Posted in Hari Ini Produktif

#HIP1 : Persiapan Menjadi IRT?

Menjadi Ibu rumah tangga ternyata tidak semudah yang kita bayangkan

Jum’at Barokah.

Jum’at yang produktif.

Tidak seperti biasanya.

Alhamdulillah.

Jadi ceritanya, temanku yang biasanya suka masak, lagi pulang. Di karenakan neneknya meninggal. Mari kita doakan.

اللهم ا غفرلها وار حمها وعافها واعف عنها

Nah, di karenakan jadwal piket yang tidak kondusif, akhirnya aku yang harus turun tangan. Di asrama, kita ada 4 orang. Satu sakit, satunya lagi gak pernah tanggung jawab dengan pekerjaan rumah satunya lagi yang membantu bersih-bersih rumah. Jadi, aku piket masak setiaaap hari. Kecuali kalo puasa, aku males banget buat masak. Dan ini sudah berjalan hampir satu minggu. Ternyata masak aja aku udah kewalahan. Kalo jadwal piket pun merasa lelah banget. Pagi-pagi harus menyiapkan setoran (setoran jam 07:30), bersih-bersih rumah, siapin sarapan, lebih parah lagi kalo belum murajaah. Lelah bang!!!

Nah, ini udah lumayan ringan, sih. Bersih-bersih rumah di tugaskan ke temen yang lain, walaupun dia juga harus ngajar pagi, dan biasanya aku masak yang simpel untuk makan pagi. Jadi, pagi ini aku masak nasi goreng 👌

Sedangkan untuk makan siang sekaligus sore, aku masak daun singkong rebus untuk lalap, ada sambel, tahu bubuk, dan tempe goreng.

Keadaan dapur

Lumayan membakar kalori, ya memasak tuh.

Sebenarnya aku gak bisa yang namanya masak. Tapi, temanku ini selalu mengajarkanku tentang masak, bukan hanya resep tapi skill nya juga. Seperti, kalo masak apinya jangan terlalu gede, biar aromanya gak terlalu nusuk. Ada kan, orang yang masak sampe meracuni se-kampung. Lebay itu mah namanya. Ya maksudnya bikin batuk-batuk yang ada di rumah. Trus cara bikin sambel banyak untuk beberapa hari, pokoknya seputar memasak lah, yang kebanyakan hal itu di lupakan para emak-emak.

Jadi, inti dari postingan ini adalah : Jum’at aku produktif kali ini, dan ternyata menjadi Ibu rumah tangga itu tidak gampang. Pelajaran, nih buat yang mau nikah muda. Nikah bukan hanya untuk mencari kebahagiaan. Karena kebahagiaan bisa di miliki sebelum menikah. Menikah adalah ibadah. Menyempurnakan keimanan. Sebelum menikah aja tidak taat, tidak beriman, apa yang mau di sempurnakan?

Eh gitu bukan, sih?

Haha

Oke, terima kasih telah membaca kegiatanku hari ini.

Bhaaaaay sheyaaaang👌

Advertisements
Posted in Puisi

Bapak

Bapak

Aku sayang Bapak

Bapak yang selalu menasihati bahwa di dunia ini hanyalah sementara

Semuanya Allah yang mengatur, kita yang menjalani

Usiamu makin bertambah, namun jatah umurmu semakin berkurang

Aku yang selalu sedih saat mendengar tawamu riang di sebrang sana

Sedih, karena kita akan berpulang

Bapak

Jangan pernah tinggalkan aku sendiri terpekur di dunia yang fana

Jika ingin pulang, ajaklah aku, Pak

Bapak

Sehatlah selalu

Teruslah beri aku semangat untuk menuntut ilmu

Karena Bapak bagaikan air sejuk yang melegakan dahaga

Bapak sumber yang aku cari

Bapak adalah harapan

Entah sejak kapan aku menjadi begitu merengek manja kepadamu

Biarkan aku menjadi anak kecil di matamu

Bapak, aku tau hidup ini hanya sementara

Yang bernyawa akan lekas pulang

Tapi, aku tak akan sanggup melihatmu pulang sendiri

Bawa aku ya, Pak

Atau lihat aku

Lihat aku sampai aku bisa mengamalkan ilmuku

Lihat aku sampai menjadi apa yang Bapak inginkan

Lihat aku sampai Bapak menjabat tangan yang akan membimbingku

Lihat aku sampai Bapak melihat cucu yang bertambah

Lihat aku selalu, Bapak

Bapak

Rekaman-rekaman nasihat masih terngiang di kepala

Masih adakah waktu untuk aku terus bersama Bapak?

Masih adakah ruang untuk aku mencurahkan segala kesah?

Bapak

Aku sayang Bapak

Posted in Self Reminder

Derana

Sabar.

Alur takdir seseorang itu berbeda-beda.

Kamu tidak bisa memaksakan untuk menjadi dia begitupun dia tidak bisa di paksa menjadi kamu.

Jalani apa yang sudah menjadi milikmu.

Jalani apa yang ada di depanmu.

Bukan meralat apa yang sudah kamu rencanakan.

Hanya saja, hidup akan lebih baik jika kamu tidak terlalu mengkhawatirkan apa yang belum tentu terjadi.

Nikmati yang ada.

Semua akan indah.

Biarkan.

Biarkan mereka jauh di atasmu.

Kemuliaan seseorang tidak bisa di lihat dari kacamata manusia.

Teruslah berkarya.

Kamu pasti bisa.

Teruslah menjalani apa yang seharusnya kamu jalani.

Terima kasih atas perjuanganmu selama ini.

Biarkan rencana-rencanamu bertemu dengan titik rencanaNya.

Dia selalu memandumu.

Untuk menjadi yang kuat.

Terhebat.

Kamu adalah pemenang.

BersamaNya semua akan baik-baik saja.

Posted in Self Reminder

Catatan Usang

Tersenyumlah.

Tersenyumlah dengan tulus.

Jangan memperburuk keadaan.

Jika ada yang pergi meninggalkanmu, cobalah untuk membaca.

Membaca keadaan.

Membaca sebuah konspirasi alam.

Tidak selalu yang menurut kita baik, baik juga di mata Allah.

Mungkin saja yang pergi adalah orang yang akan lebih menyakiti hatimu di hari nanti.

Mungkin orang yang pergi adalah orang yang tidak cocok sama sekali denganmu.

Allah Maha Tahu segalanya.

Apapun itu.

Jangan sedih.

Allah tahu mana yang terbaik untukmu.

Allah tahu mana yang buruk untukmu.

Allah tahu.

Allah sayang dengan hambaNya.

Allah selalu memberikan rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

Sungguh sangat kurang bersyukur jika kita terus berlarut-larut dalam kesedihan gara-gara ditinggalkan oleh orang yang disayang.

Bekasi, 14 Desember 2018
—fettyls✏️

Posted in Daily Life

Berburu Buku

27 Februari 2019, sekitar pukul 6.30 WIB kami berangkat. Ini hari pertama Islamic Book Fair alias pembukaan. Sebenarnya aku memilih hari sabtu untuk ke sana, namun tidak di izinkan oleh Umi. IBF ini di buka dari 27 Februari sampai 3 Maret, karena 3 Maret ada acara di Pondok Pesantren, yaitu launching BAQ Mart jadi kalau pilih tanggal 2 akan super sibuk. Di tambah aku ikut jadi panitia.

Ini juga merupakan sebuah keberuntungan bisa ikut IBF tahun ini. Sayang, yang berangkat sedikit dari asrama kami. Hanya ber-4. Lain saat tahun lalu. Satu asrama ikut. Ya walaupun satu asrama nya ada 6 orang. Hehe

Hari ini kita berangkat menggunakan taxi online. Daripada ribet dan pegel pakai KRL aku lebih memilih transportasi ini. Walaupun biayanya lebih mahal, tapi sebanding dengan kenyamanannya.

Kami sampai di JCC kurang lebih jam 8. Sedangkan IBF buka pada jam 9. Oke sip ini terlalu pagi. Tapi, beruntung juga datang pagi karena masih sepi. Kami bisa beristirahat terlebih dahulu sebelum berburu buku, sekaligus menghilangkan pusing yang di akibatkan memainkan handphone di perjalanan, dan sekarang juga. Padahal sebenernya aku paling gak bisa memainkan hp saat perjalanan. Membuat kepalaku pusing. Tapi, karena harus menulis, apa daya. Aku lebih semangat menulis kalau memang suasana apa yang aku tulis masih ku rasakan. Eaaaaa. Nah, tepat jam 9, antrian udah di buka. Aku lah yang mengambil peran. Beli tiket untuk 4 orang. Antri tiket pun tidak terlalu panjang. Tiket yang di jual pun beragam. Untuk pelajar seharga 5k dan umum/mahasiswa 10k. Kami membeli tiket yang umum.

Foto blur

Ketika pintu masuk di buka, masya Allah pusing ku langsung hilang melihat buku-buku yang berderet seolah mengucapkan selamat datang. Dan aku merasa paling beruntung karena suasana masih sepi. Hanya penjaga stand yang hadir, pengunjung masih bisa kehitung, sekitar 10 sampai 20 orang gitu.

Kita menyusuri hall pertama yang isinya berbagai macam buku dari anak sampai dewasa dari buku yang Arab gundul sampai kribo. Gak deng. Kektika melewati stand Media Kita, ah jangan sampai aku tergoda untuk membeli novel. Stop, Fet! Apalagi di sana pasti Novel Kala, Amor Fati, Egosentris dan Paradigma di jual murah banget. Aku lewati begitu saja stand tersebut. Akhirnya aku lolos dari godaan novel. Lanjut ke Hall kedua, ini lebih ke fashion dan juga ada mushola dan Panggung utama. Niatnya mau keliling dulu, eh udah nyangkut aja di stand Kaos kaki Soka. Emang murah banget, sih. Kaos kaki yang puaaaaling enak dan cukup mahal ini sekarang harganya cuma goceng buuuuu. Akhirnya menyerbu lah ke kaos kaki murah ini

Aku beli banyak karena ingin membagikannya juga kepada teman-teman di asrama yang gak ikut ke event ini. Itu sebagian aja yang aku foto. Kaos kaki printing ini modelnya super cute. Aku pernah sebelumnya beli kaos kaki printing tapi bukan dari Soka, harganya kisaran 15k. Berlanjut ke toko sebelah yang menjual aksesoris yang lucu-lucu.

Setelah itu, aku tersadar. Tujuanku adalah beli buku. Alhasil kita kembali berburu buku. Sayang, susah banget mencari buku yang aku cari.

List belanja buku :

  • Qur’an untuk hafalan
  • Terjemah Bidayatul Mujtahid
  • Terjemah Bidayatul Hidayah
  • Terjemah Nashoihul Ibad
  • Terjemah Safinatun Najah
  • Terjemah Tibyan + kitab

Pertama aku langsung nemu, tuh terjemah Bidayatul Mujtahid. But, ternyata itu ada 2 jilid dan super tebal. Harganya kisaran 200k. Duh, kayanya gak bisa. Trus aku skip. Aku cari kemana-mana Nashoihul ibad, susah banget. Dan akhirnya nemu di stand Wali Pustaka harganya murah terus aku juga suka kertasnya yang berwarna kuning seperti biasa kertas novel. Aku kurang suka dengan buku yang kertas putih. Baunya gak enak. Tapi, walaupun buku yang aku beli hampir semua kertas putih kecuali buku terjemahan dari kitab Nashoihul Ibad ini. Harganya super murah. Dari 75k menjadi 45k. Parah, kan?

Kembali mencari buku lain, itu pun susah. Alhamdulillah kitab Tibyan udah dapet, tinggal terjemahannya. Ada satu stand yang sepi, yang di jaga oleh ikhwan berjenggot bercelana cingkrang, eaaaa. Di sana udah langsung ada banner gitu yang menunjukkan buku terjemahan Tibyan. Aku langsung cus beli. Harganya hanya 75k. Suka covernya. Warna hitam.

Aku juga beli Al-Qur’an. Sebenarnya aku ingin beli Qur’an terjemahan per kata. Karena biasanya aku menghafal dengan 2 Qur’an. Karena Qur’an yang biasa aku pakai tidak ada terjemahan tapi enak banget buat ngafal.

Tapi, akhirnya aku menemukan Qur’an sesuai apa yang aku inginkan. Qur’an hafalan yang ber-blok dan ada terjemahan juga ada kata kuncinya.

Setelah puas mencari buku kami langsung menuju tempat sholat dan bersiap untuk pulang ke BAQ. Sebelumnya foto di tempat ini biar afdhol.

Thanks IBF, sampai ketemu tahun depan.

Bye.

Posted in Daily Life

Bingung Mau Nulis Apa

Hari ini gabut. Aku curhat saja lah.

Jangan baca kalau kamu lagi sibuk. Kalau santai, boleh di baca. Jangan rindu kalau kamu lagi rindu. Jangan pergi begitu saja. Eh korban.

Oke.

Lupakan.

Pertama, aku mau cerita tentang Grobmart. Lagi-lagi aku kecanduan beli buku di Grobmart. List di bulan Februari ini aku harus beli buku Bumi Manusia yang kata temanku harus cepat di baca karena sebentar lagi filmnya akan tayang. Dan biasanya, kalau film sudah tayang, dan orang-orang menilai film itu bagus, aku akan sangat malas untuk membaca buku tersebut. Atau banyak orang di sekitarku membaca buku A misalnya, lalu mereka satu sama lain kemudian menceritakannya, maka aku tidak akan pernah membacanya. Nah, alhasil aku pesan Bumi Manusia di Grobmart. Terus yang niatnya mau beli buku Muhasabah Cinta nya Dini Fitria, eh malah statusnya Gudang Penerbit. Aku tidak suka nunggu. Walaupun kebiasaannya nunggu. Nunggu tanpa kepastian. Hehe. Akhirnya aku beli yang Islah Cinta, Hijrah Cinta nya udah aku beli duluan. Karena di kira itu buku pertama, ternyata buku kedua. Jadi, aku memesan Islah Cinta dan Bumi Manusia. Beberapa hari kemudian status orderan berubah. Sedangkan statusku masih gitu-gitu aja. Eh apaan, sih Fet. Ngenesnya status nya jadi Gudang supplier. Jadi, harus nunggu. Padahal di tulisan produk tersedia. Sakit akutu di php-in mulu. Setelah sekitar dua minggu menunggu, yang dateng cuma satu. Islah Cinta doang. Hmmm.

Oh, iya 27 Feb – 3 Maret ini bakalan ada IBF di JCC.

Nah, cerita yang kedua ini, aku berkabar dengan luka. Oh God! Kenapa seperti ini. Ketemu mantan! Arrrrgh. Bukan artian aku pacaran yah. Ya, sejenis sebuah hubungan yang akan serius, lah. Hmm.

Ketiga, ini tentang mimpiku yang sempat di kubur. Jadi, aku akan memperjuangkan untuk kuliah di Turki lagi. Karena sudah ada teman yang sudah kesana terlebih dahulu, yups jadinya mudah untuk mendapatkan informasi. Pejuang Beasiswa TDV😂 Ehm… Kalau misalnya harus mandiri ya, why not? Semoga ada rezeki🙏

Aku berbagi khayalan aja, nih ya. Jadi, aku pengen ke Turki tepatnya ke Sakarya University fakultas ilahiyat dan nanti harus tetep setoran hafalan. Kebetulan, tadi aku intip Instagram milik PPI Sakarya, mereka mengadakan halaqah Qur’an. Wooooow! So excited!!! Terus, nanti Komorebi juga bakalan banyak cerita yang bisa di ambil hikmahnya. Bukan hanya sekedar curcol gak jelas like this. Hmmm. Jadi, doakan saja semoga saya bisa kuliah di Turki.

Aamiiiiiiiiiiiiiiiin

Bye.

Posted in Puisi

Catatan Oktober 2018

Meski luka tidak secepatnya sembuh setidaknya aku bisa mengobati walau perih

Meski namanya tak pernah terpatri dalam hati setidaknya harapan yang tidak pasti yang kau gantungi membuat aku menanti

Meski bait rindu yang Tak berujung temu slalu ku syairkan

Kamu takkan pernah tahu

Bagaimana bodohnya aku menunggumu

Kenapa mesti mengenalku kalau akhir yang kau pilih adalah DIA