Posted in Self Challenge

Challenge #20 : Cerita Nundutan Pas Ngaji

Nundutan merupakan bahasa sunda yang dimana saat kita tidak bisa menahan kantuk yang melanda sehingga kita tertidur. 

Santri bisa tidur dimana saja dan kapan saja. Bahkan suasana lagi berisik, santri fine fine aja tidur nyenyak. Tidur sambil duduk pun bisa. Tapi, mungkin itu terlalu lumrah. Santri bisa tidur sambil berdiri. Gaya, kan? Aku pernah melihat orang yang sedang ngantri mandi pagi, sambil membawa handuk terus menyandar di dinding, dan dia tertidur. Se-ngantuk itu kah? Tapi, aku juga pernah, sih. 

Aku mau curhat aja, sih. Curhat tentang aku tidur di kelas. Terutama kelas saat pengajian kitab kuning. Let’s check it out! 

1. Tidur Sampai Bubar 

Pengalaman buruk yang paling buruk dan memalukan. Jadi, cerita ini saat aku masih santri baru di Pondok Pesantren Cipasung. Waktunya itu pas ngaji sore bersama Kang Iip. Jadi waktu itu aku cape abis latihan paskibra, kan. Langsung ngaji. Pelajarannya shorof. Di tengah pengajian aku mulai ngantuk, sampai akhirnya aku tertidur pulas. Ketika bangun, hanya ada beberapa temanku itu pun yang membangunkanku. 

“Maaf, ya. Tadi akang nya bilang gak boleh di bangunin, ya kita kasian kan. Yaudah akhirnya aku balik lagi ke kelas bangunin kamu” cerita temanku. 

“Eh, serius Kang Iip bilang gitu?”

Aaaargh dan sumpah itu malu banget dan kesel banget sama akang itu. Astagfirullah. Iya, dulu kita itu sedikit sebel sama Akang itu gara-gara selalu di suruh menghafal shorof فعل يفعل dan kalau salah, telinga kami jadi sasaran. Tapi, beruntung juga karena sekarang di pondok baru, Al-Munawwir, aku jadi lebih mudah belajar shorof. 1 yang menarik dari Kang Iip, dan paling di bicarakan oleh santri kelasku adalah tangannya yang selalu wangi. Ya, di pondokku hal yang biasa kalau bersalaman dengan asatidz. Tapi, ada juga asatidz yang menjaga wudhunya. Aku juga heran, pakai berapa botol sampai bisa tangannya wangi banget dan nempel juga ke tangan kita. Oh, iya Kang Iip juga suka bawa jilidan. Tapi, sekarang Kang Iip udah pulang ke rumahnya. Udah mukim, kalau istilah di pondokku dulu. Kalau sekarang istilahnya itu boyong. 

2. Di Sindir Pak Kyai 

Mengaji malam saat aku kelas 1 dan ketika aku kelas XII itu ada 2 jam. Jam 8-9 pelajaran Fiqh dan Tauhid dengan sumber kitab Bajuri 1 dan Taudaih bersama Kang Dodo dan jam 9-10 pelajaran Akhlak dan Nahwu dengan sumber kitab Ta’lim Muta’alim dan Jurumiyah bersama Pak Abun, pimpinan Pondok Pesantren Cipasung. 

Saat itu aku sedang ngantuk-ngantuknya. Di jam pelajaran pertama saja aku tidur kaya sujud di tempat duduk. Pas pelajaran kedua, aku udah berniat untuk gak ngantuk. Aku tahan sekuat tenaga tapi kalah. Pas aku nundutan Pak Abun nunjuk-nunjuk. 

“Tuh yang pake kacamata, ngedipnya kelamaan. Berat sama kacamatanya” ucap beliau dengan nada yang halus dan tentunya memakai bahasa sunda. 

Seketika Santri yang lain yang kebanyakan bukan dari asrama Al-Uswah melihat ke arahku, untung saja ada hujab buat santri putra, kalau nggak, mati aku. 

3. Disko

Kali ini pas ngaji sore bersama Kang Asep, masih pelajaran Shorof. 

Ketika pelajaran ini sangat jarang memang yang ngantuk, karena pelajaran sedikit tegang. Sebenarnya Akangnya baik, tapi karena berwibawa, membuat kita segan dan takut kalau kita melakukan kesalahan. Tapi, dengan bodohnya aku ngantuk saat mengikuti jam beliau. Sedangkan aku duduk di barisan depan. Kalau orang ngantuk dan tertidur posisi duduk, tau lah ya kepalanya suka naik turun, kata temanku, Anggi, disko. Ya, saat itu aku melakukan disko. Tau gak sih apa yang terjadi?  

Yang terjadi adalah Kang Asep menggunakan telunjuknya untuk mengikuti irama disko aku. Kebayang, ga? Coba bayangin dulu, deh. 

Betapa malunya aku, saat membuka mata kang Asep bilang “Yaah berhenti”. Semua santri yang berjumlah sekitar 30-40 itu tertawa. Gak malu gimana, coba? 

Cerita ngantuk tuh emang bervariasi dengan cukup memalukan. Tapi, tenang, hidup perlu untuk di tertawakan. Maka, tertawalah. 

Untung kalau aku tidur gak ngorok. Temanku, pernah tidur nundutan gitu sambil ngorok. Hihihi malu. 

Kamu punya cerita lucu juga? Tulis di komentar ya😉

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

5 thoughts on “Challenge #20 : Cerita Nundutan Pas Ngaji

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s