerah, dan sekarang Corona masih terus memakan korban baru.

Salah apabila menyalahkan tahun yang di dalamnya peristiwa, musibah tidak ada henti. Seharusnya kita bersyukur.

Ya, seharusnya aku bersyukur.

Di awal tahun 2020, tepat tanggal 1 januari, asramaku banjir. Bukan banjir biasa, dari luar ke dalam. Melainkan, dari dalam ke luar. Penyebabnya saluran kamar mandi mampet. Alhasil kita keluarkan air yang sudah setinggi mata kaki. Tapi, kita lupa gak nutup saluran kamar mandi. Setelah di tutup, barulah airnya surut. Banyak kasur yang terkena banjir. Bau pesing.

Sebelum pandemi Corona ini terjadi, aku memang sudah merencanakan untuk pulang lebih awal. 15 Maret. Tiba di rumah, udah dapet informasi untuk Work from home. Beruntung sekali. Setidaknya, saat itu, Indonesia belum banyak yang terkena virus Corona.

Dan, aku harus bersyukur, karena ig-ku ke blokir. Ini sakit hati banget asli. Ah sudahlah, harus ikhlas.

Setelah beberapa hari di rumah, aku merasa terlalu sering sekali menggunakan sosial media. Akhirnya aku hapus aplikasi ig.

Tapi, untuk menghapus Twitter masih belum rela.

Buka Twitter. Eh dapet DM. Dari temenku yang di Turki. Kaya spam gitu, sih. Aku klik. Bodohnya aku, masukin password dan username Twitter, masuk. Eh, ternyata itu bikin spam. Kebijakan Twitter bakalan suspend account yang spam. Alhasil, akun aku pun di suspend. Oke.

Niat untuk menjauhi sosial media terlaksana seiring dengan rencanaNya.

Bersyukur jangan lupa bersyukur biar jadi orang yang gak kufur.

Bye

Diposkan pada Daily Life

Teman Berjuang

Di penghujung 2019, aku mengadakan acara kecil-kecilan bareng anak asrama. Gak semua, sih, cuma anak asrama 3 dan 4. Jadi, agendanya ada Simaan, Dinner dan Malam Keakraban. Hari kemarin hari super sibuk. Padahal hari libur biasanya cuma rebahan, ehe. Pagi jam 10 kita pergi ke Masjid terdekat untuk ikut kajian Ustadzah Oki tapi sebelumnya sholat gerhana dulu di masjid tersebut. Alhamdulillah, masih ada kesempatan untuk sholat gerhana, soalnya sebelumnya aku gak pernah ikutan sholat gerhana.

Kajian Ustadzah Oki dimulai ba’da dzuhur sekitar jam satu. Alhamdulillah dapet ilmu yang bermanfaat banget. Oke, sekalian aku kasih ilmu yang aku dapetin kemarin, tapi poin intinya aja ya.

Oke lanjut.

Kemarin itu membahas tentang Pintu-pintu hati yang dapat dilalui oleh iblis (diambil dari kitab Minhajul Qasshidin) :

1. Iri, Dengki, Ambisi

2. Amarah, Syahwat, dan Keras hati

3. Mempercantik yang berlebihan dan merasa kurang

4. Kenyang

5. Terburu-buru

6. Cinta harta

7. Buruk sangka terhadap sesama muslim

Insyaallah dibahas di postingan selanjutnya aja mungkin ya?

Nah, selesai kajian itu pas ashar. Jadi, kita sholat dulu dan langsung cus ke pasar buat beli bahan-bahan makanan untuk acara nanti malam. Sebenarnya bisa aja kita pagi ke pasar, tapi ya qadarullah terjadi something. Rencananya kita mau bikin Ayam Kalasan pake tempe dan sambal. Kita juga mau masak mie instan yang di kasih dari orang Malaysia. Terima kasih Mak Cik, Pak Cik dan rombongan. Aku juga sempetin ke apotik gara-gara aku biduran terus. Wkwk. Efek cuaca mungkin ya.

Kurang lebih 45 menit kita di pasar akhirnya kita pulang dan langsung mengeksekusi. Kita di bagi jadi dua tim biar cepet. Ada tim masak dan tim simaan. Aku masuk tim masak. Iya sip, udah bisa dikategorikan menantu idaman, ya. Haha. Dan aku bagian bikin sambel. Pejuang cobek, katanya. Iya, sip dua sambel aku bikin dengan rasa kasih dan sayang.

Ba’da maghrib simaan dimulai. Belum sampe dua juz, adzan berkumandang, jadi melaksanakan sholat terlebih dahulu kemudian lanjut simaan juz selanjutnya. Kali ini simaan dua juz. FYI, kalo kalian gak ngerti apa itu simaan, simaan adalah kegiatan saling menyimak hafalan. Jadi, ada yang membaca Al-Quran dengan hafalannya atau tanpa mushaf maksudnya, dan yang lainnya menyimak hafalan. Begitu, teman-teman.

Sekitar pukul 20.31 langsung menyantap makanan yang sudah di masak.

Setelah itu, kita makaaaaaan.

Setelah selesai, kita dilanjut dengan Malam Keakraban alias Makrab. Kita sebutin resolusi 2020, ya walaupun sebagian tidak terealisasi, gapapa. Kita kan hanya merencanakan Allah yang menentukan. Kebanyak resolusinya tentang ngafal dong pastinya. Ada yang pengen dapet 10 juz tahun ini, 20 juz ada juga yang mau 30 juz di tahun ini. Ada juga yang mau kuliah ke luar negeri, kita doakan semoga yang mau kuliah ke negeri, siapapun kamu semoga dimudahkan segala urusannya. Aamiin. Ada juga yang mau ganti status katanya. Haha. Apapun yang rencanakan, dan apa yang kita impikan itu pasti tercapai. Pasti. Tapi, kita sebagai manusia tidak bisa mengontrol semuanya. Karena Allah lah yang maha sebaik-baik rencana. Allah kadang mengabulkan doanya langsung, ada juga Allah ingin menguji dulu kemampuan hambanya bahkan ada yang di balasnya nanti di hari akhir. Jadi, sebagaianusia cukup bekerja keras, usaha dan do’a. Kalo kunci untuk Al-Quran kata Gus Faqih ( Krapyak) itu ada 3 : Nderes atau murajaah, istiqomah dan yakin.

Setelah membacakan resolusinya, dilanjutkan dengan usulan program agar Pondok Pesantren Bait Ahlil Qur’an ini lebih maju lagi, santrinya lebih giat lagi, semangat lagi dan banyak menuai prestasi. Setidaknya membuat bangga guru kita yang telah sabar mendidik kita, menerima setoran kita yang tak kunjung lancar, dan memperbaiki Tahsin kita dan yang lainnya. Ada program-program yang kita usulkan diantaranya ada yang ingin diadakan Muhadharah atau latihan berpidato agar kita tidak hanya bisa ngaji saja tapi kita juga mampu mengamalkan dengan cara berceramah. Kemudian ada juga yang ingin diadakan pemerataan santri di setiap asrama. Pemindahan asrama. Agar bisa bersosial lebih luas lagi. Kemudian ada yang mengusulkan menerapkan bahasa arab dan Inggris agar santri BAQ mampu bersaing di kancah internasional. Selanjutnya, ada pengusulan siraman rohani untuk akhwat dari Umi, agar senantiasa niat kita yang hampir belok, lurus lagi, tingkah laku kita yang kurang baik diperbaiki lagi, dengan di hadirkannya motivasi seperti itu, semoga santri di sini terus bersemangat dan mempunyai akhlakul karimah tentunya. Adanya pengukuhan organisasi agar yang mendapatkan amanah bisa lebih bertanggungjawab lagi dan yang terakhir aku mengusulkan diadakannya wisuda. Bukan bermaksud riya atau apa, tapi agar bisa menumbuhkan motivasi santri baik yang di wisuda maupun yang belum wisuda. Karena, proses menghafal di program BAQ ini untuk mencapai 30 juz membutuhkan waktu bertahun-tahun jadi lebih baik acaranya konsisten satu tahun sekali dan bertahap per 5 juz. Jadi per 5 juz kita di wisuda. Sebelum wisuda diadakan simaan terlebih dahulu di hadapan penguji dan santri sebanyak yang sudah mereka ambil dalam wisuda tersebut. Misalkan wisuda 10 juz, berarti simaan 10 juz satu kali duduk itu. Kalau bisa juga pas acara wisudanya ada pengujian terbuka, jadi penonton yang hadir di sana bisa memberikan pertanyaan kepada si calon wisuda, tapi baik yang bisa jawab atau tidak tetap di wisuda hanya saja level nilai dari Penguji berbeda. Istilahnya ada Mumtaz maupun Jiddan. Kalau dari awal dia tidak mampu untuk mengambil program wisuda, kalah sebelum perang, artinya di harus di Out, goodbye!!!

Nah, itulah obrolan malam tadi bersama teman berjuangku yang sudah menemaniku selama 2 tahun, ada juga yang satu tahun, dan beberapa bulan. Walaupun begitu aku banyak sekali cerita bersama mereka. Dari ngantri setoran, ikutan kajian sana-sini, berjuang mendapat hafalan, berjuang mendapatkan dia, eh. Cut!

Susah senang aku bersama kalian dan kalian pun selalu ada di setiap keadaan. Aku merasa bersyukur di kelilingi orang orang hebat orang yang baik banget sama aku, terutama. Dan bersama kalian aku banyak belajar. Belajar hemat dari Naya, jajan 5000 sehari, walaupun gak bisa tapi kalo uang dah hampir abis, bisa lah trik itu dipakai. Hehe. Belajar bodo amat dengan sikap orang lain yang benci kita, belajar banyak hal lah pokoknya. Karena kata Umi, di pondok itu tempatnya latihan. Latihan agar ibadah nya baik, bisa Istiqomah dan sebagainya. Terutama masalah kemandirian. Bukan hanya mandi sendiri ya. Hehe

Oh iya, kita sampe pernah kaya kejar-kejaran sama Umi, hehe maaf ya mi. Yang seharusnya kita ngantri jam 09.00 pagi, karena di bukanya jam 09.30 tapi kita udah hadir di depan Warung Wak Nah jam 08.15 gara-gara ingin mendapatkan giliran pertama, ya walaupun di gilir untuk setoran pertama dari asrama satu sampai empat, tetep aja yang mau setoran pagi kita harus mendapatkan giliran setelah asrama yang pertama setoran selesai. Ngerti gak? Ya pokoknya gitulah. Kadang juga ngantri panas-panasan di jam satu siang untuk kelanjutan setoran karena kebanyakan santri, jadi setoran bisa sampe malam. Untuk Umi juga kami haturkan terimakasih sudah mau mendengarkan hafalan kita, walau masih kurang lancar, banyak becandanya, kurang murajaahnya Umi tetep sabar hadapi kita. Maaf, kalau kita mengganggu aktivitas Umi.

Pokoknya BAQ 2019, istimewaaaaaa.

Diposkan pada Daily Life

Bermasyarakat

Sudah hampir 2 tahun aku di Bekasi. Di sini bukan hanya menambah dan menambah hafalan. Tapi, juga belajar banyak hal. Di sini tempat perjalanan mencari jati diri, dan di sini membuat aku sadar bahwa segala keluh, kesah dan resah adalah dari diri kita sendiri. Aku pun belajar banyak hal, tentang bagaimana bermasyarakat dan bagaimana menjadi makhluk yang bertuhan.

Dulu, sering sekali bermasalah dengan teman. Mungkin bisa dibilang wajar, karena kita hidup satu atap, beda kepala, beda pemikiran. Tapi yang tidak wajar adalah masalah yang berkepanjangan seolah masalah itu tak pernah usai sehingga menimbulkan keregangan antar kawan. Dulu juga sering sekali menganggap kita itu butuh sahabat, sahabat yang selalu ada dan selalu menyetujui apa yang aku kerjakan. Itu dulu. Setelah berbagai ujian dan masalah yang harus aku hadapi aku mulai dewasa. Itupun karena salah seorang temanku. Aku biasa memanggilnya Ceuceu. Ia lah yang sering mengingatkanku, dan karena aku juga bertekad ingin mengubah pola pikirku, cara bersosialisasi dan segala macam.

Di 2019 ini dari banyaknya resolusi, hanya satu yang aku capai. Merintis Rumah Qur’an, walaupun begitu, perubahan-perubahan yang ada dalam diriku, atas KeAgungan Allah, aku sangat bersyukur. Karena dengan itu, aku bisa menghadapi kedepannya dengan baik dan bisa bermasyarakat dengan baik tentunya.

Untuk teman-temanku, terimakasih telah mewarnai 2019 dalam episode kehidupan ku.