Posted in Sharing

Kuliah Penting Gak Sih? 

Sudah rindu dengan diskusi. Kebetulan aku mempunyai topik yang sepertinya sangat perlu untuk dibicarakan. Sebenarnya aku ingin bertanya langsung pada si orang yang menginspirasi aku untuk membuat topik ini, tapi karena aku belum kenal dia, ya sudah lain waktu saja. 

Alhasil aku diskusi dengan 2 teman SMA ku. Terima kasih untuk kalian dan maaf kalau saat itu aku seperti tanya jawab bukan diskusi. Hehe. Faktor udah malem banget kayanya. 

Kuliah penting gak sih ? 

“Gak! Kenapa? Look to the reality! Siapa menteri perikaanan Dan laut Indonesia? Yup Ibu Susi Pujiastuti, lulusan PTN mana dia? Kuliah gak? Gak. Siapa yang punya Microsoft? Yup Bill Gates, Kuliah gak? Kuliah. Lulus gak? Nggak,  Bill Gates itu jebolan DO. Siapa presenter talkshow inspiratif kick Andy? Yup Andi Noya, Kuliah gak? Kuliah. Lulus gak? Nggak, sekarang sukses gak? Sukses. Siapa lagi? Bob Sadino Tau kan kakek tua yg selalu pake celana hotpans ngalahin cabe cabean jaman now itu? Beliau miliarder. Kuliah? Nggak. Terakhir tau Adis Takdos ? Travel Blogger yg punya blog Whatever Backpacker yg sekarang punya usaha travel sendiri yg omset nya M M an? Dia lulusan PTN Mana? Gak Ada, dia DO semester 5 dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung”.

Jadi, kuliah ini tidak terlalu penting yang penting ada passion?

“Kata Kaka kelas Ana disini, Hasil survey di America 98% orang America yang tajir itu jebolan dari bangku pendidikan kuliah, jadi 2% itulah yg kaya tapi bukan jebolan Universitas, nah jadi Steve Jobs sama Bill Gates itu cuma bagian 2% nya”.

Lalu, pentingkah kuliah? 

“Sebenernya, menurutku gimana tujuan kita nya, yang mau kita cari di bangku kuliah apa? Kesuksesan? Mirisnya semua terlalu sempit bagaimana memandang itu SUKSES, mungkin orang-orang yg tadi bisa membuktikan bahwa mereka bisa sukses tanpa kuliah, tapi mereka tidak bisa membuktikan bahwa dengan jalan yg sama, setiap orang bisa mengikuti jalan mereka. Dari survey di America tadi menyimpulkan orang-orang sukses tadi cuma bagian dari 2% yang lain, yang berarti yah mereka mungkin cuma modal nasib atau dewi fortuna. Sedihnya orang terlalu mudah membuat kesimpulan bahwa banyak sarjana yang pengangguran lah, banyak sarjana yang cuma jadi pekerja lah, hanya memandang sukses dari kacamata mereka bahwa sukses hanya sebatas kaya raya, banyak duit, tajir, dan sebagainya. Tanpa mereka sadari para sarjana lebih dulu sukses dengan Ilmu nya, lebih dulu sukses dengan pembentukan karakternya. Orang kata Bu Susi aja “Kamu mau ikut-ikutan jadi seperti saya? Cuma lulusan SMA tapi bisa jadi menteri? Tapi kamu harus merasakan puluhan kali lipat penderitaan dari penderitaan yg mungkin Pak Anis rasakan ketika kuliah”, So what’s​ your goals? Follow the way. Gak Ada jalan pintas buat sukses, Dan karena sukses itu akibat bukan tujuan, maka perbanyaklah sebab agar akibat itu terjadi. Jadi bukan penyataan tentang. ‘Ah yg kuliah aja banyak yg pengangguran’. Tapi jadikan sebuah pertanyaan ‘Yang kuliah aja masih ada yg pengangguran apalagi yang gak kuliah?’

Ada juga pendapat dari satu temanku. 

“Penting gak penting sih. Kalu kita udah punya soft & hard skill, gak kuliah juga bisa. Banyak orang yang sukses tanpa kuliah. Belajar itu kan gak harus formal dan  sekolah bukan perkara wajib tapi belajarnya lah yang wajib itu. Tapi lain halnya jika soft & hard skill ingin mendapat pengakuan / ijazah, kita perlu kuliah. Jika kuliah antisipasinya punya peluang d perusahaan. Dan kalau tidak kuliah kita yang harus sukses duluan baru perusahaan atau orang akan memberi peluang. Tapi pasti hasilnya beda antara yang kuliah sama yang nggak. Keduanya dilihat dari bagaimana cara mengembangkan skill. Namun, alangakah lebih baik jika dibarengi dengan kuliah. Ya buat antisipasi kedepannya”. 

Bagaimana pandangan kamu bagi mereka yang masih labil terhadap passion mereka dan mereka memilih kuliah tapi jurusannya juga tidak dipikirkan lebih matang? 

“Buat mereka yang gak berpikir matang karena labil ya harus menerima konsekuensinya yaitu berusaha menempatkan diri dalam situasi yang dia pilih, situasi yang di pilih di sini harus atas dasar keyakinan yg mantap. Dan kalau d tengah jalan dia menemukan passion nya. Dia harus mengorbankan situasi yg tadi. Dan ini sebenarnya tidak rugi sama sekali. Gak ada salahnya kan jika kita mempunyai berbagai kemampuan. Siapa tau itu akan mendukung passion nya nanti. Intinya ya. Jalani pilihan dengan penuh rasa tanggung jawab, enjoy, bahagia dan ikhlas. Karena setiap orang gak bakal tau kedepannya bakal kaya gimana. Rancangan memang adalah doa. Tapi belum tentu semu akan sesuai dengan rancangan. Pokonya kuncinya adalah do… Do… Do. Apapun hasilnya nikmati. Semakin banyak pertimbangan itu akan membuat stress. Kenapa kita bnyak pertimbangan. Karena keyakinan akan kebesaran Allah masih minim. Coba kalau kita nekad. Karena sukses itu pengorbanan dan harus nekad.
Seperti orang yg labil dalam memilih jurusan. Sebenarnya jika dia yakin dan fokus dengan pilihannya. Dalam artian nekad. Insya Allah dia bisa sukses. Tapi jika dia msih bimbang dan gak bisa move on. Itu ditakutkan akan zonk. 

Cara sukses setiap orang bervariasi. Dan siapapun gak akan tau cara sukses. Semua hanya gambaran atau espektasi yang masih remang. Jadi do do and do with happy.

Perlu diingat bahwa sukses itu proses dari kerja keras dan kerja cerdas”. 

Jadi, menurutmu kuliah itu penting gak? 

Coba tanya dulu ke diri sendiri. Apa rencana kamu ke depannya? Mau sukses? Sukses itu luas. Coba kamu lebih detail lagi merancang rancanganmu. 

Apa tujuan kamu lebih memilih kuliah? Mau dapet gelar doang? Biar keren dipanggil mahasiswa? 

Menurut aku, kuliah itu tidak lain untuk mencari ilmu. Ilmu memang bisa di dapatkan dimana saja. Asalkan kita berfikir, dan berusaha. Emang benar sih, kuliah penting atau nggak itu ya berdasarkan diri kita sendiri. 

Ada juga nih pendapatku yang mungkin banyak orang menyanggahnya. Ya silahkan. Gini, ada jurusan yang sebenernya bisa temukan dalam bakat dan hobi. Contoh jurusan design. Aku menyebutkan ini mungkin ya karena aku gak kuliah di jurusan ini tapi kalau di pikirkan lagi, kok ada ya jurusan ini padahal ini bisa di kembangkan melalui bakat yang kita punya dan hobi yang sering kita dilakukan. Nah jawabannya adalah seperti yang dibicarakan temanku tadi, “Apabila soft & hard skill mu ingin mendapatkan pengakuan” kamu harus ambil kuliah.

Tanya ke dalam diri kamu. Kuliah penting gak? 

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

6 thoughts on “Kuliah Penting Gak Sih? 

  1. Kuliah itu gak penting, yang penting itu belajarnya. Orang-orang yang anda sebutkan tadi adalah “pencetus” bukan “penerus”. Pencetus adalah orang-orang yang baru, oarang yang memiliki ide baru dan cita-cita yang baru. Sehingga tidak ada kriteria untuknya dalam meraih kesuksesan di “bidangnya”.
    Sedangakn penerus adalah orang-orang yang menjadikan orang sebelumnya menjadi tolak ukur untuk “dirinya” dalam menggapai kesuksesan. Sehinga orang-orang penerus ini harus memiliki kriteria yang dimiliki oleh orang sebelumnya. Dan salah satu untuk memenuhi kirterianya adalah dengan kuliah.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s