Posted in Review

#Wattpad : Pangeran Hati

Assalamualaikum!

Nah, daripada aku baper sendiri membaca Wattpad, lebih baik aku bagi-bagi cerita ke kalian.

Tidak peduli kalian suka atau engga, yang terpenting aku bahagia dengan menuangkannya ke dalam kumpulan aksara.

Aku penggemar wattpad dari SMA. Sudah banyak cerita yang aku baca. Cerita pertama yang aku baca adalah “Sandi Perak” karya Poppy. Yang ber-genre fantasi. Itu kali pertamanya aku suka banget sama cerita wattpad. Walau terkadang, jalan cerita yang di ambil si penulis satu dengan yang lainnya hampir sama. Genre yang paling sering aku baca adalah Spiritual. Ini cerita pada umumnya adalah pernikahan, di jodohin orangtua, tapi jangan salah, dalam genre ini yang paling aku suka karena banyak pesan moralnya. Seperti, tokoh utamanya yang berakhlak baik, rajin sholat malam, punya hafalan dan amalan baik lainnya. Mungkin, aku pernah terinspirasi oleh cerita yang dibawakan penulis sehingga aku belajar mengamalkan amalan tersebut.

Nah, kali ini aku baru selesai baca Pangeran Hati karya Mellyana. Mungkin diantara kalian sudah tidak asing dengan penulis Novel Dear, Imamku ini. Tapi, mungkin asing juga.

Cerita ini susah di tebak endingnya. Asli.

Satu yang paling menarik dari cerita ini adalah karena berlatar belakang ‘dokter’. Ya, kalian tidak salah baca. Asalkan yang berbau dokter, di tambah dokternya ganteng, cerdas, berakhlak baik, itu bikin imajinasi ku terbang tinggi setinggi angkasa.

Jangan lupakan tokoh Alif dalam Assalamualaikum Calon Imam. Duh, itu lelaki pokoknya pujaan bangsa banget. Hahaha lebay. Kalo calon imam aku yang baca ini, plis jangan ilfeel.

Kalau gak mau di kasih spoiler mending langsung cus baca aja, daripada nanti menyesal karna part di hapus sama author dengan alasan di cetak. Artinya kamu harus membeli buku. Eh, bagus dong jadi beli buku. Terserah, deh pokoknya aku bakalan spoiler ke kalian.

Selamat membaca.

Iqbal nama si tokoh utama. Dia dokter yang baru saja lulus dengan peringkat terbaik di angkatannya. Dia juga seorang Gus. Yap, anak seorang Kyai sang pemilik pesantren. Pendidikan kedokteran di tempuh selama 4 tahun pendidikan biasa, 2 tahun koas, dan selanjutnya internship. Nah, saat ini Iqbal tengah menjalankan internship di sebuah desa yang bernama Desa Gua. Singkat cerita, si Iqbal ini merupakan mahasiswa kesayangan Prof. Syarif. Bahkan, professor ini ingin Iqbal menjadi menantunya. Karena si professor memiliki putri semata wayangnya yang bernama Anza, kakak senior Iqbal.

Waduh, bau bau di jodohin, nih. Hehe

Di sebuah desa yang dijadikan tempat Iqbal internship juga temannya yaitu Arsa, ada seorang gadis yang punya penyakit aneh. Gadis itu oleh keluarganya sendiri di kucilkan, dan akibat masa lalu itulah mentalnya tidak baik. Gadis itu di penjara di sebuah rumah mewah di sebuah desa lengkap dengan bodyguard. Prof. Syarif lah yang di percayakan ayah dari gadis tersebut untuk menyembuhkan penyakit anaknya. Karena Iqbal merupakan mahasiswa kesayangan, jadilah Iqbal yang membantu mengobati pasien karena tempat tinggal Prof. Syarif yang jauh dengan desa Gua tersebut.

Syanum namanya. Tapi, ketika ia sedih, kepribadian yang lain muncul. Felisia namanya. Lain dengan Syanum yang pendiam, anggun, dan bersikap dewasa layaknya yang berumur 23 tahun, Feli ini justru seorang yang ceria, kekanak-kanakan layaknya anak kecil. Feli ini berumur 13 tahun. Ketika Syanum emosinya tidak terkontrol lagi, mentalnya lemah, kepribadian lain akan muncul, dia Insyra. Dia lah yang menakutkan. Kejam, mudah dendam. Hal yang paling di takutkan oleh semua penghuni rumah adalah ketika Insyra muncul. Karena ia tak segan-segan ingin membunuh ibu tirinya yaitu Margareta.

Nah, jadi orangtua Anza yang tersisa ayahnya saja dengan orangtua Iqbal yang berstatus sebagai pimpinan pondok pesantren ini terlibat perjodohan. Walau sebenarnya Iqbal tidak terima karena hatinya masih mengganjal. Di tambah Insyra yang bisa di kendalikan oleh Iqbal, dan dia juga ingin menjadi pacar Iqbal. Tapi bukan itu poin pentingnya. Syanum yang terlihat dari geriknya menyukai Iqbal.

Setelah berdebat dengan Abi nya, Iqbal akhirnya menerima perjodohan dengan Anza.

Tapi, ketika hendak melaksanakan lamaran, Iqbal menyaksikan kalau Syanum muncul kepribadian lain lagi, setelah Feli mengundurkan diri. Ya Feli hilang, muncul kepribadian lain. Anum, nama kecil Syanum. Anum lah yang menceritakan bagaimana Syanum dulu sehingga menjadi seperti sekarang ini. Anum juga Feli menyarankan agar Iqbal menikahi Syanum, terbaca dari diary nya Syanum, kalo Syanum itu menyukai Iqbal. Gara-gara ini lah lamaran yang seharusnya di mulai jam 8 ngaret jadi jam 10. Ya, Anum bercerita kepada Iqbal saja. Wajar, dong Prof. Syarif marah-marah. Tapi, karena Anza bersabar akhirnya Prof. Syarif bisa menerima. Walaupun ngaret, tapi acara berjalan dengan lancar.

Sepengetahuan si Bibi yang ngurus Syanum, Syanum gelagatnya beda sekali akhir-akhir ini. Seperti sedang kasmaran. Terlihat dari yang tadinya tidak pernah sholat, ia sekarang sholat berjamaah ke masjid dan kebetulan imamnya adalah Iqbal. Iqbal ini lah yang mengajarkan agama kepada Syanum. Syanum menganggap Iqbal ini imam-able banget lah.

Syanum yang terlihat bahagia, seharusnya tidak pernah tau akan kabarnya tentang Iqbal yang sudah lamaran. Tapi, karena si Bibi yang keceplosan Syanum menangis. Saat itu, kondisi Syanum juga sudah mulai membaik, karena ia sudah bisa mengendalikan dirinya. Kepribadiannya jarang sekali muncul. Di kondisi inilah Syanum merasakan sakit hati yang hebat. Mencintai tanpa di cintai.

Sabar ya, Num, aku udah biasa.

Wkwk

Perpisahan dan pertemuan ibarat puzzle. Apabila di satukan membentuk pelajaran hidup yang indah. Tak perlu risau, sebab semua ada sesuai garis takdirNya

Singkat cerita, orangtua Syanum pun sudah bisa menerima keadaan Syanum. Margareta juga sudah hijrah. Karena Syanum tidak ingin berlarut larut dalam kesedihan, dia pun menuruti permintaan ayahnya yang mengajak dia berlibur ke Singapura sekaligus mengecek penyakitnya.

Sampailah dimana Iqbal akan menikah dengan Anza. Karena Iqbal merasa grogi parah, akhirnya dia memutuskan buang air kecil terlebih dahulu, tapi sudah lama di tunggu oleh pihak keluarga, Iqbal tidak datang. Sampai Prof. Syarif marah besar.

Apa alasan Iqbal kabur dari pernikahannya?

Dia melihat Syanum dan Margareta yang datang ke pernikahannya, terus Iqbal berniat mengejarnya.

Iqbal selalu punya perasaan aneh apabila di dekat Syanum, tapi ia juga tidak mau menyakiti hati Anza.

Siapa kira-kira yang akan dipilih Iqbal?

Ada yang bisa nebak ga?

Yap, Iqbal pada akhirnya memilih Syanum. Karena ia ingin memaksakan menikah dengan Anza pun tidak bisa. Prof. Syarif pun merasa berat menikahkan anaknya dengan Iqbal. Para orang tua nya pun sadar, bahwa menjodohkan anaknya tidak selalu perilaku yang bagus.

Anza pun menyadari, ia terlalu berharap kepada Iqbal yang akan menjadi imamnya itu tidak baik. Karena berharap kepada manusia akan berakhir dengan kekecewaan.

Semakin berharap semakin terasa pahit. Bodohnya tetap menetap, seolah tak peduli rasa sakit. Padahal jelas Allah memberi tahu kalau berharap kepada manusia tidak menimbulkan legit.

Advertisements
Posted in Ngaji Bareng Fetty

Rezeki Allah yang Ngatur

Assalamualaikum para pembaca Komorebi yang di rahmati Allah

Ayo jawab dulu salamnya!

Nah, kali ini aku bakalan sharing tentang rezeki. Rezeki itu seperti faktor penting untuk di bahas. Karena, kita hidup di dunia membutuhkan rezeki dari Allah. Rezeki sehat, rezeki lingkungan yang baik, keluarga yang sayang sama kita dan lain sebagainya. Tanpa karunia dariNya, tanpa rezeki dariNya kita pasti bakal sengsara. Tapi Allah maha adil. Allah tidak akan membiarkan makhluknya tanpa ada rezeki dariNya. Mau orang itu yang tidak beribadah kepadaNya, tidak taat, bahkan (mohon maaf) yang non muslim, Allah tetap memberikan rezeki kepadanya. Karena Allah mempunyai sifat yang Maha Rahman.

Kalau lafadz basmalah di artikan secara mendalam seperti yang pernah aku pelajari ketika mondok itu emang luaaaaas banget.

Kali ini kita bahas yang singkatnya saja.

Bismillaahi = Dengan menyebut asma Allah

Ar-rahmaani = yang mempunyai sifat welas (kbbi : belas, kasih) yang besar di dunia dan akhirat

Ar-rahiimi = yang mempunyai sifat welas yang kecil di akhirat saja.

Ini seperti menjawab dari pertanyaan “Mengapa orang yang tidak taat kepada Allah, tidak sholat, tidak puasa dan lain sebagainya tapi usahanya lancar saja, rezekinya banyak”.

Karena, Allah mempunyai sifat Ar-rahman yang artinya maha welas yang besar baik di dunia maupun akhirat. Jadi, Allah akan memberikan kasih sayangnya kepada makhluknya tanpa terkecuali. Hati-hati, yang usahanya lancar tanpa pernah beribadah kepada Allah bisa jadi itu adalah teguran Allah, azab Allah.

“Lalu kenapa juga ada yang hidupnya memprihatinkan seperti gelandangan?”

Pertama, agar ada orang dermawan yang memberi. Di buka peluang untuk saling berbagi. Kedua, ini juga sebagai cobaan untuk mereka agar meningkatkan keimanan mereka dan juga kerja keras mereka.

Allah kan Maha Tahu, Allah juga tidak akan pernah membebani seseorang di luar kemampuannya. Allah akan menguji keimanan seseorang dengan jalan dan cara yang berbeda.

Jalan yang harus di tempuh untuk mendapatkan rezeki dari Allah adalah berdoa. Doa adalah senjata seorang muslim. Seperti yang pernah di jelaskan di The Miracle of Doa dan juga Tidak ada doa yang sia-sia.

Ada doa yang selalu aku amalkan yaitu doa Nabi Musa terdapat dalam Qur’an surah Al-Maidah ayat 114.

اللهم ربنا انزل علينا مائدة من السماء تكون لناعيدا لااولنا وءاخرناواية منك ورزقنا انت خير الرزقين

Baca doa ini apalagi di waktu yang mustajab seperti antara adzan dan iqamah, selesai sholat maka insya Allah rezeki dari Allah itu selalu ada,mengalir terus dengan jumlah yang alhamdulillah cukup gitu.

Asal jangan ketika banyak makanan di hadapan kita, terus kita membaca doa ini. Rasanya kurang sopan gitu hidangan ada di hadapan kita tapi kita masih meminta. Seharusnya bersyukur itu lebih diutamakan.

Walaupun rezeki Allah yang ngatur, sebagai makhluknya kita juga diharuskan untuk bekerja keras, istilahnya menjemput rezeki. Karena tipe manusia itu berbeda-beda. Ada yang rezekinya harus di jemput terlebih dahulu ada juga yang mengalir berdatangan.

Seperti cerita tadi malam, di siang harinya aku rasanya pengen banget makan Bakso, eh ternyata adeku pulang kerja di malam hari dia membawa bakso. Alhamdulillah.

Yang terpenting jangan pernah putus asa terhadap rahmat Allah. Allah maha luas kekayaannya.

Wallahu a’lam

Semoga bermanfaat 🙏

Posted in Hari Ini Produktif

#HIP1 : Persiapan Menjadi IRT?

Menjadi Ibu rumah tangga ternyata tidak semudah yang kita bayangkan

Jum’at Barokah.

Jum’at yang produktif.

Tidak seperti biasanya.

Alhamdulillah.

Jadi ceritanya, temanku yang biasanya suka masak, lagi pulang. Di karenakan neneknya meninggal. Mari kita doakan.

اللهم ا غفرلها وار حمها وعافها واعف عنها

Nah, di karenakan jadwal piket yang tidak kondusif, akhirnya aku yang harus turun tangan. Di asrama, kita ada 4 orang. Satu sakit, satunya lagi gak pernah tanggung jawab dengan pekerjaan rumah satunya lagi yang membantu bersih-bersih rumah. Jadi, aku piket masak setiaaap hari. Kecuali kalo puasa, aku males banget buat masak. Dan ini sudah berjalan hampir satu minggu. Ternyata masak aja aku udah kewalahan. Kalo jadwal piket pun merasa lelah banget. Pagi-pagi harus menyiapkan setoran (setoran jam 07:30), bersih-bersih rumah, siapin sarapan, lebih parah lagi kalo belum murajaah. Lelah bang!!!

Nah, ini udah lumayan ringan, sih. Bersih-bersih rumah di tugaskan ke temen yang lain, walaupun dia juga harus ngajar pagi, dan biasanya aku masak yang simpel untuk makan pagi. Jadi, pagi ini aku masak nasi goreng 👌

Sedangkan untuk makan siang sekaligus sore, aku masak daun singkong rebus untuk lalap, ada sambel, tahu bubuk, dan tempe goreng.

Keadaan dapur

Lumayan membakar kalori, ya memasak tuh.

Sebenarnya aku gak bisa yang namanya masak. Tapi, temanku ini selalu mengajarkanku tentang masak, bukan hanya resep tapi skill nya juga. Seperti, kalo masak apinya jangan terlalu gede, biar aromanya gak terlalu nusuk. Ada kan, orang yang masak sampe meracuni se-kampung. Lebay itu mah namanya. Ya maksudnya bikin batuk-batuk yang ada di rumah. Trus cara bikin sambel banyak untuk beberapa hari, pokoknya seputar memasak lah, yang kebanyakan hal itu di lupakan para emak-emak.

Jadi, inti dari postingan ini adalah : Jum’at aku produktif kali ini, dan ternyata menjadi Ibu rumah tangga itu tidak gampang. Pelajaran, nih buat yang mau nikah muda. Nikah bukan hanya untuk mencari kebahagiaan. Karena kebahagiaan bisa di miliki sebelum menikah. Menikah adalah ibadah. Menyempurnakan keimanan. Sebelum menikah aja tidak taat, tidak beriman, apa yang mau di sempurnakan?

Eh gitu bukan, sih?

Haha

Oke, terima kasih telah membaca kegiatanku hari ini.

Bhaaaaay sheyaaaang👌

Posted in Puisi

Bapak

Bapak

Aku sayang Bapak

Bapak yang selalu menasihati bahwa di dunia ini hanyalah sementara

Semuanya Allah yang mengatur, kita yang menjalani

Usiamu makin bertambah, namun jatah umurmu semakin berkurang

Aku yang selalu sedih saat mendengar tawamu riang di sebrang sana

Sedih, karena kita akan berpulang

Bapak

Jangan pernah tinggalkan aku sendiri terpekur di dunia yang fana

Jika ingin pulang, ajaklah aku, Pak

Bapak

Sehatlah selalu

Teruslah beri aku semangat untuk menuntut ilmu

Karena Bapak bagaikan air sejuk yang melegakan dahaga

Bapak sumber yang aku cari

Bapak adalah harapan

Entah sejak kapan aku menjadi begitu merengek manja kepadamu

Biarkan aku menjadi anak kecil di matamu

Bapak, aku tau hidup ini hanya sementara

Yang bernyawa akan lekas pulang

Tapi, aku tak akan sanggup melihatmu pulang sendiri

Bawa aku ya, Pak

Atau lihat aku

Lihat aku sampai aku bisa mengamalkan ilmuku

Lihat aku sampai menjadi apa yang Bapak inginkan

Lihat aku sampai Bapak menjabat tangan yang akan membimbingku

Lihat aku sampai Bapak melihat cucu yang bertambah

Lihat aku selalu, Bapak

Bapak

Rekaman-rekaman nasihat masih terngiang di kepala

Masih adakah waktu untuk aku terus bersama Bapak?

Masih adakah ruang untuk aku mencurahkan segala kesah?

Bapak

Aku sayang Bapak

Posted in Self Reminder

Derana

Sabar.

Alur takdir seseorang itu berbeda-beda.

Kamu tidak bisa memaksakan untuk menjadi dia begitupun dia tidak bisa di paksa menjadi kamu.

Jalani apa yang sudah menjadi milikmu.

Jalani apa yang ada di depanmu.

Bukan meralat apa yang sudah kamu rencanakan.

Hanya saja, hidup akan lebih baik jika kamu tidak terlalu mengkhawatirkan apa yang belum tentu terjadi.

Nikmati yang ada.

Semua akan indah.

Biarkan.

Biarkan mereka jauh di atasmu.

Kemuliaan seseorang tidak bisa di lihat dari kacamata manusia.

Teruslah berkarya.

Kamu pasti bisa.

Teruslah menjalani apa yang seharusnya kamu jalani.

Terima kasih atas perjuanganmu selama ini.

Biarkan rencana-rencanamu bertemu dengan titik rencanaNya.

Dia selalu memandumu.

Untuk menjadi yang kuat.

Terhebat.

Kamu adalah pemenang.

BersamaNya semua akan baik-baik saja.

Posted in Self Reminder

Catatan Usang

Tersenyumlah.

Tersenyumlah dengan tulus.

Jangan memperburuk keadaan.

Jika ada yang pergi meninggalkanmu, cobalah untuk membaca.

Membaca keadaan.

Membaca sebuah konspirasi alam.

Tidak selalu yang menurut kita baik, baik juga di mata Allah.

Mungkin saja yang pergi adalah orang yang akan lebih menyakiti hatimu di hari nanti.

Mungkin orang yang pergi adalah orang yang tidak cocok sama sekali denganmu.

Allah Maha Tahu segalanya.

Apapun itu.

Jangan sedih.

Allah tahu mana yang terbaik untukmu.

Allah tahu mana yang buruk untukmu.

Allah tahu.

Allah sayang dengan hambaNya.

Allah selalu memberikan rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

Sungguh sangat kurang bersyukur jika kita terus berlarut-larut dalam kesedihan gara-gara ditinggalkan oleh orang yang disayang.

Bekasi, 14 Desember 2018
—fettyls✏️

Posted in Daily Life

Berburu Buku

27 Februari 2019, sekitar pukul 6.30 WIB kami berangkat. Ini hari pertama Islamic Book Fair alias pembukaan. Sebenarnya aku memilih hari sabtu untuk ke sana, namun tidak di izinkan oleh Umi. IBF ini di buka dari 27 Februari sampai 3 Maret, karena 3 Maret ada acara di Pondok Pesantren, yaitu launching BAQ Mart jadi kalau pilih tanggal 2 akan super sibuk. Di tambah aku ikut jadi panitia.

Ini juga merupakan sebuah keberuntungan bisa ikut IBF tahun ini. Sayang, yang berangkat sedikit dari asrama kami. Hanya ber-4. Lain saat tahun lalu. Satu asrama ikut. Ya walaupun satu asrama nya ada 6 orang. Hehe

Hari ini kita berangkat menggunakan taxi online. Daripada ribet dan pegel pakai KRL aku lebih memilih transportasi ini. Walaupun biayanya lebih mahal, tapi sebanding dengan kenyamanannya.

Kami sampai di JCC kurang lebih jam 8. Sedangkan IBF buka pada jam 9. Oke sip ini terlalu pagi. Tapi, beruntung juga datang pagi karena masih sepi. Kami bisa beristirahat terlebih dahulu sebelum berburu buku, sekaligus menghilangkan pusing yang di akibatkan memainkan handphone di perjalanan, dan sekarang juga. Padahal sebenernya aku paling gak bisa memainkan hp saat perjalanan. Membuat kepalaku pusing. Tapi, karena harus menulis, apa daya. Aku lebih semangat menulis kalau memang suasana apa yang aku tulis masih ku rasakan. Eaaaaa. Nah, tepat jam 9, antrian udah di buka. Aku lah yang mengambil peran. Beli tiket untuk 4 orang. Antri tiket pun tidak terlalu panjang. Tiket yang di jual pun beragam. Untuk pelajar seharga 5k dan umum/mahasiswa 10k. Kami membeli tiket yang umum.

Foto blur

Ketika pintu masuk di buka, masya Allah pusing ku langsung hilang melihat buku-buku yang berderet seolah mengucapkan selamat datang. Dan aku merasa paling beruntung karena suasana masih sepi. Hanya penjaga stand yang hadir, pengunjung masih bisa kehitung, sekitar 10 sampai 20 orang gitu.

Kita menyusuri hall pertama yang isinya berbagai macam buku dari anak sampai dewasa dari buku yang Arab gundul sampai kribo. Gak deng. Kektika melewati stand Media Kita, ah jangan sampai aku tergoda untuk membeli novel. Stop, Fet! Apalagi di sana pasti Novel Kala, Amor Fati, Egosentris dan Paradigma di jual murah banget. Aku lewati begitu saja stand tersebut. Akhirnya aku lolos dari godaan novel. Lanjut ke Hall kedua, ini lebih ke fashion dan juga ada mushola dan Panggung utama. Niatnya mau keliling dulu, eh udah nyangkut aja di stand Kaos kaki Soka. Emang murah banget, sih. Kaos kaki yang puaaaaling enak dan cukup mahal ini sekarang harganya cuma goceng buuuuu. Akhirnya menyerbu lah ke kaos kaki murah ini

Aku beli banyak karena ingin membagikannya juga kepada teman-teman di asrama yang gak ikut ke event ini. Itu sebagian aja yang aku foto. Kaos kaki printing ini modelnya super cute. Aku pernah sebelumnya beli kaos kaki printing tapi bukan dari Soka, harganya kisaran 15k. Berlanjut ke toko sebelah yang menjual aksesoris yang lucu-lucu.

Setelah itu, aku tersadar. Tujuanku adalah beli buku. Alhasil kita kembali berburu buku. Sayang, susah banget mencari buku yang aku cari.

List belanja buku :

  • Qur’an untuk hafalan
  • Terjemah Bidayatul Mujtahid
  • Terjemah Bidayatul Hidayah
  • Terjemah Nashoihul Ibad
  • Terjemah Safinatun Najah
  • Terjemah Tibyan + kitab

Pertama aku langsung nemu, tuh terjemah Bidayatul Mujtahid. But, ternyata itu ada 2 jilid dan super tebal. Harganya kisaran 200k. Duh, kayanya gak bisa. Trus aku skip. Aku cari kemana-mana Nashoihul ibad, susah banget. Dan akhirnya nemu di stand Wali Pustaka harganya murah terus aku juga suka kertasnya yang berwarna kuning seperti biasa kertas novel. Aku kurang suka dengan buku yang kertas putih. Baunya gak enak. Tapi, walaupun buku yang aku beli hampir semua kertas putih kecuali buku terjemahan dari kitab Nashoihul Ibad ini. Harganya super murah. Dari 75k menjadi 45k. Parah, kan?

Kembali mencari buku lain, itu pun susah. Alhamdulillah kitab Tibyan udah dapet, tinggal terjemahannya. Ada satu stand yang sepi, yang di jaga oleh ikhwan berjenggot bercelana cingkrang, eaaaa. Di sana udah langsung ada banner gitu yang menunjukkan buku terjemahan Tibyan. Aku langsung cus beli. Harganya hanya 75k. Suka covernya. Warna hitam.

Aku juga beli Al-Qur’an. Sebenarnya aku ingin beli Qur’an terjemahan per kata. Karena biasanya aku menghafal dengan 2 Qur’an. Karena Qur’an yang biasa aku pakai tidak ada terjemahan tapi enak banget buat ngafal.

Tapi, akhirnya aku menemukan Qur’an sesuai apa yang aku inginkan. Qur’an hafalan yang ber-blok dan ada terjemahan juga ada kata kuncinya.

Setelah puas mencari buku kami langsung menuju tempat sholat dan bersiap untuk pulang ke BAQ. Sebelumnya foto di tempat ini biar afdhol.

Thanks IBF, sampai ketemu tahun depan.

Bye.