Posted in Daily Life

Berburu Buku

27 Februari 2019, sekitar pukul 6.30 WIB kami berangkat. Ini hari pertama Islamic Book Fair alias pembukaan. Sebenarnya aku memilih hari sabtu untuk ke sana, namun tidak di izinkan oleh Umi. IBF ini di buka dari 27 Februari sampai 3 Maret, karena 3 Maret ada acara di Pondok Pesantren, yaitu launching BAQ Mart jadi kalau pilih tanggal 2 akan super sibuk. Di tambah aku ikut jadi panitia.

Ini juga merupakan sebuah keberuntungan bisa ikut IBF tahun ini. Sayang, yang berangkat sedikit dari asrama kami. Hanya ber-4. Lain saat tahun lalu. Satu asrama ikut. Ya walaupun satu asrama nya ada 6 orang. Hehe

Hari ini kita berangkat menggunakan taxi online. Daripada ribet dan pegel pakai KRL aku lebih memilih transportasi ini. Walaupun biayanya lebih mahal, tapi sebanding dengan kenyamanannya.

Kami sampai di JCC kurang lebih jam 8. Sedangkan IBF buka pada jam 9. Oke sip ini terlalu pagi. Tapi, beruntung juga datang pagi karena masih sepi. Kami bisa beristirahat terlebih dahulu sebelum berburu buku, sekaligus menghilangkan pusing yang di akibatkan memainkan handphone di perjalanan, dan sekarang juga. Padahal sebenernya aku paling gak bisa memainkan hp saat perjalanan. Membuat kepalaku pusing. Tapi, karena harus menulis, apa daya. Aku lebih semangat menulis kalau memang suasana apa yang aku tulis masih ku rasakan. Eaaaaa. Nah, tepat jam 9, antrian udah di buka. Aku lah yang mengambil peran. Beli tiket untuk 4 orang. Antri tiket pun tidak terlalu panjang. Tiket yang di jual pun beragam. Untuk pelajar seharga 5k dan umum/mahasiswa 10k. Kami membeli tiket yang umum.

Foto blur

Ketika pintu masuk di buka, masya Allah pusing ku langsung hilang melihat buku-buku yang berderet seolah mengucapkan selamat datang. Dan aku merasa paling beruntung karena suasana masih sepi. Hanya penjaga stand yang hadir, pengunjung masih bisa kehitung, sekitar 10 sampai 20 orang gitu.

Kita menyusuri hall pertama yang isinya berbagai macam buku dari anak sampai dewasa dari buku yang Arab gundul sampai kribo. Gak deng. Kektika melewati stand Media Kita, ah jangan sampai aku tergoda untuk membeli novel. Stop, Fet! Apalagi di sana pasti Novel Kala, Amor Fati, Egosentris dan Paradigma di jual murah banget. Aku lewati begitu saja stand tersebut. Akhirnya aku lolos dari godaan novel. Lanjut ke Hall kedua, ini lebih ke fashion dan juga ada mushola dan Panggung utama. Niatnya mau keliling dulu, eh udah nyangkut aja di stand Kaos kaki Soka. Emang murah banget, sih. Kaos kaki yang puaaaaling enak dan cukup mahal ini sekarang harganya cuma goceng buuuuu. Akhirnya menyerbu lah ke kaos kaki murah ini

Aku beli banyak karena ingin membagikannya juga kepada teman-teman di asrama yang gak ikut ke event ini. Itu sebagian aja yang aku foto. Kaos kaki printing ini modelnya super cute. Aku pernah sebelumnya beli kaos kaki printing tapi bukan dari Soka, harganya kisaran 15k. Berlanjut ke toko sebelah yang menjual aksesoris yang lucu-lucu.

Setelah itu, aku tersadar. Tujuanku adalah beli buku. Alhasil kita kembali berburu buku. Sayang, susah banget mencari buku yang aku cari.

List belanja buku :

  • Qur’an untuk hafalan
  • Terjemah Bidayatul Mujtahid
  • Terjemah Bidayatul Hidayah
  • Terjemah Nashoihul Ibad
  • Terjemah Safinatun Najah
  • Terjemah Tibyan + kitab

Pertama aku langsung nemu, tuh terjemah Bidayatul Mujtahid. But, ternyata itu ada 2 jilid dan super tebal. Harganya kisaran 200k. Duh, kayanya gak bisa. Trus aku skip. Aku cari kemana-mana Nashoihul ibad, susah banget. Dan akhirnya nemu di stand Wali Pustaka harganya murah terus aku juga suka kertasnya yang berwarna kuning seperti biasa kertas novel. Aku kurang suka dengan buku yang kertas putih. Baunya gak enak. Tapi, walaupun buku yang aku beli hampir semua kertas putih kecuali buku terjemahan dari kitab Nashoihul Ibad ini. Harganya super murah. Dari 75k menjadi 45k. Parah, kan?

Kembali mencari buku lain, itu pun susah. Alhamdulillah kitab Tibyan udah dapet, tinggal terjemahannya. Ada satu stand yang sepi, yang di jaga oleh ikhwan berjenggot bercelana cingkrang, eaaaa. Di sana udah langsung ada banner gitu yang menunjukkan buku terjemahan Tibyan. Aku langsung cus beli. Harganya hanya 75k. Suka covernya. Warna hitam.

Aku juga beli Al-Qur’an. Sebenarnya aku ingin beli Qur’an terjemahan per kata. Karena biasanya aku menghafal dengan 2 Qur’an. Karena Qur’an yang biasa aku pakai tidak ada terjemahan tapi enak banget buat ngafal.

Tapi, akhirnya aku menemukan Qur’an sesuai apa yang aku inginkan. Qur’an hafalan yang ber-blok dan ada terjemahan juga ada kata kuncinya.

Setelah puas mencari buku kami langsung menuju tempat sholat dan bersiap untuk pulang ke BAQ. Sebelumnya foto di tempat ini biar afdhol.

Thanks IBF, sampai ketemu tahun depan.

Bye.

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

20 thoughts on “Berburu Buku

      1. Semua orang punya dosa, tapi untuk menjadi penghafal bukan karena dosa yang kita punya tapi seberapa banyak kita meminta ampunan. Eaaaa ni kaya yg bener aja ya akunya😅

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s