Posted in Puisi

Ketika Grup Sepi

Mereka hanya menggunakan mata untuk membaca 

Tanpa menggerakkan jemari untuk membalas

Lanjutkan sebagai puisi, sahutnya

Mulut yang sengaja di diamkan

Mata yang sengaja di buta kan

Telinga yang sengaja di tulikan

Kenapa itu semua bisa terjadi?

Kenapa semua menjadi sebuah bait?

Dan kenapa semua itu sudah jadi kebiasaan? 

Kenapa  juga kalian membuat pertanyaan?

Bila memang semua ini nyata, ini adalah takdir sang maha

Akan kah semua hal tetap sama?

Dan memang itu kebenarannya

Akan kah kesadaran tertutup oleh kebiasaan

Atau mungkin semua ini hanya hayalan semata?

Mengapa begitu banyak pertanyaan yang kau ajukan, sedangkan kita hanya perlu bersyukur

Karna melihat begitu mudah dari pada melakukan

Dan apakah arti semua ini?

Akankah bait-bait ini menjadi sebuah tulisan yang tak ada maknanya sama sekali?

Bila tak bermakna mengapa kita meneruskannya?

Mungkin cukup sampai disini
Dan terima kasih wassalamualaikum

Tidak tidak bagiku ini bukan akhir dari segalanya

Kau telat, salam adalah sebuah perjalanan akhir

Ohnoooooooooo tapi mengapa kau meneruskan kembali?

Aku hanya memberitahu mu

Tapi omongan mu seperti membuka kembali pembicaraan

Yasudah mungkin ini akhir segalanya
Dan siapa yang akan mengakhirinya.
Sumber : Chatting siang bersama grup Alumni Kelas XII IPA 1, SMA Islam Cipasung. (Akson)

 10.47 – 28 Agustus 2017

Advertisements
Posted in Puisi

Aku dan Kerinduan 

Ketika fajar menyapa

Semilir angin masih bergulat menghasut kerinduan padaku

Mentari mulai beranjak meninggalkan peraduannya

Hariku semoga kau tidak lagi tentang rindu

Bait-bait syukur masih tercipta pada mulutku

Rangkaian do’a masih terucap indah pada lisanku

Di tempatku ini aku bertemu rindu

Di tempat ini aku mencari ilmu

Di tempat inilah aku berdiam diri

Bagian – bagian kenangan mulai tersusun 

Melodi  kerinduan semakin terkumpul dalam sebuah syair

Yang berjudul aku dan kerinduan 

Posted in Daily Life

Mimpi

Setiap kali aku membaca tentang perjalanan mereka yang bisa kuliah sampai ke luar negeri, aku pasti nangis. Setiap kali membaca komentar orang ke mahasiswa indo yang kuliah di luar negeri dengan mengharapkan segera pulang ke indo, menjadikan Indonesia lebih baik, aku pasti nangis. Tentang mereka yang sedang berjuang di negara asing untuk Indonesia, tentang mereka yang sedang berusaha mendapatkan pendidikan yang lebih baik, air mataku selalu keluar. Entah mungkin karena aku adalah Feeling sehingga aku mudah baper. Baper, cengeng atau apapun itu, terserah. 

Yang pasti, aku mempunyai mimpi. Mimpi yang akan menjadi kenyataan. Aku pasti bisa kuliah di luar negeri. Itu cita-citaku dari dulu. Ditambah aku ingin pergi ke Eropa ataupun Negeri 2 benua, yaitu Turki. Sebenarnya ada sedikit niat waktu aku memutuskan untuk berhenti 1 tahun. Yaitu mempersiapkan diri untuk kuliah ke luar negeri. Memang salah satunya yaitu menghafal qur’an. Kenapa harus persiapan itu yang dipersiapkan? Karena, aku tidak mempunyai keunggulan apa-apa. Jadilah, aku memilih untuk menghafalkan Al-quran. Tapi sejak aku masuk ke pondok yang di dominasi oleh mahasiswi ini membuat aku berfikir “ah sepertinya aku kuliah di jogja”. 

Sejak temanku memberi tau tentang kuliah mandiri di Turki, keinginan yang sempat hilang kembali menggebu-gebu. Saat ini pokoknya aku harus lebih mempersiapkan lagi untuk kuliah ke luar negeri. Aku mulai mencari informasi kuliah ke Turki, dan ternyata banyak yang mendapatkan full beasiswa, namanya Türkiye Bursları Scholarship. Oke, aku berencana daftar ini tahun 2018,insyaallah. Karena bahasa Inggris ku acak-acakan pake buaaaaanget, aku pun nyari informasi tentang kursus inggris yang murah di sekitar jogja. Setelah ketemu, temenku yang belum kuliah juga mau ikut. Oke, kita daftar. 

Yang aku bingungkan sekarang adalah tentang persyaratan beasiswa, KTP, ijazah dan lain sebagainya aku belum ada. Sedangkan idul adha ini ada libur pondok, tapi aku gak bisa pulang. 

Semoga Allah memberikan jalan. InsyaAllah. 

Bagi kalian yang mau kuliah di luar negeri, semoga mimpi kalian tercapai. Semangat terus. Ikhtiar dan jangan lupa berdo’a dan tawakkal. 

Posted in Puisi

Irama Rindu 

Selamat pagi jogja 

Irama kerinduan yang masih mengalun indah 

Dengan tempo yang membuat aku jatuh 

Selamat pagi jogja

Keheningan yang masih terjaga

Kelam dan sepi yang aku rasa

Tanpa ada secuil waktu bersamamu 

Kala itu saat aku tidak menyadari sang Maha sedang menemaniku

Kala itu saat aku tidak menyadari sang Maha sedang melambaikan kasih-Nya

Aku campakkan

Sekarang aku tersadar

Kau hanyalah manusia biasa milik sang Maha

Aku kan berhenti mengharapkanmu

Aku kan mengadu kasih pada Maha Cinta 

Inginku hanyalah dirimu

Untukmu yang disana

Jagalah hatimu

Bisakah kau mendengar irama rinduku yang selalu ku mainkan di kelamnya malam

Yang selalu ku bisikkan kata romantis dalam sujud pada-Nya

Tidakkah kau sadari aku disini tetap mengemis cinta pada sang Maha Cinta

Selamat pagi dirimu

Jogja tetap menjadi wadah irama rindu

Untukmu yang disana

Posted in Puisi

Bayangmu

Bolehkah aku merindu terhadap bayangmu yang menghantui malamku

Bolehkah aku menyebutkan namamu dalam setiap do’aku

Bolehkah aku menyayangi mu dan berharap kaulah pendampingku

Kini kau hadir di setiap sela-sela waktuku

Berusaha mengusikku

Ingin sekali aku menepisnya

Tapi kau terlalu memaksakan untuk masuk pikiranku

Aku pun tak sanggup mencegahnya

Bayangmu

Selalu menyapa pagi hariku

Secercah senyuman yang selalu kau tunjukkan

Membuatku berhasil untuk terjatuh dalam pesonamu

Apakah kau akan bertanggung jawab atas semua ini

Apakah kau tahu tentang semua ini

Kurasa tidak

Aku tak bisa menebak jika kau merasakan semuanya 

Kamu terlalu sibuk dengan duniamu

Atau mungkin kamu sama halnya denganku

Tapi bayangnya adalah bukan aku

Apakah sepedih ini romansa cinta yang selalu aku rasakan

Tak apa

Romansaku selalu menjadi lebih dekat pada Rabb-ku

Aku terlalu berharap pada Rabb agar menyampaikan semuanya padamu

Kau mendengarnya? 

Aku selalu menghabiskan waktuku dalam sujudku

Karna untaian do’a untukmu

Yang tersusun baik dalam bait-bait kerinduan

Layaknya anak yang menunggu kepulangan seorang ibunya

Rinduku padamu selalu ku sampaikan saat malam kelam

Selamat tinggal malam ku tetap temani kelam

Sebait kata yang mebuatku ingin menemani kelammu

Akankah ada ruang untukku

Bayangmu

Posted in Daily Life

Merhaba, ben Fetty 

Merhaba! 

So soan pake bahasa Turki gapapa kali ya. Udah beberapa kali nge-post tapi sepertinya gak afdhol kalo gak perkenalan. Karena menurut pepatah “tak kenal maka tak sayang”. 

Oke langsung saja, nama aku Fetti Lestari. Lahir di Tasikmalaya, 17 Mei 1999. Aku 7 tahun di tasik kemudian pindah ke Banjar dan 7 tahun tinggal di sana *tepatnya Banjar Patroman, Jawa Barat ya bukan Banjarmasin*. Setelah itu aku pun merantau lagi ke tasik selama 3 tahun, dan rantau lagi ke daerah yang lebih jauh yaitu, Yogyakarta. Mudah-mudahan 1 tahun lagi aku bisa merantau ke Turki. Aamiin.

Berikut riwayat sekolah formal :

  1. SD 2 Sukajadi, Tasikmalaya (2005-2007) 
  2. SDN 4 Pataruman, Banjar (2007-2011)
  3. SMPN 1 Banjar, Banjar (2011-2014)
  4. SMA Islam Cipasung, Tasikmalaya (2014-2017)

Sekolah non formal :

  1. Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya (2014-2017)
  2. Pondok Pesantren Al-munawwir, Krapyak Yogyakarta (2017-sekarang)

Aku lulus di tahun 2017, dan aku menunda kuliahku selama satu tahun ini. Bukan karena aku gagal masuk PTN, bahkan aku belum pernah daftar PTN apapun. Aku hanya ingin belajar agama terlebih dahulu, karena aku juga masih merasa bingung mau masuk jurusan apa. Oleh karena itu lah aku memutuskan untuk pergi ke jogja dan mondok disana. Tentunya persiapan juga buat tahun nanti, mau kuliah dimana, jurusan apa, kurang lebih seperti itu. 

Tapi, aku pernah berfikir juga kalo aku ga akan kuliah dulu selama sekitar 1 tahun karena aku pengen banget dapetin beasiswa ke luar negeri. Nah, one day aku di kasih tau temenku yang memang memiliki cita-cita sama, yaitu kuliah di luar negeri. Ia juga berhenti untuk kuliah, sama denganku. Bedanya dia pernah merasakan gagal masuk PTN. Dia bilang, dia bakal nekad untuk pergi kuliah ke luar negeri, dengan negara tujuan adalah Turki. Waah siapa yang gak mau kan ya pergi ke Turki. Maksud nekad disini yaitu dengan biaya mandiri. Dan beruntungnya Turki merupakan negara dengan biaya yang cukup terjangkau. 

Mendengar kabar itu, aku juga gak mau ketinggalan. Akhirnya aku berfikir gimana caranya biar pergi ke turki entah itu dengan beasiswa atau mandiri. Pokoknya di tahun 2018  aku harus berangkat ke Turki. City of my dream banget lah pokoknya. Dipercepat pemberangkatannya pun aku tak masalah yang penting Turki. InsyaAllah aku ngambil Fakultas Ilahiyat. 

Semoga cita-cita kalian tercapai, cita-cita kita tercapai. Bisa menjadi orang yang sukses demi mensejahterahkan negara Indonesia. Aamiin 

Terimakasih 

Posted in curhatan santri, Daily Life, Sharing

Gelato is Delicious but… 

Gelato dan es krim itu beda ya. Gelato murni terbuat dari susu, gula, kuning telur dan buah-buahan sedangkan es krim terdapat tambahan krimnya. Melihat dari kadar lemak, es krim lah yang banyak terdapat lemak sedangkan gelato tidak. Lemak yang terdapat dalam gelato merupakan lemak nabati yang didapatkan dari susu dan buah-buahan. Jadi, bagi para wanita yang sedang menjalani diet mungkin gelato salah satu saran yang baik. 

Hampir semua orang tau kan kalo Gelato lagi hitz. Makanan khas dari Italia ini sudah menyebar di mana-mana. Rasanya yang wenak dan seger bisa bikin kamu lupain mantan. Ehhh… Nah beberapa hari yang lalu aku pergi ke tempat Gelato yang terkenal di Jogja, yaitu Tempo Gelato. Tempatnya berada di jalan Prawirotaman yang menjadi pusat para turis. Banyak sekali cafe cafe yang menjual berbagai makanan mulai dari western food sampe local food. Salah satu tempat yang paling digemari adalah Tempo Gelato. 

Tempat yang berukuran sedang dengan para pembeli yang bejibun ini membuat kurang menikmati si gelato ini. Lebih enaknya sih makannya sambil jalan-jalan gitu menyusuri jalan Prawirotaman. Harga Gelato ini mungkin bisa dianggap murah, tapi bagiku ini mahal. Karena prinsip murah bagiku adalah 20k ke bawah. Hahaha. Lupakan. Gelato yang memakai cone harganya 25k sedangkan yang memakai wadah ukuran small harganya 35k kalo yang big sekitar 100k kalo ga salah. Rasanya pun bermacam-macam. Kalian bisa pilih 2 rasa setiap pembeliannya. Yang aku pilih waktu itu ialah matcha dan dragon fruit.

Dah gitu aja tentang gelato yang menurutku enak tapi mahal 😂