Posted in Sharing

Hidupkan Sendi-sendi Islam

Kemarin, aku menghadiri acara Talkshow di Masjid Al-Ihsan JakaPermai, Bekasi bersama Ust. Burhan Sodiq dan Fuadbakh dengan tema “Yang Muda Yang Kreatif”. Tema yang diangkat begitu inspiratif mengingat keadaan zaman sekarang yang sudah sedikit demi sedikit seolah agama menjauhkan dari kehidupan karena efek dari ke-kreatifan. Umat islam sekarang sudah di rusak akidahnya, ibadah, sampai akhlaknya hasil dari kreatifnya bangsa luar. Begitu mudahnya tiga hal penting itu di rusak dengan satu senjata yaitu “Sosial Media”. Tidak hanya yang muda, yang tua juga ikut terjajah oleh sinetron-sinetron luar yang berdampak pada akidah. Anak-anak sudah terkontaminasi imajinasinya, akidah yang masih lemah semakin lemah karena tidak ada tontonan yang edukatif bagi mereka. Yang seharusnya idola mereka adalah Baginda nabi, tergantikan oleh tokoh-tokh fiktif seperti spiderman, batman, sampai superman yang tidak punya malu memakai celana dalam tapi dipakai di luar. Sedangkan umat islamnya masih berdebat dengan masalah “Tidak boleh menggambar makhluk hidup secara utuh”, sedangkan yang terjadi di masyarakat, mengikuti zamannya, anak-anak butuh tontonan yang sama level kekreatifannya, kerennya dengan film barat tapi menyampaikan ajaran agama. Karena anak-anak itu belajar harus secara have fun. Memerintah anaknya untuk mengaji tapi, orangtuanya nonton sinetron, main facebook, update status tidak jelas di WA, si anak ini butuh role model. Butuh contoh untuk di contoh.

Anak muda zaman sekarang, di hebohkan lagi dengan kehadiran oppa oppa korea. Setiap hari yang didendangkan bukan lagi ayat-ayat al-quran tapi lagu-lagu korea yang dia sendiri tidak tahu artinya. Gaya baju ingin seperti orang Korea padahal badan berlipat-lipat tidak lurus seperti Yoona SNSD.  Kulitnya ingin diubah menjadi putih, kinclong, sampai warna kulit wajah dan tangan tidak lagi sama. Yang jadi pegangannya bukan lagi Qur’an tapi benda kotak yang super canggih. Ada juga yang hijrah ikut-ikutan zaman. Masih mending lah mau ikutan kajian. Walaupun sebelum berangkat kajian update status di snapgram dan sosmed lainnya.

Sampai kapan anak muda menikmati hasil karya orang lain? Sampai kapan yang muda terus menerus di jajah oleh bangsa lain? Tidak maukah untuk berubah. Tidak mau meluruskan kembali generasi islami. Jangan sampai mau akidah kita di rusak, ibadah kita terganggu karena aktifitas yang sia-sia, jangan sampai akhlak kita hanya bergantung pada moralnya saja sedangkan spiritualitasnya kurang. Sering-sering, deh anak muda sekarang nge-cas iman dengan mengikuti kajian-kajian, kembangkan potensi diri agar kita bisa berdakwah lewat apa yang kita sukai.Fuadbakh kemarin mengatakan “APAPUN PROFESIMU, DAKWAH ADALAH KEWAJIBAN”. Sampaikanlah meskipun satu ayat. Ajak teman-teman kita, masyarakat di lingkungan kita untuk berbuat kebaikan, mencegah perbuatan yang buruk dan meningkatkan keimanan kita kepada Allah. Karena hal ini adalah poin penting yang wajib ada di setiap muslimin dan muslimah.

Minimal kita mengubah kebiasaan kita. Dimulai dari yang terkecil saja. Misalkan sholat tepat waktu, sholat selalu berjama’ah di Masjid. Apalagi yang laki-laki di haruskan untuk berjama’ah di Masjid. Selalu berbagi, saling tolong menolong, gunakan waktu kita untuk beribadah dengan sebaik mungkin. Jangan hanya waktu kita di pergunakan untuk scroll si dia yang belum pasti. Allah yang sudah pasti tujuan kita tapi malah kita abaikan. Kamu sehat?

Perbanyak lagi waktu berdiskusi dengan Allah. Curhatkan semuanya ke Allah, jangan lari ke sosmed. Tidak baik, ah aib kita di sebar-sebar di khalayak. Coba kita lebih bijak lagi dalam menggunakan sosmed.

Ini sebagai challanges kita sebagai anak muda karena ke depannya mungkin generasi muslim ini akan lebih di jajah lagi dengan hadirnya kecanggihan teknologi.

Terus semangat kawan-kawan yang di rahmati Allah dalam membela agama Allah.

Syukran,

Terimakasih,

Thanks,

Arigatou,

Tessekur  ederim,

Nuhun.

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s