Posted in Self Reminder

Amunisi Batin

Sudah mengaji kah kita hari ini? 

Berapa juz? 

Berapa surat? 

Berapa halaman? 

Berapa ayat? 

Atau bahkan tidak membaca ayat barang 1 huruf pun? 

Berapa banyak waktu yang kita buang untuk membaca chat?

Berapa banyak waktu yang kita buang hanya untuk membaca caption caption yang sangat tidak penting? 

Diriku, Temanku, masih ingatkah kita diciptakan untuk apa? 

Masih ingatkah kita akan kematian? 

Masih ingatkah kita akan ada kehidupan setelahnya? 

Masih ingatkah kita apa yang akan kita bawa untuk bekal nanti? 

Diriku, temanku, ayo sempatkan waktu kita untuk membaca Al-qur’an, memahami maknanya walaupun kita hanya bisa satu ayat. Perlahan. Paksakan. Biasa karena terbiasa. 

Ayo kita hijrah. Kembali ke fitrah. 

Tidak ada untuk di adakan kemudian di tiadakan untuk diadakan. 

Goals kita, tujuan kita di adakan ini adalah untuk apa? Tak ada yang lain selain “IBADAH”. Untuk apa ibadah? Untuk menjadi bekal nanti setelah kita tiada. Karena masih ada kehidupan lagi setelah kita di tiadakan. Itu artinya kita berujung bukan pada kematian, justru berujung pada kehidupan yang hakiki. Kalau kita berujung hanya sekedar pada kematian, untuk apa kita ibadah toh kita tidak ada kehidupan selanjutnya. Tapi, kita berujung pada kehidupan, kita harus mencari bekal untuk bertahan disana. 

Sudah punya bekal berapa? 

Diriku, temanku, ayo kita mulai lagi perbaiki diri lagi. Agar saat bertemu dengan-Nya kita dalam keadaan suci. Kita mulai dari memperbaiki sholat kita. Sholat yang khusyu, tenang, dan menjadikan sholat benar-benar sebagai tujuan sholat yaitu mencegah keji dan mungkar. Jangan jadikan sholat sebagai kewajiban, tapi jadikanlah sholat sebagai kebutuhan. Dengan begitu, pasti diri ini akan merindukan dengan yang namanya sholat. Perlu sholat. 

Jadikan pula Al-qur’an sebagai mana fungsi dari Al-qur’an, yaitu obat. Pedoman hidup. Jadikan ibadah itu sebagai amunisi bathiniyah kita. Jangan hanya memikirkan amunisi untuk lahiriyah kita. “Duh hari ini makan apa ya?”. Sedangkan kita lupa bertanya “Duh aku baru berapa kali ya ngajinya? Sholat sunnahnya? Bener gak sih sholatku? Sah gak sih sholatku? Diterima gak ya?”. Kita lupa akan itu. 

Lebih sering mana kita membuka Al-qur’an atau membuka sosial media? 

Seberapa sering kita berfikir iri terhadap mereka yang mempunyai followers yang lebih banyak dari kita? 

Di hari nanti yang akan ditanya Siapa tuhanmu, apa kitabmu, siapa Rasulmu. Bukan Siapa followersmu, berapa followersmu, berapa like mu. 

Yuk kita sama-sama saling mengingatkan, saling memberi nasehat, insyaallah persahabatan kita pun di ridhoi Allah. Jangan lupa luangkan waktu, beri waktu kita untuk berdua, bermunajat kepada Allah, mebaca ayat-ayat-Nya, merenungi maknanya, agar hidup kita tenang, lebih bermanfaat, dan tidak banyak galau tentunya. 

Wallahu a’lam bishowab. 

Yang mau ngasih saran boleh di komen ya! 

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

3 thoughts on “Amunisi Batin

  1. Saya malu bahkan takut menjawab pertanyaan2 diatas secara publik. Menjawab dalam hati pun saya masih ragu..😞
    Biar ALLAH Tabaarokah wa Ta’ala yang menilai.

    Saya takut “ada” ALLAH yg selalu melihat Lahir-batinku…

    Tapi artikel yg sangat bagus,, bahan renungan dalam bermuhasabah..
    semoga berberkah,,,
    Baarokallahu fik

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s