Posted in Bloggers' Challenges

#BC67 : Mencoba Baik 

Tulisan ini dibuat untuk menyelesaikan tantangan Bloggers’Challenges yang ke-67 dari Kak Vera dengan topik “Gaya Berpakaian”. 

Mencoba baik dimulai dengan cara berpakaian sepertinya tidak salah. Pakaian bagi seorang manusia itu seperti cover buku. Kalo menarik cover-nya insyaallah menarik juga isinya. Tapi, ada pepatah mengatakan “Jangan melihat orang dari cover-nya”. Ya, betul sekali. Jangan diliat dari luar doang. 

Gaya pakaian ku gak terlalu ribet, sih. Gak harus kaya si A biar nge-hitz, atau harus dengan model terbaru. Engga. Sekarang, karena aku di rumah dan di rumahku itu selalu berdatangan tamu yang mayoritas lelaki, jadi keluar kamar harus memakai kerudung. Kecuali sekitar jam 5 sampe jam 9 pagi masih aman lah, ya. Jam jam kesana baru, deh waktu berbahaya. Karena gak mungkin aku pake baju kaos dan celana panjang doang, walaupun aku memakai kerudung gede, alhasil pakailah gamis simple dengan model tangan 3/4. Kenapa? Karena sebenarnya ini warisan juga, sih dari almarhumah bibi ku. Lebih enak, adem dan simple kalo pake gamis ini. Udah kek daster aja gitu. 

Nah, kalo keluar, sebagai muslimah memang agak ribet ya, tapi kewajiban juga. Aku selalu pakai gamis, kaos kaki tentunya, hand shock (Kadang-kadang gak pake karena udah merasa cukup dengan gamis tangannya menutupi pergelangan tangan), memakai ciput (daleman kerudung) kalo emang pake cadar di dalem, cadar/masker. Udah, sih itu aja. 

Beda lagi pas di pondok. Biasanya kalo di dalem pake sarung sama kaos, kalo mau keluar, beli lauk atau jaraknya yang deket, tinggal tambah cardigan sama kerudung. Kalo jauh ya standar aja, sih pake rok, kemeja atau kaos, kerudung. Tapi, sekarang udah gak nyaman aja pake model potongan gitu, enak pake gamis. Yang penting, kan nyaman. Hehe. 

Sebenernya di rumah juga seharusnya aku tertutup ya, soalnya banyak tamu, tapi insyaallah aku terus belajar buat bisa menjadi The Real Muslimah yang bisa taat sama yang Maha Menciptakan. Belum tentu yang berhijab berakhlak baik, tapi yang berakhlak baik pasti berhijab. 

Yang berhijab saja belum tentu mendapatkan surga, apalagi yang tidak berhijab sama sekali. Ayo, saudaraku, akhwat fillah kita berhijab dengan baik, sesuai syari’at islam. 

Wallahu a’lam bishowab. 

Syukron. 

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

24 thoughts on “#BC67 : Mencoba Baik 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s