Posted in Bloggers' Challenges

#BC59 : MENUNGGU ATAU DITUNGGU? 

Tulisan ini dibuat untuk menyelesaikan tantangan #Bloggers’Challenges ke-59 dari Kak Syirah dengan tema “Menunggu atau Ditunggu”  

Menunggu? Ditunggu? 

Aku sih lebih memilih menunggu. Keliatan banget jombsnya yak. Hahaha engga ding, serius ini. 

Mungkin karena aku seringnya menunggu, walaupun menunggu itu gak enak, aku lebih memilih menunggu. Karena, aku suka risih kalo ditunggu sama orang lain. Misal, aku mau berangkat dengan si A. Tapi, si A nunggu aku. Aku risih, aku bakalan gerak super cepat biar si A gak nunggu terlalu lama. Dan berujung barang-barang banyak yang ketinggalan karena terburu-buru. 

So, aku lebih memilih menunggu. 

Menunggu sebenernya bisa dibikin asik. Kita bisa ngisi waktu luang kita dengan hal yang bermanfaat. Contoh, pas kemarin aku lagi sering banget naik Trans Jogja dan nunggu di halte. Waktunya gak bentar. Lama banget. Aku isilah waktu itu dengan Muroja’ah menggunakan app Qur’an di hpku. Jadi, waktu gak terbuang dengan sia-sia. 

Dalam hal menunggu, aku paling gak suka dengan orang lelet. Udah tau kita nunggu, dia malah dengan santainya masih dandan lah masih sibuk maen hp lah. Heeey Lütfen, I’m here. Waiting you!!! 

Hahaha. Tapi, tetep harus sabar, sih. Oh iya, ini nih poin besar dalam hal menunggu adalah kita mendapatkan pahala juga kalau kita bersabar. Itu latihan untuk tetap sabar. 

Perempuan kan biasanya menunggu, cukup dengan berdo’a di sepertiga malam, memperbaiki diri, jodoh pun akan datang. Toh, Allah yang ngatur. Lah ko, bahas jodoh ya. Udah ah takut kebablasan ngasih topik😅

Mungkin itu aja ya, Kak Syirah. 

Challenge done! 

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

17 thoughts on “#BC59 : MENUNGGU ATAU DITUNGGU? 

  1. Dan ujung-ujungnya pembahasan jodohnya akan berlanjut. Soal jodoh atau biasa dikata cinta. Dia tak pernah mengenal kata menunggu atau di tunggu. Dia mengambil kesempatan itulah keberanian, atau mempersilahkan yang ini pengorbanan.. so,, apakah tetap memilih menunggu atau ditunggu?
    Berharap jawaban dia tapi sebenarnya kita lebih butuh DIA sebagai pengatur..

    Lho Kok,,malah tambah ngawur ya… 😁

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s