Posted in Bloggers' Challenges

#BC62 : Di Usia 12

Tulisan ini dibuat untuk menyelesaikan tantangan #Bloggers’Challenges yang ke-62 dari Kak Wawa dengan topik “Apa yang ku harap ku ketahui ketika berumur 12”.

Aku masih duduk di bangku kelas 6 semester 2 SD. Satu hal yang tidak pernah aku lupakan saat itu adalah “Tidak diizinkannya aku masuk ke Pondok Pesantren”. Itu masa lalu. 

Karena pengalaman adalah guru terbaik, aku akan sedikit memberikan sedikit ilmu dari apa yang pernah aku alami. 

1. Jangan Lupa Sholat 

Di usia 12 tahun bagi perempuan itu sudah di katakan baligh, dan usia baligh laki-laki adalah umur 15

Tapi, untuk melakukan sholat jangan nunggu baligh, sebenarnya. Perlu belajar untuk disiplin melakukan sholat. Agar kita terlatih. Untuk teman-teman yang mungkin sekarang berusia 12 ataupun kurang itu gak masalah, atau lebih mungkin, no problem, dan terutama para orang tua, harus bisa mengarahkan si anak agar selalu melaksanakan sholat. Dan untuk si anak, harus patuh sama apa yang orangtua katakan dan perintahkan dengan syarat tidak keluar dari syariat islam. 

Masih ingat dulu itu aku hanya rajin sholat maghrib. Waktu sholat lain, jarang sekali aku melakukan sholat. Astagfirullah. Sampai akhirnya kelas VIII SMP yang saat itu mungkin di berikan hidayah melalui orang yang pernah ku ceritakan di sini

2. Bermain Dengan Siapa Aja

Cobalah bergaul dengan siapa aja. Jangan pernah memilih teman. Tapi, perlu di jaga juga efek yang masuk pada diri kita. Jangan sampai kita menjadi orang yang manja karena berteman dengan orang yang punya segalanya, setiap keinginannya selalu di kabulkan oleh orangtuanya. Perlu memilah. Untuk para orangtua juga harus memberikan nasehat dengan cara yang tepat pada anak. 

Dulu, aku pendiam. Malu untuk bersosialisasi dengan yang lain. Makanya temenku tidak terlalu banyak saat itu. 

3. Jangan Lupa Sekolah Agama 

Mencari ilmu agama itu wajib, terutama ilmu agama. Dari lahir sampai ajal menjemput kita wajib mencari ilmu. Baik laki-laki maupun perempuan. 

Jadi, waktu SD aku ikut madrasah diniyah atau Sekolah Agama di dekat rumah. Pernah di adakan juga Gebyar MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah) se-kecamatan yang bertempat di Padud. Pas ada acara itu, aku seneng banget. Bisa kenal sama yang lain. Bisa ketemu temen SD juga. Ya, karena teman mainku gak jauh-jauh. Itu itu aja. Saat itu aku ikut lomba MHQ (Musabaqoh Hifdzil Qur’an), sedangkan adikku ikut Kaligrafi. 

Belajar ilmu agama saat kecil memang sangat bermanfaat. Karena memorinya yang masih baru membuat ingatannya cukup panjang. Dan alhamdulillah nya aku memanfaatkan memori itu. Bedanya mungkin aku tidak ikut kursus apa-apa dan tidak pernah dapat piala apa-apa. Tapi, semoga di Syurga nanti aku bisa memberikan mahkota untuk kedua orangtuaku👑 Aamiin. 

Mungkin itu saja, ya.

 Terima kasih. 

Hatur nuhun. 

Syukron. 

Merci. 

Thanks. 

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

3 thoughts on “#BC62 : Di Usia 12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s