Posted in Sharing

Diskusi Malam 

Lagi-lagi malamku di habiskan untuk diskusi. Seperti biasa aku diskusi lagi tadi malam sama si temenku yang jauh disana, Long Distance. Diskusi kali ini lumayan pendek, sih. Soalnya aku yang di tinggal tidur dan dia nyuruh aku buat nulis di blog. Oke aku turutin karena aku juga udah lama gak sharing dan kebanyakan baper gara-gara pernikahannya Bang Taqy dan Alma. 

Gue ditanya kan sama Rifqi, “Suka dengerin musik gak sih?” 

“Suka, tapi jarang dari hp aku langsung, paling denger dari orang”. Aku bilang gitu kan. 

Dia nanya juga kalo Wirda suka dengerin musik korea gak? Karna aku juga pernah liat Wirda puter lagu, ya aku jawab iya. Aku nanya sama temenku itu, emang napa, sih? Aku udah firasat pasti ini ada hubungannya dengan tahfidzul qur’an. 

“Ana baca captionnya Teh Nabila mahasiswa Indonesia lulusan Marmara jurusan ilahiyat, katanya tidak akan pernah bisa bersemayam dua dunia yg berbeda disatu hati, jadi gak bisa kalo kita suka mendengarkan lagu tapi butuh juga mendengarkan recitation Quran buat muraja’ah, gitu. 😑😑😑 Wirda gimana sih Muroja’ahnya? Ana soalnya gak tega ngapus lagu lagu Coldplay 😭😭😭”

Eh parah ni anak bilang gak tega ngapus lagu Coldplay. Pasti lagunya “Fix You”. Aku juga kalo misalkan ada yang nyuruh ngapus lagu mah ya gak bakalan mau. Hahaha

Oke kita bahas masalah di atas. Aku pernah ngaji, Ustadz bilang “Jadikan Dunia sebagai kendaraan menuju akhirat mu” yang diambil dari Kitab Mau’idatul Mu’minin. Jadi, gimana kalo misalkan seorang penghafal qur’an yang mendengarkan musik? Menurut aku ya sah-sah aja. Karena, Ustadz pernah bilang dunia sama akhirat harus seimbang. 

Gak mungkin dia terus menerus menghafal tanpa diselingi hiburan. Rasanya otak malah cape bekerja karena terlalu dipaksa. Pandangan gue sih gitu. Ada juga orang yang menghindari musik, ya banyak. Artinya ia lebih waro’. Berhati-hati. Ya bagus. Lu tinggal pilih aja sukanya yang mana. Asal jangan lu jadiin hobi aja dengerin musik dari bangun tidur nyampe tidur lagi. Gak panas apa kuping lu?  

Semua perbuatan tergantung niat. Kalo niatnya baik, insyaallah Allah meridhoi. 

Wallahu a’lam bishowab. 

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s