Posted in Puisi

Bapak

Bapak

Aku sayang Bapak

Bapak yang selalu menasihati bahwa di dunia ini hanyalah sementara

Semuanya Allah yang mengatur, kita yang menjalani

Usiamu makin bertambah, namun jatah umurmu semakin berkurang

Aku yang selalu sedih saat mendengar tawamu riang di sebrang sana

Sedih, karena kita akan berpulang

Bapak

Jangan pernah tinggalkan aku sendiri terpekur di dunia yang fana

Jika ingin pulang, ajaklah aku, Pak

Bapak

Sehatlah selalu

Teruslah beri aku semangat untuk menuntut ilmu

Karena Bapak bagaikan air sejuk yang melegakan dahaga

Bapak sumber yang aku cari

Bapak adalah harapan

Entah sejak kapan aku menjadi begitu merengek manja kepadamu

Biarkan aku menjadi anak kecil di matamu

Bapak, aku tau hidup ini hanya sementara

Yang bernyawa akan lekas pulang

Tapi, aku tak akan sanggup melihatmu pulang sendiri

Bawa aku ya, Pak

Atau lihat aku

Lihat aku sampai aku bisa mengamalkan ilmuku

Lihat aku sampai menjadi apa yang Bapak inginkan

Lihat aku sampai Bapak menjabat tangan yang akan membimbingku

Lihat aku sampai Bapak melihat cucu yang bertambah

Lihat aku selalu, Bapak

Bapak

Rekaman-rekaman nasihat masih terngiang di kepala

Masih adakah waktu untuk aku terus bersama Bapak?

Masih adakah ruang untuk aku mencurahkan segala kesah?

Bapak

Aku sayang Bapak

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

2 thoughts on “Bapak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s