Posted in Review

#Wattpad : Pangeran Hati

Assalamualaikum!

Nah, daripada aku baper sendiri membaca Wattpad, lebih baik aku bagi-bagi cerita ke kalian.

Tidak peduli kalian suka atau engga, yang terpenting aku bahagia dengan menuangkannya ke dalam kumpulan aksara.

Aku penggemar wattpad dari SMA. Sudah banyak cerita yang aku baca. Cerita pertama yang aku baca adalah “Sandi Perak” karya Poppy. Yang ber-genre fantasi. Itu kali pertamanya aku suka banget sama cerita wattpad. Walau terkadang, jalan cerita yang di ambil si penulis satu dengan yang lainnya hampir sama. Genre yang paling sering aku baca adalah Spiritual. Ini cerita pada umumnya adalah pernikahan, di jodohin orangtua, tapi jangan salah, dalam genre ini yang paling aku suka karena banyak pesan moralnya. Seperti, tokoh utamanya yang berakhlak baik, rajin sholat malam, punya hafalan dan amalan baik lainnya. Mungkin, aku pernah terinspirasi oleh cerita yang dibawakan penulis sehingga aku belajar mengamalkan amalan tersebut.

Nah, kali ini aku baru selesai baca Pangeran Hati karya Mellyana. Mungkin diantara kalian sudah tidak asing dengan penulis Novel Dear, Imamku ini. Tapi, mungkin asing juga.

Cerita ini susah di tebak endingnya. Asli.

Satu yang paling menarik dari cerita ini adalah karena berlatar belakang ‘dokter’. Ya, kalian tidak salah baca. Asalkan yang berbau dokter, di tambah dokternya ganteng, cerdas, berakhlak baik, itu bikin imajinasi ku terbang tinggi setinggi angkasa.

Jangan lupakan tokoh Alif dalam Assalamualaikum Calon Imam. Duh, itu lelaki pokoknya pujaan bangsa banget. Hahaha lebay. Kalo calon imam aku yang baca ini, plis jangan ilfeel.

Kalau gak mau di kasih spoiler mending langsung cus baca aja, daripada nanti menyesal karna part di hapus sama author dengan alasan di cetak. Artinya kamu harus membeli buku. Eh, bagus dong jadi beli buku. Terserah, deh pokoknya aku bakalan spoiler ke kalian.

Selamat membaca.

Iqbal nama si tokoh utama. Dia dokter yang baru saja lulus dengan peringkat terbaik di angkatannya. Dia juga seorang Gus. Yap, anak seorang Kyai sang pemilik pesantren. Pendidikan kedokteran di tempuh selama 4 tahun pendidikan biasa, 2 tahun koas, dan selanjutnya internship. Nah, saat ini Iqbal tengah menjalankan internship di sebuah desa yang bernama Desa Gua. Singkat cerita, si Iqbal ini merupakan mahasiswa kesayangan Prof. Syarif. Bahkan, professor ini ingin Iqbal menjadi menantunya. Karena si professor memiliki putri semata wayangnya yang bernama Anza, kakak senior Iqbal.

Waduh, bau bau di jodohin, nih. Hehe

Di sebuah desa yang dijadikan tempat Iqbal internship juga temannya yaitu Arsa, ada seorang gadis yang punya penyakit aneh. Gadis itu oleh keluarganya sendiri di kucilkan, dan akibat masa lalu itulah mentalnya tidak baik. Gadis itu di penjara di sebuah rumah mewah di sebuah desa lengkap dengan bodyguard. Prof. Syarif lah yang di percayakan ayah dari gadis tersebut untuk menyembuhkan penyakit anaknya. Karena Iqbal merupakan mahasiswa kesayangan, jadilah Iqbal yang membantu mengobati pasien karena tempat tinggal Prof. Syarif yang jauh dengan desa Gua tersebut.

Syanum namanya. Tapi, ketika ia sedih, kepribadian yang lain muncul. Felisia namanya. Lain dengan Syanum yang pendiam, anggun, dan bersikap dewasa layaknya yang berumur 23 tahun, Feli ini justru seorang yang ceria, kekanak-kanakan layaknya anak kecil. Feli ini berumur 13 tahun. Ketika Syanum emosinya tidak terkontrol lagi, mentalnya lemah, kepribadian lain akan muncul, dia Insyra. Dia lah yang menakutkan. Kejam, mudah dendam. Hal yang paling di takutkan oleh semua penghuni rumah adalah ketika Insyra muncul. Karena ia tak segan-segan ingin membunuh ibu tirinya yaitu Margareta.

Nah, jadi orangtua Anza yang tersisa ayahnya saja dengan orangtua Iqbal yang berstatus sebagai pimpinan pondok pesantren ini terlibat perjodohan. Walau sebenarnya Iqbal tidak terima karena hatinya masih mengganjal. Di tambah Insyra yang bisa di kendalikan oleh Iqbal, dan dia juga ingin menjadi pacar Iqbal. Tapi bukan itu poin pentingnya. Syanum yang terlihat dari geriknya menyukai Iqbal.

Setelah berdebat dengan Abi nya, Iqbal akhirnya menerima perjodohan dengan Anza.

Tapi, ketika hendak melaksanakan lamaran, Iqbal menyaksikan kalau Syanum muncul kepribadian lain lagi, setelah Feli mengundurkan diri. Ya Feli hilang, muncul kepribadian lain. Anum, nama kecil Syanum. Anum lah yang menceritakan bagaimana Syanum dulu sehingga menjadi seperti sekarang ini. Anum juga Feli menyarankan agar Iqbal menikahi Syanum, terbaca dari diary nya Syanum, kalo Syanum itu menyukai Iqbal. Gara-gara ini lah lamaran yang seharusnya di mulai jam 8 ngaret jadi jam 10. Ya, Anum bercerita kepada Iqbal saja. Wajar, dong Prof. Syarif marah-marah. Tapi, karena Anza bersabar akhirnya Prof. Syarif bisa menerima. Walaupun ngaret, tapi acara berjalan dengan lancar.

Sepengetahuan si Bibi yang ngurus Syanum, Syanum gelagatnya beda sekali akhir-akhir ini. Seperti sedang kasmaran. Terlihat dari yang tadinya tidak pernah sholat, ia sekarang sholat berjamaah ke masjid dan kebetulan imamnya adalah Iqbal. Iqbal ini lah yang mengajarkan agama kepada Syanum. Syanum menganggap Iqbal ini imam-able banget lah.

Syanum yang terlihat bahagia, seharusnya tidak pernah tau akan kabarnya tentang Iqbal yang sudah lamaran. Tapi, karena si Bibi yang keceplosan Syanum menangis. Saat itu, kondisi Syanum juga sudah mulai membaik, karena ia sudah bisa mengendalikan dirinya. Kepribadiannya jarang sekali muncul. Di kondisi inilah Syanum merasakan sakit hati yang hebat. Mencintai tanpa di cintai.

Sabar ya, Num, aku udah biasa.

Wkwk

Perpisahan dan pertemuan ibarat puzzle. Apabila di satukan membentuk pelajaran hidup yang indah. Tak perlu risau, sebab semua ada sesuai garis takdirNya

Singkat cerita, orangtua Syanum pun sudah bisa menerima keadaan Syanum. Margareta juga sudah hijrah. Karena Syanum tidak ingin berlarut larut dalam kesedihan, dia pun menuruti permintaan ayahnya yang mengajak dia berlibur ke Singapura sekaligus mengecek penyakitnya.

Sampailah dimana Iqbal akan menikah dengan Anza. Karena Iqbal merasa grogi parah, akhirnya dia memutuskan buang air kecil terlebih dahulu, tapi sudah lama di tunggu oleh pihak keluarga, Iqbal tidak datang. Sampai Prof. Syarif marah besar.

Apa alasan Iqbal kabur dari pernikahannya?

Dia melihat Syanum dan Margareta yang datang ke pernikahannya, terus Iqbal berniat mengejarnya.

Iqbal selalu punya perasaan aneh apabila di dekat Syanum, tapi ia juga tidak mau menyakiti hati Anza.

Siapa kira-kira yang akan dipilih Iqbal?

Ada yang bisa nebak ga?

Yap, Iqbal pada akhirnya memilih Syanum. Karena ia ingin memaksakan menikah dengan Anza pun tidak bisa. Prof. Syarif pun merasa berat menikahkan anaknya dengan Iqbal. Para orang tua nya pun sadar, bahwa menjodohkan anaknya tidak selalu perilaku yang bagus.

Anza pun menyadari, ia terlalu berharap kepada Iqbal yang akan menjadi imamnya itu tidak baik. Karena berharap kepada manusia akan berakhir dengan kekecewaan.

Semakin berharap semakin terasa pahit. Bodohnya tetap menetap, seolah tak peduli rasa sakit. Padahal jelas Allah memberi tahu kalau berharap kepada manusia tidak menimbulkan legit.

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s