Posted in Sharing

Benci Sifatnya Bukan Orangnya  

Setiap manusia, beda sifat, beda pemikiran, beda pendapat, beda keinginan, beda beda semuanya, tapi tetap dan pasti mempunyai tujuan yang sama. 
Manusia adalah makhluk sosial. Kita tak bisa terpisahkan dengan yang namanya teman. Tidak bisa dibilang kehidupan, tanpa adanya teman. Semuanya membutuhkan teman. Pasti itu. 

Pict by Instagram.com : @megaiskanti

Nah, sering sekali kita merasa jengkel karena sifat teman yang kurang bisa diterima oleh kita. Yang bikin kita sakit hatilah, merasa tertekanlah atau apapun itu. Tidak menutup kemungkinan, kita juga merasa nyaman dengan teman kita. 
Sebagai orang yang sehari-harinya selalu bersama teman dan sekaligus perantau, aku semakin tau cara menghadapi sikap teman yang memang kurang bisa diterima oleh kita. Jujur, aku adalah orang yang termasuk perasa banget. Gampang baper, tersinggung, dan sering banget sakit hati. Sering sekali aku mendapatkan perkataan atau perbuatan yang membuat aku sakit hati. Tapi, aku juga berusaha untuk benar-benar hilang rasa benci, balas dendam dan sakit hati tersebut. Walaupun cukup lama. Biasanya, kalau aku merasa sakit hati gitu, aku akan misahkan diri. Aku butuh waktu untuk sendiri. Nah, nantinya pasti nyeramahin diri sendiri dan alhamdulillah sadar. 

Semakin hari, alhamdulillah kesendirian aku gak terlalu lama. Eh sendiri yang dimaksud bukan jomblo ya. Kalo jomblo emang dari dulu. Eh curhat. Lanjut ah. Jadi, cepet sadarnya. 

Kekurangan aku dari dulu adalah kalo udah tau dia ‘si teman’ sifatnya kaya gitu, aku jadi gak suka sama orang itu. Benci. Lebih parah lagi aku memperlihatkan ketidak sukaanku pada dia. Walaupun gak pernah adu mulut, tapi gondok banget gitu di hati. Untung aja gak nyampe sesak nafas gara-gara di pendam terus. Kaya cinta aja di pendam. Stop. 

Semakin banyak cobaan, semakin banyak ujian, semakin banyak cacian berikut pujian yang aku terima, aku jadi mikir. Eh orang itu ya beda-beda sifatnya, beda-beda karakternya, beda-beda wataknya. Sedangkan aku pengen mereka semuanya sama seperti apa yang aku inginkan. Ya gak bisa. Aku ini kok egois banget sih. Masa iya mereka yang mikir ngadepin fetty itu gimana. Ya aku lah yang seharusnya mengerti mereka. Harusnya aku sabar. Sabar sabar dan sabar. Bodo amat mereka ngomongin aku apa, toh emang kenyataannya aku kaya gini. Mereka benar. Aku hanya harus menunjukkan sisi baik aku aja tapi jangan karena mereka juga, karena Allah. Dan disinilah aku mulai menjadi lebih baik lagi. Aku belajar menerima perkataan mereka atau perbuatan mereka yang kurang enak. Aku berusaha hanya membenci sifatnya bukan orangnya. Karena, dibalik mereka yang selalu melontarkan kata-kata yang kurang indah didengar, mereka terpusatkan perhatiannya padaku. Jadi, mereka itu care gitu. Karena semua orang pasti memiliki kekurangan dan kelebihan.

Wallahu a’lam bishowab.  

Kalo kamu gimana cara ngadepin orang yang suka bikin sakit hati? Komen di bawah ya😉

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

9 thoughts on “Benci Sifatnya Bukan Orangnya  

  1. Lanjutkan dek!!
    Aku juga baper sangat baper ,tapi itu berlaku saja untuk sahabt2ku. Untuk sekarang aku tak ingin ambil pusing, apalagi dengan teman baru misal teman kerja haaa

    Liked by 1 person

    1. Iya ver, harusnya kita gak terlalu mengambil pusing dari kata-kata mereka atau perbuatan mereka. Semangat ya semoga tidak ada lagi sakit hati gara2 teman, apalagi gebetan *eh

      Like

  2. Kalo kawan dekat, bakal kakak bilang aja sama dia apa yang ga kakak suka darinya. Kami gitu sih, mulutnya lantam-lantam. 😂
    Sebenarnya karena kami sepakat untuk saling menegur bila ada yang gaenak di hati supaya pertemanan terjaga.

    Liked by 1 person

    1. Iya biasanya juga gitu kak, tapi aku juga kadang gak berani kalo harus menegur, malah hati aku yang menegur dg sendirinya gitu lho. Harus sabar, akunya aja yg baper, harus bisa nerima dia. Apalagi teman baru kan yaa agak susah untuk diterima sifatnya

      Liked by 1 person

      1. Iyaa.. Itu memang ga bisa asal dikatakan sama orang-orang. Tengok orangnya juga. Kalo dia tipe ga bisa dikritik, ya percuma, malah jadi berantem.

        Dan kadang memang harus lebih banyak diam dan sabar supaya kita belajar mengendalikan diri dan nggak nuntut orang seperti mau kita. Karena menuntut hanya akan membuat lelah. 😊😀

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s