Posted in Self Challenge

Day 3 : Hal-hal yang Memalukan Dalam Hidup

Kali ini aku mengerjakan challenge dari kak shiq4. 

Hal-hal yang memalukan dalam hidup? Apa ya? Minta uang sama orangtua juga sejujurnya itu membuat aku malu. Hahaha. 

Oke deh aku akan bercerita. 

1. Di Sebut Nama Saat Sambutan Sekapur Sirih

Saat perpisahan SMP dulu, tepatnya di SMP Negeri 1 Banjar, temanku yang bernama Arief Rachman Widyanto, dia memberikan sambutan sekapur sirih dari yang meninggalkan. Dia adalah seorang ex. ketua Osis juga. Aku dengan dia satu kelas hanya selama 2 tahun, kelas 7 dan kelas 8. 

Dalam sambutan tersebut, dia bilang “Ada 2 orang yang saya kagumi. Mereka yang pada awalnya bakatnya terpendam, biasa-biasa saja, tapi pada akhirnya mereka mempunyai nilai yang cukup bagua. Pertama, Beni Wibowo. Teman kelasku sejak kelas 8 sampai kelas 9. Saya tak pernah menyangka ternyata dia yang meraih nilai UN tertinggi tahun ini. Kedua, Fetti Lestari. Teman kelasku sejak kelas 7 sampai kelas 8….”. Semua orang matanya tertuju padaku. Apa yang harus aku lakukan? Antara malu dan bangga. Bangga di sebut namanya sama pak ketos di sambutan terakhir ini. Malu juga temen-temen deket Arief liatin aku. Huhuuu tolong mukaku. Aku juga gak nyangka kenapa dia bisa bangga denganku. Tapi, memang iya, sih kalau dilihat di segi prestasi, kelas 7 aku gak terlalu menonjol dalam akademi, alhamdulillah kelas 8 sampai kelas 9 prestasiku meningkat. 

2. Saat Pulang Pengajian

Kesel banget dah sama temenku itu. Jadi, suatu hari kelas pengajian di pondok, yang di satuin sama santri cowok juga, pelajaran kosong. Pak Abun sebagai pimpinan pondok dan juga mengajar Jurumiyah dan Ta’lim di kelasku tidak masuk. Nah, biasanya santri cowok suka ngasih kode kalau bapak gak masuk dengan teriak “Positif”. Kalo teriak “Negatif” itu artinya berarti ada. Dan sebelumnya bapak ngajar di kelas 3 lalu ke kelas 1, kelasku. Tapi, belum ada 1 orang santri yang keluar. Baik cewek maupun cowok. Temenku yang sebelah, mengajak aku untuk pulang, karena melihat salah seorang cowok yang keluar juga. Seperti biasa yang mau pulang pertama tuh pasti berancang-ancang. Ada yang udah setengah berdiri duduk lagi, ragu-ragu semuanya. Temenku terus menyuruhku untuk pulang bareng. Setelah aku bersiap-siap, berdiri dan langsung ngibrit keluar ruangan karena malu di liatin cowok, eeh pas di depan pintu aku berhenti, liat ke belakang gak ada temenku itu. Sialan batinku. Semua santri cowok cewek ketawa karna aku. Huwaaaaaa malu aku. Apa coba motivasi temenku ninggalin aku. Huhu ingin ku tenggelamkan mukaku ini. Pulangnya, di asrama aku malah di ejek. 

Apalagi ya? Bingung. Soalnya aku orangnya pede, pecicilan kalo sama orang-orang yang buatku nyaman dan sama-sama gila juga. Jadi, mungkin itu aja. 

Sudah cukup ya kak☺

Thanks, 

Fettyls

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

10 thoughts on “Day 3 : Hal-hal yang Memalukan Dalam Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s