Posted in Daily Life

Lebaran ke-4 di Kota Orang

Allahu akbar

Allahu akbar

Allahu akbar

Laa ilaaha ilallahu wa allahu akbar

Allahu akbar walillaahil hamd

Gema takbir di seluruh puncak menara masjid mulai terdengar saling bersahutan. Semua orang sibuk merapikan dirinya untuk bergegas pergi ke masjid. 

Ini adalah tahun ke-4 lebaran idul adha ku berada di kota orang. 3 tahun merasakan lebaran idul adha di Tasikmalaya, sekarang di Yogyakarta. Ber-km km jauhnya jarak antara aku dengan keluarga. Kalau ditanya sedih, jawabannya engga. Karena disini pun aku bersama keluarga juga. Hanya saja aku memendam kerinduan pada rumahku, rumah ke-2. Pondok Pesantren Cipasung. 

Tahun pertama saat lebaran jauh dengan orangtua, yang aku rasakan sedih banget dan aku pengen pulang. Untungnya, pengurus mengizinkan aku untuk main. Berakhir dengan mengajak teman untuk pergi ke rumahku. Walaupun 1 hari, tapi aku senang, rinduku terobati. 

Tahun ke-2 aku main lebih nakal lagi. Ngajak main temen ke rumahku dan disana pergi ke pantai, namanya Pantai Pangandaran. Disana bermalam di rumahku. Lumayan banyak teman yang kali ini aku ajak. Udah dasarnya aku suka bawa temen ke rumah. Terbukti ketika SMP, semua temenku pernah ke rumah. Yang gak tau, mungkin dia gak ikutan main. Hehe

Tahun ke-3, kali ini mainnya bareng anak kelas. Pergi ke Garut. Rumahnya Yayu Yuningsih. Pergi ke kolam renang Cipanas sore harinya. Dan pulang ke pondok malam. Kali ini, kita dapat hukuman. Katanya berdampak pada tahun selanjutnya yang gak boleh lagi main saat idul adha. Tapi entahlah. Banyak kenangan juga bersama teman sekamar di tahun ke-3 ini. Mulai dari malam takbiran kita kedatangan orangtua Teh Tari dari Tangerang, bawa kupat. Namanya santri, makanan apapun habis. Lalu, takbiran di majlis. Yang biasanya diadakan lomba, sekarang beda. Kita giliran takbiran per kamar. Persamaan tahun-tahun itu adalah kami merasakan kelaparan di pagi hari setelah sholat id. Karna tidak ada satupun warung yang berbuka. 

Tahun ke-4, suasana baru. Tadi malam kita melakukan takbiran keliling. Sederhana sih, tapi berkesan. Yang berbeda, biasanya di Cipasung pakai obor, namanya pawai obor sih. Haha. Ga penting. 

Paginya sholat idul adha di masjid pusat. Kali ini perginya lumayan santai. Beda dengan dulu, yang harus mandi sebelum shubuh, karna harus sholat shubuh berjamaah di pusat. Pulang sholat id, aku gak merasakan kelaparan lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Alhamdulillah. Karna warung disini buka, walaupun gak semua. Bahkan ini baru saja makan. 

Untuk yang baru mondok, yang baru merasakan lebaran jauh dari orangtua, nikmatilah semuanya. Banyak bersyukur aja. Semua akan indah pada waktunya. Toh aku juga sama. Sekarang aku bahkan merindukan waktu waktu dulu. Nikmati semua yang ada, kalian hanya perlu mencari tantangan agar ceritamu indah untuk dikenang

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s