Posted in Sharing

Mari Bersyukur 

Aku akan sedikit bercerita dan berbagi. Bukan untuk menceramahi namun menasehati diri. 

Seorang temanku pernah bertanya. 

“Kok hidupku gini gini aja ya?”

“Padahal sholat selalu dilakukan. Bill gates yang tidak pernah sholat saja dia kaya”

“Sekarang ya maksiat aja dulu, nanti kalo udah tua baru tobat. Allah kan maha pengampun”

“Katanya apabila iman  seseorang kuat, maka akan semakin kuat pula cobaannya. Aku tak usah beriman aja ya, biar tidak mendapatkan cobaan”

Astagfirullahal adzim. 

Biasanya aku hanya membaca pertanyaan seperti ini hanya di buku. Tapi, kali ini aku mendapatkan langsung pertanyaan ini dalam realita. Ternyata masih banyak orang muslim yang belum mengerti. Masih banyak orang yang sebenarnya haus akan ilmu tapi merasa kenyang. Banyak di luar sana yang masih belum percaya terhadap Allah. Sang kholik. 

Menurut ilmu yang aku dapatkan selama di pondok ataupun pengalamanku, insyaallah aku akan sharing ilmu untuk kalian. 

Banyak yang merasa dirinya itu rendah. Tidak punya apa-apa. Padahal kewajiban sudah di lakukan. Sholat, zakat, puasa dan ibadah lainnya sudah di lakukan. Berdoa juga selalu di lakukan. Tapi, kenapa hidupnya standar terus, sedangkan orang-orang non muslim yang justru hidupnya enak. Harta banyak, pendidikan tinggi, mau apa aja bisa langsung beli. 

Ini merupakan kasih sayang Allah. 

Tau ayat pertama Qur’an surat Al-fatihah? 

بسم الله الر حمن الر حيم

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. 

Setiap dimulai mengkaji kitab pasti kalimat ini selalu dijelaskan. Apabila ada kesalahan mohon di koreksi kembali. Karena aku pun masih dalam tahap belajar. Dalam kata الرحمن  artinya maha pengasih yang ternyata begitu dalam maknanya, yang memberi nikmat besar di dunia dan akhirat. Ini merupakan sebagai jawaban dari pertanyaan ‘kenapa justru orang non muslim yang tidak pernah sholat merupakan orang kaya, dan seorang muslim banyak yang miskin’. Karena Allah memberikan kasih sayangnya kepada seluruh umat manusia. Baik muslim ataupun non muslim. ‘Gak adil dong jika mereka yang kaya’. 

Tidakkah kita berfikir tentang apa saja yang Allah berikan. Tidakkah kita bersyukur atas apa yang Allah berikan. Masalah ini terdapat pada diri sendiri, yang tidak pernah bersyukur dan selalu melihat ke atas. Melihat nikmat hidupnya orang lain. Padahal orang lain menginginkan hidup seperti kita. Seberapa sering kita bersyukur? 

Sedangkan dalam kata الرحيم yang berarti Maha pemurah dengan makna nikmat kecil yang ada di akhirat saja. Ini berlaku bagi mereka yang mendapatkan kenikmatan di surga. Kenapa nikmat kecil? Karena nikmat ini tidak di berikan oleh Allah kepada siapa saja. Hanya orang-orang tertentu yang mendapatkan nikmat ini. Orang-orang yang bertakwa dan taat kepada Allah dan juga selalu bersyukur. 

Apakah sholat kita sudah benar? Apakah perbuatan kita sudah lillahi ta’ala? Sumber masalah memang semuanya terletak pada diri sendiri. Seharusnya kita lebih berfikir tentang apa yang sudah kita lakukan. Ketika kita mendapatkan masalah, coba kita fikirkan hal apa yang telah kita perbuat sehingga Allah menguji kita dan itu harus dijadikan bahan untuk bersyukur karena Allah masih ingat dengan kita. 

Baru-baru ini aku selalu mendengar berita bahwa banyak yang gagal SNMPTN, SBMPTN atau pun ujian masuk universitas lainnya. Reaksi mereka beda-beda juga. Ada yang ngeluh karena pengorbanan mereka sia-sia, ada yang menyerah, ada juga yang kuat, sabar dan bahkan mengubah haluan untuk merancang masa depan. Mana yang pemenang sejati? Ya, dia yang bersabar dan terus bangkit. Ingatlah bahwa Allah sudah mengatur seluruh alam ini. Todak ada yang sia-sia, juga tidak ada yang kebetulan. Semua telah dituliskan olehNya. Karena Allah tau apa yang dibutuhkan makhluk, bukan apa yang diinginkan makhluk.

Yuk, saatnya berbenah diri. Menjadi orang yang selalu bersyukur atas apa yang didapatkan, selalu berhusnudzan kepada Allah, dan menjadi makhluk yang taat☺

Mungkin hanya itu yang aku bisa sampaikan. 

Terimakasih  

Advertisements

Author:

Assalamu'alaikum. Aku Fetti Lestari. Suka menulis tapi belum pandai menulis dan bercita-cita menjadi penulis, sekaligus traveller yang mempunyai CEO Muslim Wedding Organizer dan bisa menjadi public speaker. Salam Komorebi, Salam Lestari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s