Posted in Puisi

Komorebi 

Cahaya matahari yang menelusup menyusuri melalui celah dedaunan. 

Kenapa Komorebi? 

Karena aku suka. Aku suka saat cahaya matahari yang memaksa masuk melalui celah daun mengenai mataku. Wabi-sabi. Ketenangan dan energi positif yang aku dapatkan. Hanya kehangatan yang aku rasakan. Seolah-olah menyingkirkan balutan selimut kerinduan di malam lalu. Membuka mata untuk melihat teka-teki. 

Advertisements
Posted in Puisi

Cipasung 

Tempat di bawah pelangi

Tempat singgah nya rahmat dan nur ilahi

Ada sesuatu hal yang di rindukan disana 

Tentang tanah leluhur kami 

Tatar patilasan para kyai

Tempat para santri mengaji 

Mengukir kata dalam balutan kenangan yang abadi 

Ada sesuatu hal yang dirindukan disana

Tentang suasana yang hadir ditiap penjuru asrama

Suasana yang bergema kala malam tiba 

Suasana yang merebak kala pagi tiba

Suasana yang melelahkan kala siang tiba

Suasana yang menggemaskan kala petang tiba

Ada sesuatu hal yang dirindukan disana

Tentang para pejuang dengan kawannya menggapai asa bersama

Menimba ilmu dengan kitab kitab kuningnya 

Yang diwarnai gelak tawa, canda, duka dan bahagia 

Ada sesuatu hal yang dirindukan disana 

Tentang pengurus yang menjengkelkan kala adzan tiba 

Dengan suara lantang menggema menembus langit dan gendang para mujahid agama

Ada sesuatu hal yang dirindukan disana 

Tentang syair syair yang dinyanyikan kyai kala mengaji

Bait perbait mengiang diruang madrasah 

Logatan logatan cepat yang tak terkejar dan hilang arah

Jua wejangan yang mengendap di relung jiwa

Ada sesuatu hal yang dirindukan disana

Tentang sajadah yang terhampar rapi di masjid dan majlis

Untuk bercengkrama dengan sang maha Asih

Juga tempat para pejuang menyelipkan sisa-sisa kelelahan bersama air mata yang menetes dalam mata yang rindu akan keluarga dan kampung halaman

Ada sesuatu hal yang di rindukan di sana 

Tentang surat cinta untuk bertukar kabar

Terselip dalam dalam kertas kuning penuh logatan

Untuk Menyampaikan rasa melalui tarian-tarian tangan 

Yang Terhalang tembok tak terpandang

Demi rindu rindu itu 

Mimpi yang kita mimpikan mari wujudkanlah

Cita cita yang kita ciptakan mari capailah

Berjuanglah

Kareng jihad sebenarnya baru saja di mulai

Demi rindu rindu itu

Mari menjadi sinar purnama dan mentari yang selalu menyinari semesta

Karena itulah tugas terakhir kita dari pondok tercinta

Demi rindu rindu itu

Mari teruskan keringat para ulama untuk nusantara 

karena jika bukan kita

Siapa? 

Sampaikanlah kertas kuning kita yang penuh dengan goresan tinta

Tebarkan lah cinta untuk memperindah Manusia

Cipasung telah memberikan 1 juta pelajaran dan apa arti kehidupan

Demi rindu itu 

Maka Jagalah nama baik nya 

Buktikan bawha kita adalah lulusan pesantren dengan prestasinya

Karena, kita harus menjadi santri santri jadi sejati

Pict by : Video Perpisahan Cipasung

(kac17) 

Posted in Sharing

Benci Sifatnya Bukan Orangnya  

Setiap manusia, beda sifat, beda pemikiran, beda pendapat, beda keinginan, beda beda semuanya, tapi tetap dan pasti mempunyai tujuan yang sama. 
Manusia adalah makhluk sosial. Kita tak bisa terpisahkan dengan yang namanya teman. Tidak bisa dibilang kehidupan, tanpa adanya teman. Semuanya membutuhkan teman. Pasti itu. 

Pict by Instagram.com : @megaiskanti

Nah, sering sekali kita merasa jengkel karena sifat teman yang kurang bisa diterima oleh kita. Yang bikin kita sakit hatilah, merasa tertekanlah atau apapun itu. Tidak menutup kemungkinan, kita juga merasa nyaman dengan teman kita. 
Sebagai orang yang sehari-harinya selalu bersama teman dan sekaligus perantau, aku semakin tau cara menghadapi sikap teman yang memang kurang bisa diterima oleh kita. Jujur, aku adalah orang yang termasuk perasa banget. Gampang baper, tersinggung, dan sering banget sakit hati. Sering sekali aku mendapatkan perkataan atau perbuatan yang membuat aku sakit hati. Tapi, aku juga berusaha untuk benar-benar hilang rasa benci, balas dendam dan sakit hati tersebut. Walaupun cukup lama. Biasanya, kalau aku merasa sakit hati gitu, aku akan misahkan diri. Aku butuh waktu untuk sendiri. Nah, nantinya pasti nyeramahin diri sendiri dan alhamdulillah sadar. 

Semakin hari, alhamdulillah kesendirian aku gak terlalu lama. Eh sendiri yang dimaksud bukan jomblo ya. Kalo jomblo emang dari dulu. Eh curhat. Lanjut ah. Jadi, cepet sadarnya. 

Kekurangan aku dari dulu adalah kalo udah tau dia ‘si teman’ sifatnya kaya gitu, aku jadi gak suka sama orang itu. Benci. Lebih parah lagi aku memperlihatkan ketidak sukaanku pada dia. Walaupun gak pernah adu mulut, tapi gondok banget gitu di hati. Untung aja gak nyampe sesak nafas gara-gara di pendam terus. Kaya cinta aja di pendam. Stop. 

Semakin banyak cobaan, semakin banyak ujian, semakin banyak cacian berikut pujian yang aku terima, aku jadi mikir. Eh orang itu ya beda-beda sifatnya, beda-beda karakternya, beda-beda wataknya. Sedangkan aku pengen mereka semuanya sama seperti apa yang aku inginkan. Ya gak bisa. Aku ini kok egois banget sih. Masa iya mereka yang mikir ngadepin fetty itu gimana. Ya aku lah yang seharusnya mengerti mereka. Harusnya aku sabar. Sabar sabar dan sabar. Bodo amat mereka ngomongin aku apa, toh emang kenyataannya aku kaya gini. Mereka benar. Aku hanya harus menunjukkan sisi baik aku aja tapi jangan karena mereka juga, karena Allah. Dan disinilah aku mulai menjadi lebih baik lagi. Aku belajar menerima perkataan mereka atau perbuatan mereka yang kurang enak. Aku berusaha hanya membenci sifatnya bukan orangnya. Karena, dibalik mereka yang selalu melontarkan kata-kata yang kurang indah didengar, mereka terpusatkan perhatiannya padaku. Jadi, mereka itu care gitu. Karena semua orang pasti memiliki kekurangan dan kelebihan.

Wallahu a’lam bishowab.  

Kalo kamu gimana cara ngadepin orang yang suka bikin sakit hati? Komen di bawah ya😉

Posted in Bloggers' Challenges

#BC56 : KETIKA AKU TERTARIK SESEORANG 

Ini tantangan pertama yang aku buat dan diperuntukkan bagi ABC. Aku baru anak kemarin yang baru masuk komunitas tersebut. Alhamdulillah, mereka baik-baik sekali dan menerima kehadiran aku dengan senang hati. Terima kasih kalian, keluarga baruku. 

Manusia punya akal dan perasaan. Keduanya digunakan harus secara sinergis. Tak boleh hanya memakai akal, karena ini berujung pada sifat egois. Tak boleh juga hanya memakai perasaan, karena akan berujung pada galau, baper, sakit hati, merasa di phpkan dan penyakit lain yang sudah biasa dialami khalayak umum.

Jadi, karena aku juga adalah manusia, aku juga punya perasaan. Dan aku juga normal, menyukai lawan jenis. Pastinya kita tertarik sama seseorang karena beberapa hal. Nah, berikut adalah hal-hal yang buat aku tertarik sama lawan jenis. 

1. Fisik 

Sepertinya sudah sangat umum ya kalo kita lihat seseorang dari fisik terlebih dahulu. Ya, aku pasti tertarik dengan lawan jenis yang dilihat dari fisik oke. Apalagi Son Joong Ki kan.

Tapi, yang paling utama adalah bersih dan rapi. 

2. Islami

Kita biasa menemukan lawan jenis dalam dua dunia. Bukan dunia lain. Tapi, dunia maya dan dunia nyata. Di dunia maya, aku tertarik sama seseorang yang postingannya itu islami banget gitu. Biasalah pencari akhi. Apalagi kalau dia adalah seorang penghafal qur’an seperti Bang Boim, kan Unch banget. Nah, kalo di dunia nyata biasa pasti keliatan banget kalo dia islami. Meleleh saat liat seorang lelaki memakai gamis panjang ataupun selutut, ditambah peci, ditambah sorban boleh juga. Ah, pokoknya yang bikin adem. 

3. Nyaman

Pasti tau lah ya. Kalo nyambung ngobrolnya dengan si doi dan aku merasa nyaman, yaudah. Aku nyaman dengan dia, dan harus bener-bener menjaga gak boleh BAPER. Karena belum tentu dia juga nyaman atau tertarik denganku. 

4. Kuku

Hehe. Aneh ya. 

Aku sering banget liat lawan jenis dari kukunya. Kalo kukunya kurang menarik, hmm. Kalo kukunya bagus, aku setuju. 

Hanya itu, sih yang biasanya faktor yang bikin aku tertarik seseorang. 

Faktor apa yang membuat kamu tertarik sama seseorang, bisa komentar di bawah ya😋

Tulisan ini dibuat untuk menyelesaikan tantangan #Bloggers’Challenges ke-56 dengan topik ‘Hal-hal yang membuatmu terkesan dan tertarik pada seseorang. 

Posted in Self Reminder

Amunisi Batin

Sudah mengaji kah kita hari ini? 

Berapa juz? 

Berapa surat? 

Berapa halaman? 

Berapa ayat? 

Atau bahkan tidak membaca ayat barang 1 huruf pun? 

Berapa banyak waktu yang kita buang untuk membaca chat?

Berapa banyak waktu yang kita buang hanya untuk membaca caption caption yang sangat tidak penting? 

Diriku, Temanku, masih ingatkah kita diciptakan untuk apa? 

Masih ingatkah kita akan kematian? 

Masih ingatkah kita akan ada kehidupan setelahnya? 

Masih ingatkah kita apa yang akan kita bawa untuk bekal nanti? 

Diriku, temanku, ayo sempatkan waktu kita untuk membaca Al-qur’an, memahami maknanya walaupun kita hanya bisa satu ayat. Perlahan. Paksakan. Biasa karena terbiasa. 

Ayo kita hijrah. Kembali ke fitrah. 

Tidak ada untuk di adakan kemudian di tiadakan untuk diadakan. 

Goals kita, tujuan kita di adakan ini adalah untuk apa? Tak ada yang lain selain “IBADAH”. Untuk apa ibadah? Untuk menjadi bekal nanti setelah kita tiada. Karena masih ada kehidupan lagi setelah kita di tiadakan. Itu artinya kita berujung bukan pada kematian, justru berujung pada kehidupan yang hakiki. Kalau kita berujung hanya sekedar pada kematian, untuk apa kita ibadah toh kita tidak ada kehidupan selanjutnya. Tapi, kita berujung pada kehidupan, kita harus mencari bekal untuk bertahan disana. 

Sudah punya bekal berapa? 

Diriku, temanku, ayo kita mulai lagi perbaiki diri lagi. Agar saat bertemu dengan-Nya kita dalam keadaan suci. Kita mulai dari memperbaiki sholat kita. Sholat yang khusyu, tenang, dan menjadikan sholat benar-benar sebagai tujuan sholat yaitu mencegah keji dan mungkar. Jangan jadikan sholat sebagai kewajiban, tapi jadikanlah sholat sebagai kebutuhan. Dengan begitu, pasti diri ini akan merindukan dengan yang namanya sholat. Perlu sholat. 

Jadikan pula Al-qur’an sebagai mana fungsi dari Al-qur’an, yaitu obat. Pedoman hidup. Jadikan ibadah itu sebagai amunisi bathiniyah kita. Jangan hanya memikirkan amunisi untuk lahiriyah kita. “Duh hari ini makan apa ya?”. Sedangkan kita lupa bertanya “Duh aku baru berapa kali ya ngajinya? Sholat sunnahnya? Bener gak sih sholatku? Sah gak sih sholatku? Diterima gak ya?”. Kita lupa akan itu. 

Lebih sering mana kita membuka Al-qur’an atau membuka sosial media? 

Seberapa sering kita berfikir iri terhadap mereka yang mempunyai followers yang lebih banyak dari kita? 

Di hari nanti yang akan ditanya Siapa tuhanmu, apa kitabmu, siapa Rasulmu. Bukan Siapa followersmu, berapa followersmu, berapa like mu. 

Yuk kita sama-sama saling mengingatkan, saling memberi nasehat, insyaallah persahabatan kita pun di ridhoi Allah. Jangan lupa luangkan waktu, beri waktu kita untuk berdua, bermunajat kepada Allah, mebaca ayat-ayat-Nya, merenungi maknanya, agar hidup kita tenang, lebih bermanfaat, dan tidak banyak galau tentunya. 

Wallahu a’lam bishowab. 

Yang mau ngasih saran boleh di komen ya! 

Posted in Self Reminder

Untukku Yang Sedang Jatuh

Manusia diberikan pikiran agar berfikir. Diberikan perasaan agar peka. Cinta adalah anugerah yang diberikanNya. Tak boleh dicegah. Hanya cukup menanggapi dengan cara yang tepat. Karena bisa jadi, Cinta berubah menjadi nafsu. 

Rasa yang tak bisa tersampaikan, rindu yang tak bisa terobati, cukuplah dengan berdoa. Simpan semua perasaan pada bait-bait doa, biarkan menjadi lirik kerinduan yang bergema. 

Aku hanya perlu memantaskan diri. Memantaskan diri untuk bertemu dengan sang pencipta. Dia-lah yang maha membolak-balikkan hati. Yang tidak mungkin menjadi mungkin. Semuanya tlah tercatat di lauhul mahfudz. Tal perlu cemas. Dia tahu mana yang baik dan buruk. Dia lebih tahu kebutuhan hambanya. Dia pasti memberikan yang terbaik. Aku yakin. 

Seperti cerita Zulaikha dan Nabi Yusuf. Ketika Zulaikha cinta pada seorang yang bernama Yusuf, dengan cara yang kurang tepat. Yusuf menjauh. Cintanya bertepuk sebelah tangan. Zulaikha sengsara karna terlalu berharap banyak pada makhluk. Akhirnya Zulaikha pergi ke sebuah hutan. Ia memantaskan dirinya. Ia lebih dekat lagi kepada sang Pencipta. Ia meminta kepada sang Pencipta. Suatu hari ia dipertemukan kembali dengan nabi Yusuf dalam keadaan Zulaikha menjadi orang yang sholihah. Apa yang terjadi? Justru nabi Yusuf-lah yang mengejar Zulaikha. Subhanallah. Semuanya mudah bagi Allah.  

Wallahu a’lam bishowab. 

Posted in Self Reminder

Untukmu Yang Selalu Mengusik Pikiranku

Mungkin tlah banyak cerita yang aku lalui dengannya. Berawal dari sebuah perlombaan, obrolan-obrolan ringan, saling memberi pendapat, saling menceritakan masa depan. Dan, saat itu adalah saat aku merasa kita hanya sebatas teman benar-benar teman. 

Namun, sekarang. Saat kita sudah terpisah jauh. Ketika dirinya menceritakan hanya padaku, mungkin, aku merasa spesial. Aku merasa menjadi orang yang paling beruntung karena menjadi tempat penumpahan keluh kesahnya. Aku tahu semuanya tentangmu. Aku merasa aneh saat teman-teman dekatnya justru tidak tahu keberadaannya. Di keadaan itulah aku merasa senang. Merasa beruntung. Kalau boleh aku ingin berteriak “Aku orang yang paling beruntung”. 

Tapi sampai saat ini, aku takut. Aku takut aku terlalu berharap kepada makhlukNya. Aku takut. 

Ya Rabb 

Jika dia memang bukan jodohku, jauhkanlah. Jika dia memang jodohku, dekatkanlah. Tapi disaat waktu yang tepat. Jangan sekarang, jika waktunya kurang tepat. 

Bantu aku menjadi seorang muslimah yang taat padaMu dan bantu aku agar aku menjadi Umat Nabi Muhammad.