Posted in Daily Life

Fetti Lestari, CEO Muslim Wedding Organizer

Sudah sekian lama aku mendambakan punya bisnis Wedding Organizer dan sebab perbincangan mimpi inilah dan di tambah obrolan hangat mengenai Band favorit, aku dengan salah satu teman kelasku saat kelas X menjadi akrab. Temanku juga bermimpi punya bisnis distro. Keasyikan itu pun berlanjut ke pembuatan katalog. Dimana dalam katalog dia ada aku, di katalog aku ada dia. Asyeeeeek. Btw dia nya itu cowo pemirsa.  

Karena ada mimpi harus ada action, bermulailah aku menjadi tukang make up. Dari kecil aku emang selalu senang memakai make up, kerudung ala-ala hijabers. Bahkan sebelum marak tutorial hijab di sosial media dan umurku masih 6 tahun artinya aku kelas 1 SD, aku dandan sendiri di kamar dengan modal semuanya punya mamah. Make up kit yang bertingkat dari Pond’s berbentuk hati dan isinya udah komplit. Ada bedak, spons, eye shadow warna-warni sampe warna hitam pun ada, blush on, lipgloss, dan dulu itu aku udah tau namanya apa, kegunaannya untuk apa. Karena, sering liat Mamah. Tapi, Mamah juga jarang pake, sih. Abisnya make up itu pun, gara-gara tingkah aku. Nyampe berlubang lah si lipgloss dan eye shadow nya. Setelah di make up, lanjut ke tutorial kerudung. Ingat sekali waktu itu kerudungnya pemberian dari orang lain entah siapa dan aku ngerasa itu kerudung paling bagus yang aku punya dan kesayangan banget.

Kelas 3 SD aku di haruskan pindah kota dari Tasikmalaya ke Banjar, aku sedih. Karena aku gak bakalan lagi pake make up dan segala macem. Soalnya aku pemalu, dan aku pun rumahnya masih numpang di rumah bibi. Dari situlah aku berhenti memakai make up sendiri tapi sering di make up-in sama ibunya Vina, tetangga kami dikarenakan harus naik panggung di acara maulid nabi atau Isra Mi’raj dari Madrasah Diniyah. Tempatnya di belakang rumah. Aku seringnya jadi vokalis qasidah saat itu. Penasaran suaraku kaya apa? Bikin pecah gendang telinga orang kali, ya. Lagu yang ku hafal dulu pun banyak. Biasanya bawain lagu Selamat Datang, Bismillah, Mars MDA, Masa Remaja dll. Yang kebanyakan itu lagu qasidah dari grup Al-Manar atau Nasida Ria. Sekarang udah lupa dan gak pernah ikutan acara itu lagi di kampungku. Nanti lah insyaallah bagian ngisi ceramahnya.

Masuk SMP kegiatan yang aku geluti melilitkan kerudung di kepalaku. Haha. Kalo di lihat fotoku pas SMP ya seringnya pake kerudung kaya gitu. Ala-ala hijaber, kecuali acara dengan temen-temen dan sekolah pastinya.

Di SMA, karena youtube udah bisa di akses di mana aja meskipun di pondok, aku sering liat tutorial hijab dan make up juga. Sampe benar-benar tau nama-nama make up yang bagus. Aku sering liat beauty vlogger, favoritku adalah Nanda Arsyinta. Kalo berkerudung, beuuuh makin cantik dia. Tambah hafal quran, mantap tap tap, masya Allah pokoknya. Pas ultah dia yang entah ke berapa dan dia mengadakan give away aku juga ikutan. Dimana give awaynya itu membuat tutorial make up dengan cara upload hasil tutorial make up ke ig atau upload video tutorial ke Youtube. Karena aku juga udah nyicil beli make up, kenapa gak coba aja gitu. Walaupun gak menang. Dari itulah muncul ide buat nanti perpisahan aku make up sendiri. Soalnya sayang kalo di make up dari salon bayar mahal sedangkan aku perpisahan 3x. Perpisahan sekolah, perpisahan pesantren dan perpisahan asrama. Perpisahan pesantren pun ada dua acara. Siang dan malam. Jadilah, aku minta uang ke ortu buat beli make up seharusnya uang buat nyalon.

Parahnya lagi orang-orang percaya kalo aku bisa make up. Perpisahan sekolah, aku dandanin 2 orang, 3 orang sama aku. Perpisahan pesantren dandanin 4 orang, geng aku semua. Harusnya 7 orang, karena 2 orang ikut MC dan panitia, jadi make up nya beda, nah 1 orang lagi denger dari orang katanya kecewa sama make up ku. Ya iyalah bukan ahli, gue coyyy. Hahaha. Nah, perpisahan pesantren acara malemnya, make up ku di simpan di tengah ruangan di temani cermin di sisi kiri dan kanan dan kita ber-8 sibuk make up sendiri-sendiri sambil sibuk bertanya urutan make up dan cara pake. Konyol sekali memori itu. Untuk perpisahan asrama aku hanya pake lipstik aja soalnya sayang kalo di make up. Kenapa? Karena banyak acara nangis, sambil salaman se asrama dengan jumlah santri ± 300 santri putri. Habislah air mataku, benih-benih mutiara.

Oh ya, waktu aku dandanin orang itu (perpisahan pesantren), disana ada mama nya temenku. Innalillahi nya di puji  saat itu. Kok bisa tau itu namanya, kegunaannya, makenya juga bagus. Katanya. Beliau juga doain aku biar bisa punya WO. Aamiin. Dan anaknya memesan nikah ala-ala india. Yang punya nya aja pengen ala india, hehe. Doain ya kawan-kawan, nanti, Fetti Lestari mempunyai Muslim Wedding Organizer. Aamiin.

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

One thought on “Fetti Lestari, CEO Muslim Wedding Organizer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s