Posted in Bloggers' Challenges

#BC63 : Sang Pujangga dari Cipasung 

Tulisan ini dibuat untuk menyelesaikan tantangan #Bloggers’Challenges yang ke-63 dari Kak Nadya dengan topik Artis Idola (dalam bidang seni). 

Padahal aku bukan tipe orang yang fanatik dalam hal idola. Tapi, tak apa. Aku akan menyelesaikan tantangan ini. 

Acep Zamzam Noor

Pak Acep merupakan putera tertua dari pasangan Ibu Dedeh Fuadah dan Ajengan Ilyas Ruhiat, seorang ulama kharismatis dari Cipasung. Beliau di lahirkan di Tasikmalaya, 28 Februari 1960. Semasa kecilnya ia menghabiskan waktunya di lingkungan Pondok Pesantren Cipasung, sehingga nuansa keislaman dalam karyanya sangat terasa. Pak Acep ini merupakan jebolan dari Seni Rupa dan Design ITB (1980-1987), dan mendapatkan beasiswa dari pemerintah Italia untuk belajar di Universitas Stranieri, Perugia, Italy (1991-1993). Ia menikah dengan Bu Euis dan dikaruniai 5 anak yaitu, Rebana Adawiyah, Imana Tahira, Diwan Masnawi, Abraham Kindi dan Kiara Luna. 

Ajengan Ilyas Ruhiat dan Ibu Dedeh Fuadah beserta 3 orang anak yaitu Bu Ida, Pak Acep dan Bu Enung
Ayah dari Ajengan Ilyas, Abah K.H. Ruhiat yang merupakan pendiri Pondok Pesantren Cipasung

Pak Ilyas bersama Ibu Dedeh dan Pak Acep
Pak Acep bersama putra-putrinya

Bersama Kak Diwan

Berikut karya-karya Pak Acep :

1. Tamparlah Muka (1982)
2. Aku Kini Doa (1986)

3. Kasidah Sunyi (1989)

4. Dayeuh Matapoe (puisi Sunda, 1993)

5. Dari Kota Hujan (1996)

6. Di Luar Kota (1996)

7. Di Atas Umbria (1999)

8. Dongeng dari Negeri Sembako (2001)

9. Jalan Menuju Rumahku (2004)

Selain kumpulan puisi yang telah diterbitkan, karya puisi Pak Acep juga ada yang pernah dimuat dalam majalah sastra dan jurnal, seperti majalah Horison, Kalam, Ulumul Qur’an, Jurnal Puisi,  Dewan Sastra Jurnal Puisi Melayu (Malaysia), dan Perisa. Beberapa karya puisinya juga telah dimuat dalam beberapa antologi, seperti:

1. Antologi Puisi Indonesia Modern Tonggak IV (Gramedia, 1987)

2. Dari Negeri Poci II (Tiara, 1994)

3. Ketika Kata Ketika Warna (Yayasan Ananda, 1995)

4. Takbir Para Penyair (Festival Istiqal, 1995)

5. Negeri Bayang-Bayang (Festival Surabaya, 1996)

6. Cermin Alam (Taman Budaya Jabar, 1996)

7. Utan Kayu: Tafsir dalam Permainan (Kalam, 1998)

8. Angkatan 2000 (Gramedia, 2001)

9. Dari Fansuri ke Handayani (Horison, 2001)

10. Horison Sastra Indonesia (Horison, 2002)

11. Napas Gunung (Dewan Kesenian Jakarta, 2004)

Beliau juga mendapatkan penghargaan diantaranya :

1.  Sastra Lembaga Bahasa Jeung Sunda untuk puisi Sunda (1991 dan 1993)

2. Nomine hadiah Rancange untuk Dayeuh Matapoe (1994) 

3.  Penulisan karya sastra dari Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, untuk karya Di Luar Kata (2001)

4.  Penulisan karya sastra dari Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, untuk karya Jalan Menuju Rumahmu (2005)

5. The Sea Write Awards untuk karya Jalan Menuju Rumahmu (2005)

6. Khatulistiwa Literally Awards (2007)

7. Hadiah Sastra Rancage untuk kumpulan sajak Paguneman (2012)

Berikut sajak yang selalu di putar saat pengenalan Pondok Pesantren Cipasung :

Di lengkung alis matamu sawah-sawah menguning

Seperti rambutku padi-padi semakin merundukkan diri

Dengan ketam kupanen terus kesabaran hatimu

Cangkulku iman dan sajadahku lumpur yang kental

Langit yang menguji ibadahku meneteskan cahaya redup

Dan surauku terbakar kesunyian yang dinyalakan rindu

Aku semakin mendekat pada kepunahan yang disimpan bumi

Pada lahan-lahan kepedihan masih kutanam bijian hari

Segala tumbuhan dan pohonan membuahkan pahala segar

Bagi pagar-pagar bambu yang dibangun keimananku

Mendekatlah padaku dan dengarkan kasidah ikan-ikan

Kini hatiku kolam yang menyimpan kemurnianmu

Hari esok adalah perjalananku sebagai petani

Membuka ladang-ladang amal dalam belantara yang pekat

Pahamilah jalan ketiadaan yang semakin ada ini

Dunia telah lama kutimbang dan berulang kuhancurkan

Tanpa ketam masih ingin kupanen kesabaranmu yang lain

Atas sajadah lumpur aku tersungkur dan terkubur

Sumber :
Wikipedia 
Sastrawan Indonesia 
Instagram/pp_cipasung 
Instagram/cepdiwan 
Puisi

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s