Posted in Daily Life

Ke-10 di Tanggal 10

Bunga tidur. Semua orang pasti pernah mengalaminya. Aku pernah membaca katanya kalau sering bermimpi, termasuk orang kreatif atau mempunyai tingkatan imajinasi yang tinggi dan ada juga yang mengatakan kalau mimpi itu hasil dari apa yang sering kita bayangkan. Tapi, yang pasti mimpi itu datang dari Allah sebagai petunjuk atau dari syetan. Namun, apa jadinya jika seseorang selalu muncul di dalam mimpiku? Ya, ini sudah yang ke sepuluh kalinya dia hadir dalam mimpiku setelah aku mulai menghitungnya, sebelum ku hitung pun dia sudah selalu hadir di mimpiku. Apa artinya?

Dia hanyalah seorang sahabatku, walaupun aku pernah menyimpan rasa. Mungkin itu hanya rasa sebagai sahabat. Kita sering berbincang bahkan setelah kita berpisah. Tidak sama sekali berkomunikasi. Hanya saling lihat story itu pun saat aku di bagi hp. Ah tentang mimpi itu aku seolah senang bisa bertemu dengannya. Sering kali mimpi itu saat kita bersekolah. Saat aku berdiskusi dengannya. Pernah juga saat itu dia ingin menyampaikan sesuatu padaku. Namun saat itu juga aku terbangun. Harus tersadar kalau hidup kembali di dunia nyata. Padahal aku masih merindukannya. Atau saat dia mengajakku ke rumahnya untuk belajar SBMPTN bersama dan pakaian yang di kenakan sama seperti ketika bimbel. Kaos biru berlengan pendek lengkap dengan sarung dan tas backpack hitamnya. Seperti biasa kau membawa plastik minuman es. Atau saat aku makan denganmu. Atau saat aku menanyakan tentang cara tali temali bendera merah putih. Semua itu seolah nyata. Dia pun hadir di mimpiku, aku hanya bilang “Kita sahabat” dan aku memegang tanganmu erat seolah tidak ingin lagi kita berpisah.

Dan terakhir, dia hadir begitu lama dalam mimpiku. Nampaknya makin segar. Aku pun bertanya “Apakah kamu pernah bermimpi seseorang yang terus menerus secara kontinyu hadir dalam mimpimu?”. “Pernah” jawabmu. “Siapa?” tanyaku. “Ah tak usah kau jawab” ku katakan lagi. Saat itu pun aku terbangun.

Aku rindu mendengar keluh kesahmu. Aku rindu mendengar pendapat yang bijak darimu, aku rindu berdiskusi denganmu. Aku rindu . Sampai kapan rindu ini terus terkubur? Belum sampaikah waktu kita untuk bertemu. Malam kelam sudah berlalu diganti siang. Tapi tanda hadirmu belum juga datang.

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s