Posted in Sharing

Salah Jalan

Banyak yang ngeluh. Banyak yang komplain. Gara-gara yang dilaluinya. Termasuk aku. 

Aku sempat ngeluh, gara-gara aku berpikir aku salah jalan. Aku memutuskan hal yang paling berpengaruh untuk masa depanku. Aku memutuskan untuk berhenti kuliah dulu selama satu tahun. Aku sudah pernah bilang kan? Aku pernah bermimpi bahwa aku berhenti dulu itu karena aku pengen kuliah di luar negeri. 

Nah, trus apa Goals selama berhenti kuliah? Sudah tentu yang pertama adalah menghafal. Di tempat ini, di pondok ini, ternyata untuk masuk kelas tahfidz harus tes. Otomatis yang punya celengan akan diterima, gimana nasib yang gak punya hafalan? Ini sama halnya dengan di Cipasung, pondokku dulu. Aaarrgh aku bingung setengah mati. Aku berpikir untuk pindah saja. Aku berpikir kenapa gak ikutan Daurah aja sama kaya temenku. Setidaknya ada pembimbing. Tapi, aku juga masih bisa mendengarkan isi hati, kira-kira bisa gak ya aku disuruh-suruh untuk terus menghafal sedangkan kalau disini aku bisa menghafal sesuai mood. Setoran bisa saja saat PQ (Pengajian Qur’an). Pikiranku yang gak bisa berdamai dengan hati, sehingga menghasilkan aku yang tidak bersyukur. Aku menjadi orang yang banyak ngeluh. Aku yang berfikir jalan ku salah. Dengan di tambahnya cerita temenku disini yang sama tujuannya denganku. Yang berhenti kuliah untuk menghafal, aku semakin tidak pernah bersyukur. Kita sudah salah masuk. Salah jalan. 

Kembali ke Fetty yang bersyukur. Dengan pikiran yang sudah kembali damai dengan hati. Ini jalan yang terbaik. Ini sudah menjadi takdir yang dituliskan Allah untukku. Kenapa harus berpikir bahwa kita salah jalan? Toh, kita udah ada disini. Kita juga udah ada yang ngatur. Ditempatkan disini, berarti ada sebuah kejutan untuk kita. Pasti ada hikmah dibalik semuanya kan? Terserah mau bilang apa saja mengenai kekurangan yang dihadapi sekarang. Terserah. Yang paling penting adalah bersyukur. Betapa banyak orang yang menginginkan posisi kamu saat ini. Lihat! Betapa banyak orang yang iri melihat kamu yang masih bisa mondok. Belajar agama. Berhenti kuliah. Banyak kesempatan untuk berdua bersama Allah. Banyak orang lain yang ingin seperti kamu. Kita hanya perlu bersyukur dan mengambil hikmah dalam setiap perjalanan yang kita tempuh. 

Bisakah kita tarik nafas sejenak. Mari kita damaikan hati dan pikiran terlebih dahulu. Tenangkan semuanya. Kita pikirkan apa sih sebenernya tujuan kita. Kalo memang mau menghafal qur’an, dengan niat dan tekad yang kuat. Dimanapun kita bisa menghafal. Sekalipun itu di penjara. Jalan dan cara orang sukses orang itu berbeda-beda. Jadi hendaknya kita bersyukur, nikmatilah masa sekarang untuk tujuan kamu di masa depan. Jangan terlalu mengarang bagaimana kehidupanmu di masa depan. 

Jangan merebut peran tuhan. 

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s