Posted in Self Challenge

Challenge #10 : Barudak Kopdar

Mari bercerita ke masa itu. 

Saat itu, Al-Uswah, salah satu asrama di Pondok Pesantren Cipasung, tempatku tinggal sedang sibuk-sibuknya dengan yang namanya ujian. Khususnya kelas 3. Baik tingkat SLTP (SMP dan Mts) ataupun SLTA (SMA dan MAN). Mulai dari TO yang bejibun, simulasi-simulasi karena UN kali ini berbasis komputer, pengayaan setiap sore, Ujian Sekolah, dan tentunya Ujian Nasional. Nah, di asrama juga mengadakan Ujian. Tidak semua asrama di Cipasung mengadakan ujian ini. Tapi, asramaku memang selalu mengadakan evaluasi bagi para santrinya. 

Ujian akhir saat itu meliputi Hafalan Juz ‘amma, surat-surat penting seperti Yasin, Al-mulk, Al-Waqi’ah, dzikir dan tahlil, Do’a sholat sunnah, praktik ibadah, Hadits, membaca kitab bajuri, dan tajwid. Di beri waktu -+1 bulan untuk menyelesaikan ujian itu. Waktunya tidak harus tanggal sekian ujian ini, tidak. Tapi, asatidz memberikan keringanan seperti ujian Juz ‘amma di cicil dan asatidz akan hadir setiap hari selasa sampai kamis misal. Jadi semuanya sesuai asatidz. Tidak memberatkan sebenarnya. Hanya kita malas. (Lagi-lagi bicara malas). Yang paling ditakuti adalah ujian baca kitab. Mau baca gimana, kitabku banyak yang bolong. Oke aku tidak akan menceritakan bagaimana perjuanganku saat itu. Harus di ingat, tiap santri juga di beri kartu yang harus di tanda tangani asatidz. 

Kartu ujian

Kita beralih ke Barudak Kopdar, sesuai dengan judul. Jadi, ceritanya kita membuat sebuah perkumpulan. Sebelum di buat perkumpulan ini pun, kita memang akrab. Tapi, lebih akrab lagi setelah membuat grup di WA. Jadi, pada pagi hari yang cerah, Neneng dan Kiki yang sering di panggil Kimok datang ke jemuran dan dekat dengan kamarku juga. Yup, lantai 4. Mereka membawa makanan pedas dan energen, sambil meminjam tikar untuk di jadikan tempat duduk di jemuran yang tidak terlalu banyak baju saat itu. Di panggillah Anjani alias Janet yang berada di lantai 4 juga, hanya terhalang 2 kamar dari kamarku. Tia teman kamarku juga ikut. Tak lupa Shabrina alias Bina, Irma dan Amel yang berada di lantai 3, sambil meminjam gelas untuk menyeduh Energen. Merdeka sekali rasanya ketika orang lain di gebrak gebrak untuk berangkat sekolah sedangkan kita bebas mau melakukan apa saja.

Foto pertama setelah dibentuk ‘Barudak Kopdar’

Ketika matahari sudah mulai panas, kita bubar. Dan kembali ke kamar masing-masing. Kita berencana untuk membuat seblak kuah (blekem). Uangnya patungan. Belum juga siang, dan belum makan apa-apa, sekitar pukul 8.00 kita masak menggunakan Poci listrik. Seblaknya enak, pedas, dan kenyang. Bagaimana tidak kenyang, nasinya aja 2 box untuk ber-8. 1 box nya untuk 8 porsi. Berarti kita makan 2 porsi. Santri sudah biasa makan banyak. Apalagi makan sedikit. 

Sebenarnya, setelah ujian nasional berakhir, aku malas untuk melanjutkan ujian asrama. Tapi, sayang juga. Aku paling malas ujian Juz ‘amma, karena belum hafal. Apalagi baca kitab. Aku malu dengan Kang Asep (Asatidz yang mengajar Amsilati di pagi hari) karena aku tidak pernah mengaji pagi lagi, gara-gara belum hafal Amsilati. Untungnya ujian hafalan surat-surat pentingnya bareng. Jadi, yang tidak hafal ke bantu juga. Curang juga, sih kita waktu itu, nyontek ke Majmu. (Maafkan angkatan 16-17 ini). 

Selain mempersiapkan ujian asrama, kita juga sibuk mempersiapkan 3 acara perpisahan. 

Masa-masa ini kita buat untuk dikenang. Kita membuat momen yang tidak akan terlupakan. Bukan hanya Barudak Kopdar, yang lain juga. 

Suatu hari, sebagian kelas 3 SLTA kabur ke Gebu (Gedung Bupati) untuk berolahraga. Kita hanya membuat momen. Menjadikan sebuah akhir cerita yang indah. 

Selesai senam

Banyak cerita yang kita ukir di akhir masa putih abu-abu ini. Terutama bersama Barudak Kopdar. Mulai dari makan bareng, tidur bareng, hingga nangis bareng. Yang biasanya makan sore selalu bersama anak kobong, menjadi selalu bersama barudak kopdar. Beli lauk patungan dan ada jadwal tersendiri untuk membeli lauk. Setiap ada Doif (tamu) orangtua yang selalu membuat nasi timbel dengan lauk yang banyak, langsung kita sikat. Terkadang mengajak teman se-angkatan atau anak kobong 29. Basecamp kita kali ini. Kamarnya Irma, Amel dan Bina. Sampai mandi pun kita ba’dakian (setelah kamu aku = antri). Mandi satu mandi semua. Kalau belum mandi satu belum mandi semua.

Diatas adalah foto saat kita menghadiri acara penyambutan  kedatangan Dr. Amin bin Salim al-kurdi dari Libanon di Aula IAIC (Institut Agama Islam Cipasung) yang akan memberikan ijazah untuk pengajian mengenai akhlak Rasulullah SAW. Dan aku lupa nama kitabnya. Yang mengaji ini cukup banyak, bukan hanya dari Cipasung tapi Ustadz dari luar Cipasung juga ada. Pesertanya bukan dari santri biasa, tapi sudah memiliki level yang tinggi, ya seperti asatidz. 
Hingga tak terasa perpisahan telah tiba. Dimulai dari perpisahan sekolah pada tanggal 2 Mei 2017, dilanjut dengan perpisahan pesantren pada tanggal 13 Mei 2017 dan terakhir perpisahan asrama pada tanggal 14 Mei 2017 aku boyong tanggal 15 Mei 2017. 

Perpisahan sekolah -Foto bersama Amel
Neneng, Fetty, Anjani

Us.wah 14-17
Foto di atas adalah foto bersama Pembina Asrama Putri Al-Uswah sebaligus pimpinan Pondok Pesantren Cipasung, Bapak KH. A. Bunyamin Ruhiat, M.SI. Bapak orangnya friendly, ya. Aku rindu bapak.

Musim pemotretan
Pemotretan SLTA di Lapangan Pasir Kaliki, Tasikmalaya
Gladi kotor di sore hari sebelum besok perpisahan pesantren. Shabrina tidak ikut karena ada les
Gladi bersih malam hari. Personil berkurang.
Puncak perpisahan pesantren di malam hari
Pembuatan video Happy Graduation kepada Asrama 4

Asrama yang di bina oleh Bapak Abun ada 5. Asrama Uswah, Bahagia, Sejahtera, Nugraha juga Selamet. Nah, kami perwakilan dari Uswah mengucapkan selamat kepada Asrama 4 tersebut atas di selenggarakannya perpisahan asrama mereka. 

Foto bersama para pengurus
Foto bersama asatidz
Alhamdulillah, aku dan Amel berkesempatan untuk mendapatkan penghargaan
Tidak ada Shabrina. Karena pulang duluan

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

2 thoughts on “Challenge #10 : Barudak Kopdar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s