Posted in Review

Belanja Buku Murah dan Mudah

Mana, nih para pecandu buku? Buku itu gudangnya ilmu. Sayang, kalo kita banyak baca chat tapi tidak baca buku. Lebih di sayangkan lagi, tidak baca Al-Qur’an.

Para pembaca Komorebi ada gak, sih yang menentukan budget untuk membeli buku tiap bulannya? Ayoooo baca buku, beli buku, minimal satu buku tiap bulannya. Aku orangnya suka banget lihat koleksi buku yang bertambah, tidak hanya di lihat tapi juga di baca. Tapi, sepertinya aku lebih suka membaca novel dan autobiografi gitu. Ada banyak tokoh penulis yang aku kagumi. Diantaranya, yang paling muda ada Wirda Mansur. Seumuran sama aku tapi dia udah menelurkan 3 buku. Heeeeey gak hebat gimana coba. Buku pertamanya adalah Reach Your Dream, buku keduanya Be Strong Be Calm Be Grateful, dan terakhir ada Be The New You. Konten yang dia buat lebih ke motivasi dari pengalamannya dia sendiri. Ada juga Gita Savitri yang kini sudah menikah dengan Paul. Mahasiswa Jerman asal Indonesia ini begitu menginspirasi kaula muda. Kontennya hampir sama dengan Wirda Mansur. Bukunya berjudul Rentang Kisah.

Ter-keren itu Fiersa Besari, penulis, sekaligus, petualang dan pemusik. Kata-kata dia itu sastra banget. Enak di dengar enak di baca. Ngena juga. Ah the best pokoknya. Awal dia menulis buku, adalah buku Garis Waktu yang berisikan deretan puisi patah hati. Yang kedua muncul Konspirasi Alam Semesta, kategori novel album buku yang setiap babnya berjudul sama seperti album lagunya Konspirasi Alam Semesta. Dengan nama peran utama yaitu Juang. Aku berfikir Juang itu adalah Bung Fiersa, yang lebih di permainkan lagi dramanya. Tapi, sepertinya bukan. Hanya saja itu hasil imajinasi Bung Fiersa. Buku selanjutnya ada Catatan Juang yang berisikan catatan-catatan Juang yang di temukan seorang sales bank perempuan yang mampu mengubah hidupnya. Ada yang lebih menarik dari semua buku itu, yaitu Arah Langkah yang mengisahkan kekesalan pada pacar yang mengakibatkan jiwanya terpanggil untuk keliling Indonesia. Ini kisah realitanya Bung Fiersa. Dari patah hatilah Bung bisa menjadi seorang petualang.

Penulis lainnya yang aku kagumi juga banyak seperti A. Fuadi, Hanum Salsabiela Rais, Kang Abik, dan Kang Abay. Sekarang penulis jebolan wattpad juga sudah bertebaran. Seperti Wulanfadi yang menulis A (Aku, Benci dan Cinta) yang berhasil di filmkan, juga buku R (Raja, Ratu dan Rahasia) yang berhasil di filmkan juga. Ada pula Erisca Febriani yang menulis novel Dear Nathan dan Hello Salma. Dan masih banyak lagi.

Suka pusing gak, sih kalo beli buku dimana? Dan kita mager banget buat beli keluar atau di toko buku terdekat stoknya habis atau belum tersedia. Tenang. Sekarang banyak kok toko buku online yang menjual berbagai macam buku-buku best seller yang di jamin harganya lebih murah. Aku selalu beli di grobmart. Toko buku online ini menyediakan berbagai buku, dan banyak juga hadiahnya. Bisa cash on delivery juga lho untuk seluruh pulau Jawa dan Bali, ongkirnya juga murah meriah cukup 3k per buku. Memberikan review juga dapat hadiah buku. Waaaah seneng banget kan buat para pecandu buku. Jadi, gak usah ribet lagi beli buku kalo lagi mager keluar, hi hi.

Jadi, tunggu apalagi? Ayo beli bukuuuuuuuuuuuu.

Advertisements
Posted in Tak Berkategori

Dirgahayu, Bapak

Bapak, terimakasih atas kasih dan sayang yang selama ini kau curahkan. Terimakasih atas banyaknya ilmu yang kau ajarkan. Terimakasih atas dukungan yang selalu kau berikan.

Bapak, maaf jika aku yang selalu membuat engkau resah. Maaf jika aku yang selalu membuamu menangis. Maaf jika aku yang selalu menyusahkan mu.

Bapak, tidak banyak yang bisa aku beri untukmu. Tidak banyak yang bisa aku persembahkan untukmu. Tidak banyak yang bisa aku balas jasamu.

Bapak, izinkan anakmu melangkah lebih jauh. Izinkan anakmu menjelajah dunia lebih jauh lagi. Izinkan anakmu mencari ilmu ke tempat yang lebih jauh lagi.

Bapak, maaf dan terimakasih. Semoga sehat selalu, dan di mudahkan dalam mencari rezekinya. Aku sayang Bapak.

Posted in Review

Skincare : Moisturizer Terbaik

Ini pertama kalinya aku nulis tentang skincare. Kebetulan mood aku lagi kurang baik alhasil aku curahkan pada si Komorebi yang sudah lama tidak aku isi.

Dari dulu sampai sekarang, aku lebih di kenal orang yang suka sama kamu, eh maksudnya sama skincare. He he.

Jadi, ceritanya aku tuh mengidamkan Aloe Vera dari Nature Republic ini sejak aku di Jogja. Soalnya, saat dulu di Jogja untuk keluar saja boleh tanpa izin dan pusat perbelanjaan pun tidak jauh dari pondok. Aku mencari produk dari Korea ini di Guardian, ternyata tidak ada. Sekarang, di Bekasi, ada shop nya di Summarecon Mall dan aku excited banget pas denger NatRep ada di sana. Tapi, karena pemikirannya udah beda sama yang dulu, aku merasa gak tertarik untuk main keluar. Mengingat Bekasi ini penuh dengan debu-debu manja yang bertebaran dimana-mana.

Aku sudah memakai produk yang kedua dari Aloe Vera ini. Awalnya, aku pesan di temanku, sekitar bulan Juni. Bisa nyampe 2 bulan kalo pemakaiannya agak sedikit boros sepertiku. Harganya cukup terjangkau, di shop nya aja 98k. Sedangkan di olshop beda-beda. Kalo di olshop tuh takutnya produk fake gitu, ya walaupun aku juga belum pernah langsung beli ke tempatnya, sih.

Aloe Vera ini moisturizer ajaib yang bisa buat berbagai macam kebutuhan. Bisa buat muka sebagai pelembab, bisa juga buat maskeran, buat rambut, dan juga body lotion. Aloe Vera ini ampuh banget buat muka yang bruntusan dan bisa mencerahkan wajah. Aku bersyukur bisa menularkan virus skincare ke teman-teman asramaku. Sekarang, mereka jadi rajin skincare-an gara-gara liat aku yang selalu bercermin sebelum tidur khususnya. Teman-temanku juga merasakan perbedaannya. Mereka merasa wajahnya lebih lembab, kenyal dan juga cerah. Tapi, karena aku pernah mengalami jerawatan parah oktober lalu, jadi susah untuk menghilangkan bekas-bekasnya.

Aku menggunakan Aloe Vera ini setiap pagi sebagai pelembab sedangkan malam hari sebagai sleeping mask yang membantu merelaksasikan wajah dan ketika bangun tidur menjadi terasa segar seakan-akan masalah terlupakan. Yeaaaaaaay. Terkadang aku juga memakai Aloe Vera sisa dari muka untuk lotion ke tangan. Merasa sayang aja, sih mengambil banyak-banyak Aloe Vera nya. Walaupun dia isinya banyak buaaaaanget.

Jadi, apa kamu tertarik untuk memakai Aloe Vera ini? Lebih asyik saling perawatan sama pasangan halal, iya gak sih? Ha ha.

Posted in Tak Berkategori

Yakinkan!

Memulai sebuah komitmen memang sedikit sulit. Terkadang hati masih terombang-ambing oleh ombak godaan dan cobaan. Hati berkata yakin tapi otak mencoba menolak. Bisakah aku untuk bisa memulai menerima semuanya?

Komitmen ini bukan untuk satu hari dua hari, tapi sampai maut memisahkan.

Jadi, apa yang membuat dirimu menjadi tidak yakin dan berniat mundur? Apa niatmu? Kembali rapikan niatmu dan coba berfikir positif, semua akan baik-baik saja.

Posted in Daily Life

Sebuah Perjalanan

Banyak orang bertanya, kenapa aku memutuskan untuk bercadar. Banyak juga yang berfikir di antara mereka, kalau aku sudah lebih baik. Ya, mungkin dari segi pakaian insyaallah bisa di katakan baik. Tapi, dalam hal perbuatan seperti akhlak belum bisa di katakan baik. Aku masih sama seperti kalian yang sedang berusaha menjadi diri yang lebih baik lagi. Seperti temanku yang pernah berkata, saat ia berkumpul dengan para pengusaha, ketika ia di tanya usaha apa yang sedang di jalankan, ia menjawab usaha untuk menjadi lebih baik, katanya.

Apalagi, sekarang sudah bukan anak-anak lagi. Sudah memikirkan jodoh. Karena jodoh cerminan diri, pastinya untuk mendapatkan seseorang yang baik kita juga harus berperilaku baik. Bukankah, begitu?

Awal mula aku memakai kerudung, ketika aku duduk di SMP kelas 2. Sebenarnya saat masuk SMP sudah memakai kerudung, tapi di sekolah aja. Di luar sekolah, santai lepas aja. Hehe. Parah, ya. Bahkan, aku tidak peduli dengan pakaian yang serba minim. Rambut di gerai. Layaknya kebanyakan remaja yang suka ada di mall mall gitu, lah. Tapi, untungnya tidak tahu menahu tentang pengecatan rambut, Alhamdulillah rambut tidak pernah di warnai. Nah, saat masuk ke kelas 2 SMP, ada seseorang yang membuat aku berfikir. Memang, kegiatan ku selalu mengaji sekolah agama, tapi aku seperti tidak tahu harus apa dengan diriku sendiri. Akhirnya, karena Allah mengirimkan hidayah untukku lewat seorang lelaki yang notabenenya adik kelas itu, dan aku mau berhijab. Karena, dia pun agamanya bagus. Aku suka sama lelaki itu. Ya, dulu aku masih menganggap kalau pacaran itu ya boleh-boleh aja. Asal gak berlebihan. Salahku juga, aku pacaran. Tapi, bukan dengan lelaki itu melainkan dengan kakak kelas. Entah karena apa aku menerimanya. Sudahlah, tidak usah dibahas. Dengan berubahnya cara berpakaianku, ya aku hanya sebatas berubah penampilan. Tidak dengan berusaha memperbaiki diri. Sampai masuk SMA pun ya kaya gitu-gitu aja. Padahal aku SMA di pondok. Pikirannya cuma gimana caranya biar berprestasi, belajar harus rajin, berperilaku jujur, dll. Di pondok iya pake rok, pakaian rapi, eh di rumah masih pake celana ketat.

Setelah keluar dari SMA tahun 2017, termasuk keluar dari Pondok Pesantren Cipasung di Tasikmalaya, akhirnya aku memutuskan untuk kembali mondok di Jogja, tepatnya di Al-Munawwir. Nah, saat itulah aku berfikir “Bagaimana, ya kalo aku di cadar?” Aku bertanya-tanya juga ke temen cowok yang emang dia pinter agamanya. Dia juga yang jadi saksi perubahanku. Setelah 5 bulan mondok di Jogja, dan tak pernah pulang, aku merasa kok gini-gini aja ya hidupku. Emang, sih niatnya ngafal, tapi kok lingkungan kurang mendukung, jadwal ngaji juga jarang. Bukan karena aku bolos, tapi emang jadwal yang begitu. Malam Minggu sampai malam rabu ngaji, sisanya libur. Siang apalagi, gak ada kerjaan. Karena yang lain kuliah, aku enggak. Jadwal setoran seminggu 2 kali, dan itu pun belum tentu mba nya datang. Pusing, kan? Akhirnya, aku bilang ke Bapak, kalo aku pengen pindah. Alhamdulillah, di izinin.

Aku searching di google, buat nyari pondok. Hasilnya, Alhamdulillah ada. Dan itu gratis. Di Bandung, pula. Tempat yang memang pengen aku kunjungi. Tapi, ada tes masuk bulan Desember. Setelah ikut ujian les di Jogja, aku memutuskan untuk pulang. November.

Setelah lama di Jogja dan kembali ke Banjar, dimana tempat aku tinggal, aku rindu Cipasung. Alhamdulillah, setelah kembali ke Banjar, aku mencoba memakai pakaian yang syar’i, tidak lagi memakai celana ketat seperti yang dilakukan dulu saat pulang liburan pondok.

Karena Bapak peka, Bapak mengantarkan aku ke Cipasung lalu ia silaturahmi ke temannya yang masih sama-sama di Tasik, dan sorenya menjemputku di Cipasung. Karena aku malu datang sendiri sebagai alumni ke Cipasung, aku pakai masker. Bahkan, di kantor asrama aku memanggil Amel, temanku lewat speaker bahwasanya ada doif atau tamu. Amel juga kebingungan saat itu, siapa tamunya. Lalu, aku cepat-cepat narik tangannya, lalu pergi ke kamar Amel. Kami bercerita banyak disana. Tapi, waktuku sebentar. Sore hari aku harus pulang. Di perjalanan, malah kefikiran kok pake masker nyaman ya. Berinisiatif lah aku beli cadar untuk aku pake di Bandung. Sepertinya pakai cadar juga tidak salah, dan pastinya akan lebih mudah mengontrol diri.

Di Bandung, 22 Desember 2017, aku bertemu dengan teman baru dari berbagai penjuru Indonesia. Aceh, Medan, Kendari, Solo, Jogja, dan tentunya Bandung. Saat, ini jugalah aku gak berani pakai cadar. Karena, disini banyak juga yang memakai cadar. Mereka semua pakai kaos kaki, baik yang bercadar atau tidak. Sedangkan aku, bawa kaos kaki satu. Duh, nggak sekarang lah pakenya. Aku hanya memerhatikan mereka yang bercadar. Selama 3 hari dimana kami di tes sejauh mana kemampuan kita menghafal bukan seberapa banyak yang sudah kita hafalkan. Baru 3 hari mengikuti program disana, aku udah stres. Tapi, niatnya kalau emang di takdirkan di Kuntum, pondok yang mengadakan tes tahfidz ini, aku harus berusaha. Tapi, kalau tidak pun ya Alhamdulillah. Setelah waktu habis, teman-teman dari kamar Madinah yang aku tempati ini berencana ikut kajian Ust. Adi di Trans Studio Bandung. Aku pun gak mau ketinggalan kesempatan ini. Karena pasti akan membludak jamaahnya kita bagi 2 rombongan, karena banyak barang bawaan. Rombongan pertama langsung ke masjid TSB, sedangkan rombongan ke-2 ke rumah Kak Dini di Buah Batu, Bandung. Aku lebih memilih ke rumah Kak Dini. Ojek online yang di pesan dari daerah Cipatik ini lumayan sulit. Kami juga membawa koper-koper banyak. Alhasil, kita sewa angkot ke Buah Batu. Kita juga meminta kepada rombongan yang ada di masjid supaya di barisan depan, kalau tidak, kami akan hanyutkan barang-barang kalian, kata Kak ST dari Kendari yang ikut rombongan kami ke rumah Kak Dini.

Di rumah Kak Dini-lah, tanggal 25 Desember 2017, sore hari saat mau pergi ke kajian aku mencoba untuk menggunakan cadar. Karena, aku sudah membeli kaos kaki di stand Kuntum. Yeaaaaaaay. “Aku mau coba pake cadar, ah” aku menginformasikan ke teman-teman yang ada di sana. Di sana juga ada Kak Firda dan Kak ST yang memakai cadar. Pake aja, aku juga awalnya coba-coba, Get, kata Kak ST. Baiklah, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, mulai hari ini aku pakai cadar.

Keesokan harinya aku baru meminta izin Bapak lewat chat WhatsApp. Alhamdulillah, di kasih izin. Ah ternyata semudah ini aku mendapatkan izin. 26 Desember 2017 kita bermalas-malasan di rumah Kak Dini sampai akhirnya kita memutuskan untuk pergi ke Pasar dan dilanjutkan nonton Ayat-ayat Cinta. Sedangkan tanggal 27, berkeliling Kota Bandung. Saat itu juga pengumuman tes tahfidz sudah ada di WA. Ternyata, teman-teman yang ikut rombongan main sama Kak Dini banyak yang diterima. Tapi, sayang, Kak Rahmi dan Kak Aisyah gagal. 28 Desember kita berangkat juga ke Bekasi. Mengikuti kajian Ust. Adi Hidayat, Lc, MA, di daerah Jakasatia. Kita datang terlalu cepat. Ba’da Maghrib dimulai, ba’da Dzuhur kita sudah datang. Akhirnya kita di sambut dengan oleh pihak pengurus DKM, kami di beri makan siang juga tempat untuk beristirahat di tempat akhwat. Setelah selesai kajian, pun kami di beri makan malam. Saat kita santap malam, Kak Rahmi bercerita, bahwa dirinya tadi bertemu dengan santri tahfidz yang mondok deket dari sini, sekitar 5 menit menggunakan kendaraan. Pondok-nya gratis juga. Karena aku juga penasaran, aku memutuskan untuk survey bersama Kak Rahmi, Kak Aisyah, Kak Nurul dan juga Kak Radhiah.

Keesokan harinya, jadwal kita untuk pulang ke tempat masing-masing. Sebelum pulang, aku survey dulu ke Yayasan Bait Ahlil Qur’an. Cukup nyaman untuk menghafal, targetnya juga tidak sulit, biaya gratis, bisa ikut kajian, dan sepertinya cocok untukku.

Bismillah, aku memutuskan untuk mondok di Bekasi.

Posted in Sharing

Muslim Taat

Bismillahirrahmanirrahim
Dengan segala kerendahan hati izinkan aku untuk berbagi, bukan maksud menggurui hanya membagi ilmu dari guru. Jika ada kebenaran di dalamnya itu datangnya dari Allah, namun apabila ada yang salah itu mutlak datangnya dari diri yang fakir ilmu ini.

Manusia diciptakan tidak lain hanya untuk beribadah. Beribadah banyak caranya. Tidak hanya sholat, sedekah, puasa, zakat. Senyum dengan ikhlas kepada saudaramu pun ibadah. Membantu orang lain pun ibadah. Membuang paku di jalan pun ibadah. Niat dengan lillah, segala kebaikan yang kita lakukan insya Allah akan menjadi nilai ibadah.

Apakah kita sadar, saat minum saja kita sudah melakukan ibadah. Pertama, minum dengan tangan kanan. Kedua, minum sambil duduk. Ketiga, membaca basmallah. Ke-empat, tidak minum seperti unta. Itu termasuk cara yang di contohkan Rasul, sebagai panutan kita. Mau masuk kamar mandi, baca doa lalu masuk menggunakan kaki kiri terlebih dahulu. Keluar kamar mandi kaki kanan terlebih dahulu, baca doa. Kalau kita sudah biasa disiplin dengan cara seperti itu, insyaallah hidup ini berkah. Visi yang sudah di bebankan kepada kita sebagai manusia yang tak lain untuk beribadah, kita jalankan dengan baik.

Karena seorang muslim, bukan hanya tercetak dalam KTP beragama Islam. Tapi, hati yang bersih, perilaku yang baik, tutur katanya tidak menyakitkan melainkan penuh makna dan menyenangkan hati orang lain.

Ayo, menjadi muslim yang taat😂

Posted in Qur'an Is My Life

Tips dan Trik Menghafal Al-Qur’an

Setelah mengetahui betapa pentingnya, betapa agungnya menghafal qur’an, kali ini aku akan berbagi tips menghafal qur’an yang memang cocok untuk aku sesuai dengan kemampuanku. Menghafal sebenarnya tidak perlu cepat-cepat. Menghafal itu harus faham juga apa yang kita hafal. Nikmati setiap prosesnya, hafalkan meski tidak hafal-hafal.

Sebelum ke inti, aku akan memberi tahu qur’an apa, sih yang enak untuk menghafal? Menurutku, dan yang sekarang aku pakai adalah qur’an dari Syaamil Qur’an yang Tikrar.

Nah, biasanya aku memakai qur’an itu, jadi memudahkan dalam menghafal. Untuk tata caranya kita akan bahas di tips menghafal berikut ini.

1. Niat

Benahi niat terlebih dahulu. Karena Allah, semuanya hanya untuk Allah, dan yakin bahwa kamu pasti bisa. Kamu pasti bisa menghafalkan 30 juz dengan hafalan yang mutqin. Aamiin.

2. Baca Terjemah

Karena menghafal bukan sekedar menghafal saja, jadi wajib sekali untukembaca terjemahan terlebih dahulu. Qur’an yang di pakai bisa apa saja tapi di rekomendasikan terjemahannya yang per kata, agar membantu kita mengetahui pet katanya, insya Allah. Waktu yang di butuhkan tidak lama, kok. Biasanya hanya 5 menit saja sudah cukup.

3. Mengulang-ulang

Ini metode paling ampuh bagi semua kalangan. Dengan mengulang-ulang, otak kita seperti merekam apa yang kita ucapkan dan apa yang kita lihat. Masuk ke metode menghafal menggunakan qur’an hafalan Tikrar, seperti gambar di atas, dalam 1 halaman, terdapat 4 maqra (blok). Ini memudahkan kita untuk membagi-bagi dalam pengulangan. Setiap 1 maqra atau blok yang berwarna putih dan biru, dilakukan pengulangan 40 kali. Tapi, karena aku dikejar waktu, harus setoran 1 hari 1 halaman dan belum lagi muroja’ah, aku melakukan pengulangan sebanyak 20x. Itu pilihan kamu, tapi yang baik adalah 40x pengulangan. 10x pengulangan di baca dan 10x selanjutnya tanpa melihat, atau 30x selanjutnya tanpa melihat untuk yang melakukan 40x pengulangan. Tapi, ini juga tergantung kemampuan masing-masing.so, keep enjoy.

Setiap melakukan 5 pengulangan biasakan di beri tanda pada kolom yang di sediakan, untuk simbolnya bebas. Aku biasa menggunakan bintang, kadang kalau lagi alay pake love. Di atas halaman aku juga selalu menambahkan motivasi untuk diri sendiri. Hehe. Maklum jomblo.

Setelah selesai di blok yang pertama lakukan ke blok selanjutnya sampai 1 halaman. Atau kalau hanya bisa 1/2 halaman saja, tidak apa-apa. Yang penting istiqomah.

Oh, iya. Ciptakan suasana menghafal yang nyaman. Duduknya nyaman, tidak berisik, adem. Biasanya aku suka sambil minum kopi, atau minuman lainnya agar lebih konsentrasi, asal jangan minum yang haram, saja ya. Hehe.

Ya, begitulah tips-tips menghafal dariku. Ingat, hafalkan meski tidak hafal-hafal, karena hafalan ini datangnya dari Allah, jadi memohonlah kepada Allah agar semuanya di mudahkan dan di lancarkan, jangan lupa juga meminta doa dari kedua orangtua.

Wallahu a’lam bish-showab.