Home

K o m o r e b i

  • mulai aja
    Soal berkarya itu mulai dari yang ada dulu. Kalo adanya hp, pake hp. Kalo adanya pensil sama kertas, ya dipake. Jangan nunggu punya kamera, ipad, mic, laptop, atau tools lainnya. Karena sebaik-baiknya tools adalah ide yang ada di kepala lo sendiri ntsana Benar kata tsana, kalau punya ide, punya keinginan, mulai aja. Jangan bilang “ahLanjutkan membaca “mulai aja”
  • kamu dan kenangan
    Seusai itu senja jadi sendu, awan pun mengabuKepergianmu menyisakan duka dalam hidupkuKu memintal rindu menyesali waktu mengapa dahuluTak kuucapkan aku mencintaimu sejuta kali sehari Walau masih bisa senyumNamun tak selepas duluKini aku kesepian Kamu dan segala kenanganMenyatu dalam waktu yang berjalanDan aku kini sendirianMenatap dirimu hanya bayanganTak ada yang lebih pedihDaripada kehilangan dirimuCintaku tak mungkinLanjutkan membaca “kamu dan kenangan”
  • perjalanan kemarin
    Hari ini harus bikin 2 postingan. Karena, kemarin lagi ada acara keluarga dan hanya sesekali ngecek hp. Bales wa aja cuma balas singkat. Eh biasanya juga gitu, hehe. Kemarin, aku dan keluarga pergi ke Tasik. Bentar, kok kaya anak SD yang di suruh nulis pengalaman selama liburan, sih. Gini deh. Jadi kemarin itu ada acaraLanjutkan membaca “perjalanan kemarin”
  • nusa
    Pagi ini sudah tak bisa lagi membendung air mata yang ingin jatuh. Mengingat pengorbanan para pahlawan memperjuangkan negara, didustai oleh wakil rakyat yang serakah. Dimana letak hati dan nuraninya? Punyakah ia iman di hatinya? Sanggupkah ia atas hari dimana tidak ada lagi pertolongan kecuali amal ibadah? Sanggupkah ia? Bagaimana rakyat akan taat pada ulil amri?Lanjutkan membaca “nusa”
  • menertawakan kebodohan
    Menyukai seseorang bisa membuat hilangnya kesadaran. Terlebih perempuan, sampai hilang akalnya dan mengutamakan hatinya. Padahal hatinya sudah terpuruk atas rasa itu. Ah, cinta yang tidak sehat. Yang dikatakan temanku mungkin benar, ada kelainan psikologi ketika seorang perempuan menyukai lelaki. Yang dilakukannya bahkan mungkin melebihi batas wajar. Padahal rasanya, adalah hal wajar. Ah, mungkin hal “suka-tidakLanjutkan membaca “menertawakan kebodohan”