Posted in Sharing

Challenge #5 : Ronda Malam

Untuk ke-5 kalinya aku melakukan ronda malam. Di pondokmu sebelumnya, Pondok Pesantren Cipasung, aku tidak pernah melakukan ronda. Karena ronda disana biasanya dilakukan oleh asrama putra secara bergilir. Nah, kan mulai lagi aku merindu. 

Lupakan. 

Disini, di Komplek Q, Al-Munawwir, aku mendapatkan kesempatan untuk ronda. Untuk yang pertama kali, aku ronda di Gedung baru, lalu ke Q6, gedung baru lagi, Q6 lagi dan terakhir, tadi malam untuk pertama kalinya aku ronda di asrama SMK. Rondanya berbeda dengan ronda biasanya, mungkin. Biasanya di pos ronda, ini bukan. Biasanya begadang, ini engga. Mungkin bisa di bilang ronda ini hanya untuk pindah tidur saja. 

Berangkat ronda pukul 00.00 dan kita, 15 orang berpencar sesuai jadwal yang telah di tetapkan sebelumnya. Menurut ronda paling ekstrim adalah di Q6, karena kita tidur di luar. Layaknya ronda. Asrama ini bagian dari komplek Q tempat untuk para penghafal qur’an. Di rayon lain juga sebenarnya ada para penghafal qur’an, tapi ada beberapa orang yang di spesialkan agar lebih fokus lagi dalam menghafalnya yaitu di Q6. Asrama SMK, ini adalah asrama pelajar yang bersekolah di SMK Al-Munawwir. Maka dari itu dinamakan asrama SMK. Ada juga Q9, asrama pelajar juga tapi kebanyakan sekolah di luar. Maksudnya bukan di yayasan Al-munawwir. 

Saat ronda di Q6 dengan selimut kesayangan

Ada juga perbekalan yang harus di bawa saat ronda. Pertama, bantal. Ini perkara wajib, selanjutnya ada alas tidur. Bawa yang ringan saja, seperti sarung atau tikar kecil. Jangan bawa kasur lantai, itu terlalu sulit. Ada juga selimut. Karena di saat ronda meskipun di dalam ruangan kecuali di Q6, pintu di buka, sehingga angin masuk ke dalam dan itu sangat dingin. Tadi malam aku kehilangan si doi, selimutku di laundy terlebih dahulu. Aku merindukan kehangatannya. Hiks. Tapi, tadi malam aku ronda cukup berfaedah, karena aku sambil menghafal vocabulary juga. Sedikit, sih. 

Eh ada yang tertinggal, makanan itu sangat wajib dibawa. Karena malam hari adalah waktu makan yang sangat sangat menghantui. Serem. 

Ronda di asrama SMK
Advertisements
Posted in Self Challenge

Day 5 : Khayalan Tingkat Tinggi 

Sudah masuk hari 5? Subhanallah wal hamdulillah. Untuk teman-teman, khususnya Kak Arung mohon maaf tantangannya aku tunda karena on periode. Kalau mau menunggu silahkan Kalaupun mau diganti juga gak papa. Hehe

Oke, it’s challenge from my sister, Wina. Adeku sendiri yang ngasih challenge, nih. Gara-gara dia baca post kemaren yang menyebutkan Seblak Mamah Deden, dia jadi mgasih tantangan juga. Tantangannya tentang Khayalan yang sampai sekarang belum tercapai. 

Duuuh, Win khayalan ya namanya juga khayalan gak akan tercapai. Iya gak, sih. Mungkin aku akan bercerita tentang khayalanku. 

Aku pernah berkhayal bisa traveling dengan si doi. Bisa keliling dunia dengan si doi. Sebelum aku berpisah dengan dia juga aku mengucapkan salam terakhir “Sampai jumpa di 5 benua”. 

Ah kenapa aku berkhayal seperti itu ya? Bodo amat. Selagi berkhayal adalah gratis, ya bebas. Mungkin karena aku nyaman sama dia, satu pemikiran, satu jalan, dan kita kalau ngobrol juga nyambung. 

Tapi, aku gak bisa melanjutkan khayalan itu. Karena pada kenyataannya, ada hal yang pahit. Yang menurutku ini privasi. 

Khayalan lain, ya aku ingin traveling kemana pun yang aku mau. Mengabadikan tiap momen-momen indah. Tak apa aku berjalan sendiri, yang penting aku keluar, mengemasi barang-barang dan pergi melihat isi dunia yang lebih luas. Solo Traveler. Aku hanya butuh keberanian dan uang yang cukup, mungkin. Beri aku cara untuk aku memulai perjalanan baru, Please. 

Aku ingin traveling👌