Posted in Puisi

Aku dan Kerinduan 

Ketika fajar menyapa

Semilir angin masih bergulat menghasut kerinduan padaku

Mentari mulai beranjak meninggalkan peraduannya

Hariku semoga kau tidak lagi tentang rindu

Bait-bait syukur masih tercipta pada mulutku

Rangkaian do’a masih terucap indah pada lisanku

Di tempatku ini aku bertemu rindu

Di tempat ini aku mencari ilmu

Di tempat inilah aku berdiam diri

Bagian – bagian kenangan mulai tersusun 

Melodi  kerinduan semakin terkumpul dalam sebuah syair

Yang berjudul aku dan kerinduan 

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s