Posted in Self Challenge

Challenge #24 : Tergesa-gesa Dalam 5 Hal

Dalam sebuah hadits di sebutkan : 

العجلة من الشيطان

Tergesa-gesa merupakan dari Syetan. 

Dalam hadits tersebut di lanjutkan kembali kalimatnya yaitu :

 الا في خمس مواضع فانها من سنن ر سول الله صلي الله عليه و سلم

Kecuali dalam 5 tempat yaitu dari sunnah Rasulullah SAW. 

1. Memberi Makan Tamu

Abu Hurairah r.a dari Rasulullah SAW bersabda :

من اطعم اخاه المسلم شهوته حرمه الله تعالي علي النار

Barangsiapa yang memberi makan saudara muslimnya maka Allah mengharamkan baginya neraka. 

Subhanallah. Allah mengharamkan neraka bagi orang yang memberi makan saudaranya. Kebaikan yang mungkin sering kita lakukan tapi, tidak terasa faedahnya begitu besar. Nah, mungkin ini pelajaran untuk kita agar kita selalu ikhlas dalam berbuat. Salah satunya memberi makan saudara se-muslim. Jika kita selalu merasa tidak ikhlas saat memberi makan, atau merasa nanti kita makannya tidak akan kenyang, cobalah untuk tidak serakah. Bantu yang lain. Saling cicip mencicipi juga.

Mari, kita bantu saudara kita, dan teruslah saling berbagi. 

2. Merawat Mayit

Merawat di sini maksudnya adalah kewajiban bagi orang yang masih hidup untuk mengurus mayit, seperti memandikan, mengafani, menyolati sampai menguburkan mayit. Itu semua dilakukan sesegera mungkin. 

“Bagaimana kalau mayatnya dikuburkan 1 hari kemudian karena sanak saudaranya belum hadir?”

Jika saudaranya mengizinkan untuk di kuburkan langsung, ya harus sesegera mungkin untuk melaksanakan penguburan. Tapi, apabila saudaranya tidak mengizinkan, harus menunggu terlebih dahulu. Karena ini juga tidak termasuk wajib dalam menyegerakan penguburan, tapi sunnah. 

Sunnah adalah jika dikerjakan mendapatkan pahala, jika tidak dikerjakan tidak mendapatkan apa-apa. 

3. Menikahkan Anak Perempuan 

Poin ke-3 dalam tergesa-gesa adalah menyegerakan anak perempuannya untuk menikah dengan syarat sudah mencapai baligh. 

*Hayoloh, Mah. Aku kapan di segerakan. Eh*

4. Membayar Utang 

Membayar utang wajib hukumnya. 

Sering sekali dalam kehidupan ini saling utang-piutang. Jikalau sudah mampu untuk membayar, cepatlah bayar. Kalau perlu di catat, agar tidak lupa utang kita berapa ke siapa. Karena ada sebagian orang yang malu untuk menagih utangnya. Aku contohnya. Takut kalau misalkan orang itu lagi benar-benar tidak punya uang, takut menjadi bebannya, tapi sebenarnya lebih takut lagi kalau dia di siksa gara-gara utang yang belum dia bayar, di akhirat nanti. 
5. Menyegerakan Taubat dari Dosa Yang Sudah Berlalu 

Dalam sebuah hadits di riwayatkan Ibnu Umar r.a mendengar Nabi Muhammad SAW mengucapkan :

 رب اغفرلي و تب علي انك انت التوابالغفور

(Rabbig firlii wa tub ‘alayya innaka antat tawwabul ghafur) 

Do’ a tersebut dilakukan sebanyak 100x.

Masya Allah, Rasulullah sudah di jamin masuk surga, beliau sudah di hapus dosa-dosanya, beliau suci tapi masih tetap memohon ampunan kepada Allah. Coba lihat kita. Kita belum di jamin masuk surga, selalu melakukan dosa, kesucian kita belum terjamin, kita kotor, tapi memohon ampun kepada Allah kita jarang atau bahkan tidak pernah? Sungguh sombong. Sombong sekali kita ini. Sombong!!! Berdo’a tidak pernah, sombong!!! 

Siapa kita ini? Dari mana kita ini? Untuk apa kita hidup? Apa tujuan kita sebenarnya? 

Sungguh kita melupakan itu semua. 

Mulai detik ini, coba untuk memperbaiki diri. Siapa sih kita ini? Kita hanyalah makhluk yang di ciptakan oleh Allah dari bahan yang menjijikan tapi kita di golongkan ke dalam kategori makhluk yang paling mulia. Kita di beri nafsu, pikiran, hati. Untuk apa semua itu? Untuk berfikir, Allah lah yang meminjamkan semua ini. Untuk apa kita di ciptakan? Tidak lain adalah untuk beribadah. Masih sibuk dalam urusan duniamu? Masih sibuk memenuhi hawa nafsumu? Kita sedikit bersyukur. Tidak pernah puas dengan apa yang ada. Intropeksi lagi. Intropeksi lagi. 

Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik. 

(sumber : Kitab Nashoihul ‘Ibad) 

Wallahu a’lam bishowab. 

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s